sumut24.co -
Medan. Wali Kota
Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi
Pameran Lukisan "Iconic
Medan" pelukis Asmat Kibo yang diinisiasi Geleri Payung Teduh.
Walikota berharap pameran ini tidak hanya ajang menampilkan karya seni, namun juga harus menjadi sebuah ekspresi yang jujur dari masyarakat
Medan.
Baca Juga:
Hal ini ditegaskan Wali Kota
Medan Rico Putra Bayu Waas ketika membuka
Pameran Lukisan Iconic
Medan, Senin (19/5/2025) di Ruang
Pameran Taman Budaya
Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan,
Medan Timur.
Pameran ini berlangsung dari 19 s/d 22 Mai 2025.Wali Kota berharap masyarakat kian terbuka dan menghargai karya seni. Sebaliknya, seniman juga harus kerja ekstra memberi pemahaman kepada masyarakat.
"Memang, sejatinya bukan tanggung jawab dari pelukis atau seniman untuk memberikan penjelsan kepada masyarakat. Tapi di zaman sekarang setidaknya kita butuh kerja ekstra untuk bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat," ungkapnya.Hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Benny Sinomba Siregar, Plt. Kabag Prokopim M. Agha Novrian, Camat
Medan Timur Noor Alfi Pane , Ketua Payung Teguh Togu Sinambela, Ketua Konsorsium Seniman
Medan Afrion, Yondik Tanto (D'Lick Teater Team), Hafis Taadi, Handono Hadi, Kuntara DM serta puluhan penggiat seni dan undangan.
Asmat Kibo, seniman yang telah berkarya sejak kecil dan terus menerus menunjukkan konsistensinya dalam dunia seni lukis. Asmat Kibo menampilkan 30 lebih karyanya dalam pameran lukisan Iconic yang bertema Keresahan Sosial.Iconic
Medan bukan sekadar pameran seni, melainkan ruang refleksi bagi setiap pengunjung pameran. Karya yang dipamerkan, menyoroti. ketimpangan , ketidakadilan dan realitas yang sering bertolak belakang denfan fakta.Setiap karya lukisan, bukan sekadar ekspresi seni, tetapi ajakan membangun kesadaran dan menciptakan perdapan yang lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Rico Waas menyebutkan seni adalah ekspresi dari apa yang dipikirkan dan dirasakan seniman itu sendiri. Soal interpretasi tentu tergantung pendalaman dan proses pemahaman masyarakat.Dia mengatakan, dari waktu ke waktu masyarakat memiliki proses berfikir yang berbeda. Kemajuan teknologi di zaman ini juga memudahkan masyarakat mengenal dan memahami karya seni.
"Hari ini sudah sangat layak masyarakat bisa menikmati seni lebih dalam, bisa memaknai visi dari seni tersebut. Tidak hanya melihat keindahan seni, tapi bagaimana memahami cerita dan proses lahirnya karya seni tersebut," ungkapnya.Dalam kesempatan itu Rico Waas pun menyatakan, Pemko
Medan berkomitmen untuk mendukung iklim berkesenian dan ekosistem seni yang baik di kota ini.
Setelah meresmikan pembukaan pameran itu, Rico Waas menikmati seluruh lukisan yang terpajang di Ruang
Pameran itu. Wali Kota juga berdialog dengan Asmat Kibo seputar tematik, genre, dan "permainan" warna di setiap lukisan.Rico Waas begitu jeli memperhatikan perubahan gaya lukisan Asmat Kibo dari realisme ke surealisme dalam tentang 1997-2024. Orang nomor satu itu ingin mengetahui proses spritual apa yang dilalui pelukis sampai terjadi perubahan gaya itu.
Usia menyaksikan seluruh karya lukis yang dipamerkan, Rico Waas pun meninjau berbagai fasilitas yang ada di Taman Budaya
Medan. Wali Kota memasuki gedung utama, kantor, sanggar teater, dan sanggar tari untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas tersebut.Bersamaan dengan itu, Rico Waas pun mendengarkan dengan serius setiap keluhan maupun saran dan masukan seniman.(R02)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News