Presiden Prabowo Saksikan Kesepakatan Rp384 Triliun di Tokyo, Indonesia Kian Dilirik Investor
Tokyo Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha In
News
Baca Juga:
Mengusung tema besar tentang neo-feodalisme politik, diskusi ini juga menghadirkan narasumber lain seperti Dr. Faisal Riza (UINSU), Dr. Warjio, dan Dr. Amsal Nasution, serta dimoderatori Dr. Sahran Saputra.
Oligarki dan Politik Uang: Warisan Feodal yang Diperbarui
Dalam paparannya, Dr. Mujahiddin menjelaskan bahwa politik uang yang marak terjadi saat ini merupakan warisan sistem patron-klien feodal, di mana kekuasaan ditentukan oleh kendali atas sumber daya. "Oligarki adalah manifestasi neo-feodalisme! Kekuasaan dan kekayaan terkonsentrasi di tangan segelintir elite yang membatasi mobilitas sosial rakyat," ujarnya.
Ia menyebut kelompok oligarki sebagai "tuan tanah modern" yang menguasai sumber daya ekonomi dan politik lewat jaringan eksklusif. Mengutip data ketimpangan, Dr. Mujahiddin mengungkapkan bahwa kekayaan 50 orang terkaya Indonesia setara dengan harta 50 juta penduduk biasa, atau sekitar 15 persen dari PDB nasional.
Lebih lanjut, ia menyebut politik dinasti dan eksploitasi simbol kekuasaan sebagai bentuk mutakhir feodalisme yang melahirkan "pemerintahan boneka".
Politik Klientelistik: Dari Pilpres 2009 hingga 2024
Dr. Mujahiddin turut mengutip riset Aspinall dan Berenschot yang mencatat tujuh bentuk transaksi politik kekuasaan: mulai dari kontrak proyek, pemberian jabatan, distribusi bansos, hingga uang tunai. "Demokrasi kita berubah menjadi pasar politik," katanya.
Praktik serupa disebut terus berlanjut pada Pemilu 2024, di mana aliran dana kampanye kerap disamarkan melalui proyek fiktif dan bantuan sosial politis.
Usul Radikal: Audit Parpol hingga Sistem Proporsional Tertutup
Untuk memutus mata rantai neo-feodalisme, ia menyarankan:
Audit publik terhadap partai politik. Partai yang melanggar transparansi dan integritas harus dibubarkan.
Revisi sistem pemilu menjadi proporsional tertutup dan pengembalian pilkada ke DPRD guna mengurangi politik uang individu.
Kritik terhadap MK No.135/2023, yang memungkinkan penunjukan penjabat (PJ) kepala daerah oleh pusat, dianggap membuka ruang besar bagi "pemerintahan boneka".
Penguatan lembaga legislatif dengan menghidupkan kembali sistem keterwakilan golongan.
Muhammadiyah Sebagai Garda Terdepan
Ketua LHKP PW Muhammadiyah Sumut, Shohibul Anshor Siregar, menegaskan pentingnya posisi Muhammadiyah dalam mengawal demokrasi yang sehat. "Kita harus jadi benteng melawan politik transaksional yang merusak martabat bangsa. Partisipasi warga Muhammadiyah dalam politik sehat adalah jihad konstitusional," tegasnya.
Deklarasi Anti-Feodalisme dan Langkah Lanjutan
Diskusi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk:
Melakukan riset lanjutan terkait sistem proporsional tertutup.
Mendorong revisi UU Pemilu dan penguatan pengawasan dana kampanye.
Mengembangkan pendidikan politik kritis, melalui kaderisasi pemilih di pesantren dan kampus Muhammadiyah.
LHKP Muhammadiyah ditegaskan akan tetap menjalankan peran strategisnya dalam advokasi kebijakan publik, penguatan partisipasi politik warga, dan menjaga netralitas institusi dalam pusaran politik nasional.rel
Tokyo Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha In
News
Jakarta, Album &039ARIRANG dari BTS rilis hari Jumat, 20 Maret lalu dan ARMY menunjukkan dukungan penuhnya di Spotify terhadap comeback
Ekbis
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memaparkan capaian makro ekonomi daerah tahun 2025 saat menyampaikan
Politik
Medan SMAN 2 Medan menggelar acara pelepasan siswa kelas XII yang dihadiri oleh para orang tua, guru, dan alumni, di halaman sekolah pad
Kota
Gubernur Bobby Nasution Serahkan LKPD TA 2025 ke BPK Sumut
kota
Mantan Kepala BNI Aek Nabara Diamankan Polda Sumut Saat ini Masih Menjalani Pemeriksaan
kota
Camat Medan Amplas Pimpin Upacara di TPI, Bagikan 640 Bingkisan untuk Siswa
kota
Pengamat Kritik Keras Rangkap Jabatan Sulaiman Harahap Bukti Lemahnya Ketegasan Gubernur
kota
Sampaikan LKPJ 2025 ke DPRD,Bobby Nasution Paparkan Peningkatan Makro Ekonomi Sumut
kota
Sumut Zero Pengungsi, Korban Bencana Kini Tempati Huntara dan Huntap
kota