Lantik Ratusan Pejabat, Bupati: Ini Regenerasi
Lantik Ratusan Pejabat, Bupati Ini Regenerasi
kota
Baca Juga:
Oleh : Dr H Asren Nasution
Ibadah qurban setiap Idul adha 1446 H tak hanya bermakna ritual keagamaan, tetapi juga menyimpan pesan mendalam untuk kehidupan keluarga. Di balik penyembelihan hewan qurban, tersirat nilai-nilai penting yang dapat membentuk karakter keluarga yang kuat, tangguh, dan peduli.
Setidaknya, ada tiga nilai utama yang bisa dipetik dari semangat qurban: keikhlasan, keteladanan, dan kepedulian sosial. Ketiganya menjadi pilar penting dalam membentuk keluarga yang kokoh di tengah arus zaman yang semakin kompleks.
Keikhlasan: Dasar Kekuatan Spiritual
Kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya, Ismail AS, menjadi simbol keikhlasan sejati dalam menjalankan perintah Tuhan. Dalam konteks keluarga, nilai keikhlasan mengajarkan pentingnya berbuat tanpa pamrih.
Orang tua yang mendidik dengan tulus, pasangan yang saling menerima kekurangan, dan anak-anak yang belajar bersyukur — semua itu menjadi bagian dari proses membangun ketahanan keluarga. Keikhlasan menciptakan suasana hati yang lapang dan relasi yang sehat di rumah.
Keteladanan: Pendidikan Karakter Lewat Perbuatan
Qurban juga mengandung pesan keteladanan. Ibrahim dan Ismail menunjukkan bahwa keteladanan adalah bentuk pendidikan paling kuat. Nilai-nilai seperti taat, sabar, dan berani tumbuh karena dicontohkan, bukan hanya diajarkan.
Dalam kehidupan sehari-hari, orang tua menjadi rujukan utama bagi anak. Konsistensi antara ucapan dan perbuatan akan menumbuhkan kepercayaan dan rasa hormat. Keluarga yang dipimpin dengan keteladanan akan melahirkan generasi yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.
Kepedulian Sosial: Menumbuhkan Rasa Empati
Inti dari qurban adalah berbagi. Daging qurban dibagikan kepada yang membutuhkan, simbol bahwa kesejahteraan harus dirasakan bersama. Nilai ini menjadi penting di tengah masyarakat yang kian individualistik.
Mengajak anak-anak menyaksikan pembagian daging, atau melibatkan keluarga dalam kegiatan sosial, bisa menumbuhkan empati sejak dini. Kepedulian sosial bukan hanya amal, tetapi juga pendidikan karakter yang memperkuat jalinan antarmanusia.
Momentum Pembentukan Karakter
Qurban adalah momentum refleksi. Tidak hanya soal ibadah, tapi juga soal bagaimana sebuah keluarga bisa menjadi lebih baik — lebih tulus, lebih peduli, dan lebih memberi keteladanan.
Dalam kondisi sosial yang penuh tantangan, keluarga menjadi benteng terakhir dalam membentuk generasi yang kuat secara spiritual dan mental. Nilai-nilai qurban bisa menjadi panduan untuk mencapainya.
"Qurban bukan sekadar ritual, tapi pelajaran hidup. Saat kita memberi, sesungguhnya kita sedang membentuk karakter," demikian disampaikan oleh banyak ulama dalam khutbah-khutbah Iduladha di berbagai daerah.***
Lantik Ratusan Pejabat, Bupati Ini Regenerasi
kota
Sinyal Kuat dari Pusat SOKSI Sumut AllOut Kawal Andar Amin Harahap Menuju Kursi Golkar 1
Politik
Program LCDI Terima Penghargaan di Forum RKPD Sumatera Utara 2027 Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Pembangunan Rendah Karbon
kota
Pembangunan HuntapHuntara Batangtoru Terus Maju, BenihBaik Apresiasi Sinergi Pemkab TapselPTPN IVl Tapanuli Selatansumut24.coUpaya p
News
Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI di Polda Sumut Bahas Reformasi Polri dan Kejaksaan
Politik
Sergai sumut24.co Terkait sengketa lahan seluas sekitar 500 hektare antara masyarakat dengan pihak PTPN IV Regional I Kebun Silau Dunia ya
News
Sergai sumut24.co Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, da
Wisata
Sergai sumut24.co Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, da
News
Sergai sumut24.co Pemerintah pusat terus memperkuat komitmen pengembangan ekonomi desa melalui program Koperasi Desa Merah Putih. Komitmen
News
Medan Di tengah kompleksitas sosial dan kemajemukan etnis Sumatera Utara, nama almarhum H. Syamsul Arifin tetap dikenang sebagai sosok p
Profil