Selasa, 17 Maret 2026

Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap : Penanganan Sampah di Kota Medan Jalan di Tempat

Administrator - Minggu, 18 Mei 2025 09:11 WIB
Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap : Penanganan Sampah di Kota Medan Jalan di Tempat
Istimewa
Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap,
Baca Juga:


Medan– Penanganan sampah di Kota Medan dinilai masih stagnan dan belum menunjukkan kemajuan berarti. Pola penanganan yang diterapkan masih konvensional, yakni kumpul, angkut, dan buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tanpa ada inovasi pengelolaan yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan oleh praktisi lingkungan yang juga Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap, kepada wartawan di Medan, Sabtu (18/5).

"Penanganan sampah di Kota Medan belum menunjukkan progres atau peningkatan. Masih menerapkan pola dan kebiasaan lama, menjalankan kebijakan yang terkesan stagnan tanpa terobosan untuk mengurai benang kusut persoalan sampah," tegas Marwan yang juga pernah menjadi tim penilai Adipura untuk Kota Medan.

Menurut Marwan, jika pola lama terus dipertahankan, maka target pengurangan sampah sebesar 30 persen sebagaimana amanat Undang-Undang tidak akan tercapai.

"Sudah saatnya Pemko Medan meninggalkan cara lama. Penanganan sampah seharusnya bergeser dari sekadar membuang ke arah pengelolaan, sehingga sampah dapat dimanfaatkan secara ekonomi maupun ekologis," ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi TPA yang masih menerapkan sistem open dumping tanpa proses pengolahan. Fasilitas Pengolahan Sampah Skala Kota (FPSSK) disebut minim aktivitas, dan Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS 3R) juga masih sangat terbatas jumlahnya.

"Seyogianya setiap kecamatan memiliki TPS 3R agar sampah dapat disortir, dipilah, dan diolah lebih dulu. Hanya residu yang tidak bermanfaat yang dibuang ke TPA dengan pengolahan agar ramah lingkungan," lanjutnya.

Marwan juga menyayangkan belum optimalnya upaya pengurangan sampah di fasilitas publik seperti kantor pemerintahan, sekolah, pasar, dan permukiman. Meskipun ada fasilitas yang tersedia, namun belum dimanfaatkan maksimal.

"Predikat Medan sebagai kota metropolitan yang bersih, teduh, dan berkelanjutan perlu dipertanyakan. Jangan sampai hanya simbolis tanpa sesuai dengan fakta dan kondisi di lapangan," pungkasnya.rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wali Kota Mahyaruddin: Bentuk Kepedulian dan Rasa Cinta Sesama
Pemko Medan Apresiasi Pembagian 2.000 Paket Sembako, Rico Waas Tekankan Pentingnya Solidaritas Sosial
Wali Kota Medan Berangkatkan 4.000 Peserta Mudik Bareng Pemko Medan
Wali Kota bersama Forkopimda mengunjungi Pos Pam Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026
Wali Kota bersama Baznas, MUI, serta Bank Sumut Syariah Cabang menyalurkan zakat kepada 520 mustahik
Buka Puasa Bersama Insan Media dan Ormas, Rico Waas Ajak Perkuat Persatuan dan Soliditas Kota Medan
komentar
beritaTerbaru