Sabu seberat 9,36 gram bersama pemiliknya diamankan Satresnarkoba Polresta Deli Serdang*
Sabu seberat 9,36 gram bersama pemiliknya diamankan Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
kota
Baca Juga:
Simalungun -Paska kejadian Banjir dikota Parapat kemarin para awak media memonitoring lahan di Sitahoan dimana ada Basecamp di pagar katanya itu Perusahaan Swasta mengelola Perladangan untuk program ketahanan pangan semacam Food Estate seratusan hektar Hutan Sibatu Loeting Sitahoan, Kelurahan Girsang, Kecamatan Sipangan Bolon.
menurut keterangan kemarin Pengelolaan Perusahaan kantor pusatnya Di Pekan Baru kabupaten Riau, lokasi lahan sebagian sudah efektif dan ada juga masih dikerjakan membuat tapak kuda oleh alat berat, menurut informasi Bahwa selama 4 tahun sudah menghabiskan dana Ratusan miliar termasuk untuk membeli lahan dan juga operasionalnya. Namun produksi tanaman ngaku tidak pernah panen dan selalu gagal.
Hal ini diketahui saat wartawan media ini melaksanakan monitoring di gunung Sibatu Loeting pasca banjir bandang yang menimpa rumah warga di Parapat, kabupaten simalungun.
Ketika berada digunung Sibatu Loeting, tampak kawasan hutan telah menjadi lahan Perladangan Holtikultura seperti tanaman jeruk, kol, Wortel, Kentang, Tomat, dan lainnya. Selain itu, terlihat hutan yang gundul akibat buka lahan untuk perladangan.
Salah seorang warga yang ditemui di gunung batu Loeting mengatakan jika lahan perladangan tersebut milik Perusahaan Swasta serta sembari menunjuk lokasi perusahaan tersebut.
Saat dikunjungi kelokasi terlihat dalam lokasi basecamp 4 Unit alat berat jenis Eskavator pengeruk dan perata tanah. Selain itu, beberapa mobil operasional berada didalam lokasi yang diakui para pekerja merupakan milik dari Bos mereka disebut marga sirait.
Salah seorang pekerja saat ditemui mengatakan jika Perusahaan ini berdiri pada bulan Agustus 2021. Saat ini mengelola lahan 30 Hektar untuk tanaman Holtikultura namun katanya sejak dikelola hingga saat ini produksi belum Maksimal sering mengalami gagal panen dan belum berhasil. Hal ini disebabkan oleh hama penyakit, serangan hewan seperti babi dan kera.
Selain, 30 Ha tanaman Holtikultura, Perusahaan tersebut mengelola tanaman keras jeruk seluas 20 Ha, dan ada tanaman Kopi seluas 18 Ha, serta beberapa puluh ha lainnya masih tahap persiapan. Total seluruh lahan seluas lebih kurang 200 Hektar, dan saat ini dikelola seluas 100 Hektar dan Masih dalam tahapan persiapan 100 ha lagi.
Ketika salah seorang inisial 'Sit', dikonfirmasi perihal ijin dan rekomendasi perusahaan. Inisial Sit mengarahkan untuk konfirmasi Bos mereka inisial 'Sir'.
Sementara, 'Sir' belum dapat ditemui dan dikonfirmasi hingga saat ini dengan dalih menemani tamu dan kesibukan lainnya. (LP)
Sabu seberat 9,36 gram bersama pemiliknya diamankan Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
kota
Keramahan Bukan Penyerahan Kedaulatan
kota
Penjelasan Pemerintah Kota Solok Mengenai Pemanfaatan Penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026
News
Pemasok Narkoba di Helen&rsquos Night Mart Diamankan Polrestabes Medan.
kota
Gelar Pra Rekontruksi di Helen&rsquos Night Mart Polisi Temukan Fakta Baru Dibalik Peredaran Vape Narkoba
kota
Satresnarkoba Polrestabes Medan Bongkar Modus Baru Peredaran Ganja Manfaatkan Pohon Bambu Jadi Gudang Penyimpanan
kota
Lima Pekerja Bangunan Dibunuh OPM, Komisi XIII Negara Harus Jamin Rasa Aman bagi Pekerja Sipil
News
Rakercab JMSI Tabagsel 2026 Tetapkan Program Kerja, Perkuat Organisasi, Advokasi, dan Transformasi Digital Media
kota
250 Anak Meriahkan Lomba Mewarnai Hari Anak Nasional, Dandim 0212/Tapsel Mereka adalah Masa Depan Bangsa
kota
sumut24.co Labuhanbatu, Kisruh di internal Puskesmas Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara tentang
News