Bupati Saipullah Libatkan Tokoh Masyarakat dalam TP2D, Fokus Percepatan Pembangunan Madina
Bupati Saipullah Libatkan Tokoh Masyarakat dalam TP2D, Fokus Percepatan Pembangunan Madina
kota
Baca Juga:
- Diduga Terima Rp400 Juta Fee Korupsi APD Covid-19, Pejabat Dinkes Sumut Emirsyah Harahap Masih Bebas
- Kunjungan KPK Beri Nilai Pemkab Asahan Sebagai Percontohan Kabupaten/Kota Anti Korupsi Tahun 2026
- Ini Nama-nama Pejabat Eselon II Dilantik Bobby Nasution, Sutan Tolang Lubis Jadi Kepala Bapenda Sumut
Medan – Pengangkatan pejabat di Sumatera Utara (Sumut) kembali mendapat sorotan tajam. H. Syahrir Nasution, seorang pengamat sosial dan politik, mengungkapkan kekhawatirannya terkait sejumlah jabatan yang dianggap bermasalah. Dalam pernyataannya, Syahrir menyoroti kasus pengangkatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut, Topan Obaja Ginting, yang sebelumnya meninggalkan masalah di Dinas PU Kota Medan. Hal ini menurutnya dapat mencoreng upaya pemerintah provinsi untuk mengurangi praktik korupsi.
Selain itu, Syahrir juga menyinggung nama Alexander Sinulingga, yang dituding terlibat dugaan korupsi saat menjabat di Dinas PKPCKTR Medan. Termasuk kepala Inspektorat Sumut Sulaiman Harahap, karena ketiga pejabat tersebut hanya ikut assesmen dan tidak ikut lelang jahatan di Pemprovsu. Dugaan tersebut menambah daftar panjang masalah di tubuh pemerintahan Medan dan Sumut yang belum terselesaikan.
Pengamat ini juga mengkritik pengangkatan tiga pejabat dari Pemko Medan ke Pemprov Sumut. Menurut Syahrir, langkah tersebut bermasalah karena jabatan yang dituju belum memenuhi ketentuan yang diatur oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), yakni harus memiliki masa jabatan lima tahun. Hal ini, kata Syahrir, terkesan dipaksakan dan dapat menurunkan kredibilitas proses birokrasi di Sumut.
"Pengangkatan pejabat yang bermasalah atau terlibat dugaan korupsi dapat merusak upaya pemberantasan korupsi yang sedang diupayakan oleh pemerintahan saat ini," kata Syahrir. Menurutnya, transparansi dalam setiap proses pengangkatan sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Pernyataan ini menggambarkan adanya ketegangan dalam proses penataan pemerintahan di Sumut, yang diharapkan dapat lebih baik dalam mengelola sumber daya dan memberi pelayanan publik yang maksimal. Pemerintah diminta untuk lebih berhati-hati dalam memilih pejabat yang memiliki rekam jejak bersih, serta mematuhi aturan yang ada agar proses pemerintahan dapat berjalan lebih efektif dan bebas dari praktik korupsi.
Tentu saja, masyarakat berharap agar pengangkatan pejabat di masa depan tidak hanya berdasarkan faktor kedekatan politik atau kepentingan tertentu, tetapi lebih mengutamakan profesionalisme, integritas, dan transparansi.tim
Bupati Saipullah Libatkan Tokoh Masyarakat dalam TP2D, Fokus Percepatan Pembangunan Madina
kota
PMII PALUTA Cup I 2026 Diserbu Penonton, Polisi Lakukan Pengamanan Berlapis di Padang Bolak
kota
Dari Pengawalan hingga Sterilisasi, Ini Strategi Polres Tapsel Amankan Kunjungan Mendagri
kota
Semangati Atlet! Ketua DPRD Padangsidimpuan Srifitrah Munawaroh dan Ketua Umum Shokaido Sumut Turun Langsung di Pembukaan Kejurda Shokaido
kota
Bakopam Sumut Gelar Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 H, Ibnu Hajar Bangkitkan Semangat Kekeluargaan
kota
Hingga H6 Idulfitri 1447H/2026, Jasa Marga Catat Lebih dari 3,2 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
kota
Penuh Haru, Marlina Eliyanti Rayakan Ulang Tahun dengan Santunan Anak Yatim
kota
Polres Padangsidimpuan Berhasil Ungkap Kasus Pencabulan Anak, Pria 56 Tahun Diamankan
kota
Gerak Cepat! Mendagri Tito Karnavian Serahkan 120 Huntap untuk Korban Bencana di Tapanuli Selatan
kota
World Kidney Day 2026 14 Mesin Hemodialisis Beroperasi di RSUD Padangsidimpuan, Kesadaran Kesehatan Ginjal Digenjot
kota