Bank Sumut Resmikan KCP Sei Berombang, Perkuat Inklusi Keuangan dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Labuhanbatu
Bank Sumut Resmikan KCP Sei Berombang, Perkuat Inklusi Keuangan dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Labuhanbatu
kota
Baca Juga:
- MUI Tapsel 2025–2030 Resmi Dikukuhkan, Bupati Gus Irawan Tekankan Peran Strategis Umat di Tengah Krisis
- Ketua FKUB dan MUI mengucapkan syukur atas prestasi Kota Pematangsiantar yang meraih peringkat 4 Kota Toleran di Indonesia Tahun 2025 dari Setara Inst
- Safari Ramadhan 1447 H, Kapolres Sergai dan MUI Perkuat Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama
Jakarta – Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, yang meminta pihak-pihak yang tidak taat konstitusi agar "angkat kaki dari Indonesia", menuai respons keras dari sejumlah tokoh. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, menilai pernyataan tersebut arogan dan bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi.
"Yang perlu diingat, Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 jelas menjamin setiap warga negara berhak berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat," kata Anwar dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/5). Ia menegaskan, kritik yang disampaikan oleh purnawirawan TNI seperti Jenderal (Purn) Try Sutrisno dan rekan-rekannya merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara.
Sebelumnya, sejumlah purnawirawan TNI dan tokoh masyarakat mendesak pemakzulan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, menyusul dugaan pelanggaran etik dalam proses pencalonannya. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang membuka jalan bagi Gibran untuk maju sebagai calon wakil presiden dianggap kontroversial, karena Ketua MK saat itu, Anwar Usman, merupakan paman Gibran.
Anwar Abbas menilai, pernyataan Luhut yang menuding para purnawirawan memecah belah bangsa justru bertolak belakang dengan semangat konstitusi. "Yang dilakukan para purnawirawan adalah upaya penyelamatan konstitusi. Bukan makar, bukan pemecah belah bangsa," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pemerintah untuk tidak membungkam kritik dan tidak memanfaatkan kekuasaan untuk melanggengkan kepentingan politik dinasti. "Negara ini bukan milik segelintir orang atau keluarga. Negara ini milik seluruh rakyat Indonesia," tambah Anwar.
Kontroversi ini mencuat di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap dugaan upaya pembentukan dinasti politik di Indonesia, terutama setelah Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Joko Widodo, resmi terpilih sebagai wakil presiden periode 2024–2029.
Sampai berita ini diturunkan, Luhut Binsar Pandjaitan belum memberikan tanggapan lebih lanjut atas kritik tersebut.Red2
Bank Sumut Resmikan KCP Sei Berombang, Perkuat Inklusi Keuangan dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Labuhanbatu
kota
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
sumut24.co Medan, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu pemerintah kota dari berbaga
kota
Semangat &lsquoTampakna do Rantosna&rsquo, Rahudman Harahap Ajak Alumni SMAN 2 Perkuat Solidaritas Menuju Sumut Berkah
kota
Modus Checkin HotelSindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran
kota
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
kota
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota