Baca Juga:
Medan – Mantan Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 1970-an, Ir. Jose Rizal Nasution, dan Tokoh Masyarakat Mandailing H Syahrir Nasution turut menghadiri peluncuran buku Reformasi Kepagian. Acara ini digelar untuk membedah gagasan di balik buku yang mengkritisi perjalanan reformasi di Indonesia.
Peluncuran buku yang berlangsung di [lokasi acara] pada [tanggal acara] ini dihadiri oleh berbagai tokoh akademisi, aktivis, dan mantan pejuang gerakan mahasiswa. Buku Reformasi Kepagian sendiri ditulis oleh dr Khairulsyah Nasution yang mengupas dinamika politik dan sosial pasca-reformasi 1998 serta mempertanyakan apakah reformasi yang terjadi saat itu benar-benar sudah matang atau justru masih prematur.
Dalam kesempatan tersebut, Ir. Jose Rizal Nasution menyampaikan pandangannya mengenai kondisi politik Indonesia saat ini. Ia menyoroti perbandingan antara pergerakan mahasiswa era 70-an dengan era reformasi, serta dampaknya terhadap perkembangan demokrasi di tanah air.
"Dulu, perjuangan mahasiswa lebih terorganisir dan memiliki tujuan yang jelas dalam menentang ketidakadilan. Namun, saat ini, reformasi seakan kehilangan arah karena banyak kepentingan yang bermain," ujar Jose Rizal Nasution dalam sesi diskusi.
Acara ini juga menghadirkan diskusi panel yang membahas tantangan reformasi ke depan, termasuk bagaimana generasi muda dapat mengambil peran lebih besar dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan keadilan sosial di Indonesia.
Peluncuran buku Reformasi Kepagian diharapkan dapat menjadi refleksi bagi masyarakat dan generasi muda tentang pentingnya menjaga semangat reformasi agar tidak sekadar menjadi slogan tanpa implementasi nyata.Red
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News