Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM Diharapkan Tetap Damai dan Sesuai Aturan
sumut24.co JAKARTA, Gelombang penyampaian aspirasi dari kalangan mahasiswa yang menolak kebijakan kenaikan harga BBM kembali menyita perhat
News
Baca Juga:
- Bupati Madina Saipullah Nasution Lantik 3 Kepala Dinas Baru, Soroti Pelayanan Harus “A Plus”
- Rehabilitasi Sawah Tangga Bosi Tuntas, Pemkab Madina Kejar Target Panen Padi 4 Bulan ke Depan
- Pemkab Madina Gandeng Kementan dan BNN Alihkan Ladang Ganja ke Komoditas Produktif, Cabai hingga Serai Wangi Disiapkan
Tradisi ini bukanlah hal baru bagi warga Mandailing Natal. Pawai obor telah lama menjadi bagian dari cara masyarakat menyambut momen penting dalam kalender Islam, baik itu 1 Muharram maupun malam takbiran Idul Fitri.
Namun, khusus di Kecamatan Lembah Sorik Marapi, tradisi ini telah digelar secara konsisten selama tiga tahun terakhir, dan setiap tahun semakin banyak partisipan yang terlibat.
Dengan obor menyala di tangan, ratusan peserta yang mayoritas terdiri dari anak-anak hingga remaja, menyusuri rute yang dimulai dari Simpang Kantor Camat hingga Desa Maga Lombang. Sepanjang perjalanan, mereka melantunkan salawat dan takbir, menciptakan nuansa religius yang kuat sekaligus penuh kebersamaan.
Menurut Tan Gozali, salah satu warga yang ikut ambil bagian dalam kegiatan ini, semangat masyarakat untuk melestarikan pawai obor sangat luar biasa.
"Mudah-mudahan tahun depan pesertanya bisa lebih ramai lagi dan bisa diikuti oleh seluruh desa di Kecamatan Lembah Sorik Marapi. Ini bukan sekadar pawai, tapi ajang silaturahmi dan bentuk kecintaan kita terhadap nilai-nilai Islam," ujarnya.
Pawai obor tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tapi juga mengandung filosofi mendalam. Obor yang menyala di malam hari menjadi simbol cahaya ilmu, petunjuk dalam kegelapan, serta harapan baru di tahun hijriah yang baru. Tak heran jika kegiatan ini sangat dinanti, terutama oleh generasi muda.
Camat Lembah Sorik Marapi, dalam keterangannya, mengapresiasi inisiatif dan antusiasme masyarakat yang tetap menjaga tradisi ini.
"Pemerintah kecamatan tentu sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Pawai obor bukan hanya budaya, tapi juga bagian dari edukasi agama bagi generasi penerus. Walaupun hampir semua desa punya kegiatan masing-masing, ketiga desa ini memilih merayakannya bersama, dan itu sangat membanggakan," ucapnya.
Kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antarwarga desa, serta menjadi momentum refleksi dan penyegaran spiritual dalam menyambut tahun baru Islam. Dukungan dari pemerintah kecamatan menjadi penyemangat tersendiri bagi warga agar terus menjaga dan melestarikan budaya keislaman yang sarat makna ini.Rozi
sumut24.co JAKARTA, Gelombang penyampaian aspirasi dari kalangan mahasiswa yang menolak kebijakan kenaikan harga BBM kembali menyita perhat
News
Medan Sumut24.co Anggaran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Cikataru) Kota Medan untuk Tahun Anggara
News
Dompet Dhuafa Waspada Bersama RSU Sufina Aziz Hadirkan Khitan Massal dan Pengobatan Gratis untuk Warga DairiKabupaten Dairisumut24.co Dompe
News
Harapan yang Disemai dari Pohon Cabai Kisah Abdul Rozzaq, Kepala Keluarga Penyintas Banjir Sumatera
kota
Pemkab Solok Sambut Kepulangan Jamaah Haji dari Tanah Suci Mekah di Asrama Haji Padang
kota
Rentetan Kecelakaan di Proyek Jalan Nasional Aek Kanopan, JAM PMII Minta Satker dan PPK Dicopot
News
Polisi Menyamar Jadi Pembeli, Kurir Sabu di Pantai Labu Gagal Kabur Usai Dikejar Petugas
kota
Senator M. Nuh Dorong Akses Kesehatan untuk Warga Daerah Terbatas Melalui Khitanan dan Pengobatan Gratis di DairiSumatera utarasumut24.co A
News
SUMUT24.CO, MEDAN Kedatangan Syaikh DR Reza Abdul Jabbar, saudagar sukses asal Selandia Baru yang juga merupakan suami dari Peggy Melati
News
Terungkap! Belanja LPJU Rp291 Miliar Jadi Paket Pengadaan Terbesar Pemko Medan Tahun 2026
News