Polda Sumut Kerahkan 6359 Personil Untuk Pengamanan Hari Buruh 2026
Polda Sumut Kerahkan 6359 Personil Untuk Pengamanan Hari Buruh 2026
kota
Baca Juga:
PNS tersebut telah diperiksa oleh Bawaslu dan kini dalam proses Inspektorat Provinsi. Ia bernama Yudi Irawan, tinggal di Kota Binjai, Sumatera Utara.
Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara Aldun membenarkan PNS Yudi Irawan telah diperiksa oleh Inspektorat Provinsi.
"Iya,staf dia. Sudah diperiksa Bawaslu juga. Sekarang lagi dalam proses di inspektorat. Soal sanksi, tanyakan saja langsung ke inspektorat," ucap Aldun, Rabu 30 September 2024.
Yudi Irawan diketahui staf Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara, yang bertugas di UPT Kota Binjai. Yudi menjadi ketua relawan rumah aspirasi salah satu paslon walikota dan kabarnya juga calon gubsu.
Yudi Irawan juga diketahui anggota dari pengurus KNPI Kota Binja. Sampai saat ini netralitas PNS pun masih diragukan, meski Pj. Gubsu Agus telah menyatakan sikap netral yang didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Rony S, Pangdam I/BB Mayjen TNI M. Hasan, dan Kajatisu Idianto.Rel
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Polda Sumut Kerahkan 6359 Personil Untuk Pengamanan Hari Buruh 2026
kota
Masjid Ar Rivai Raih Penghargaan Kemenag RI, Juara III Masjid Ramah Pemudik
kota
Pembangunan Menara Masjid Ar Rivai Masih Butuh Dukungan Pemerintah Kota Medan
kota
Medan sumut24.co Satresnarkoba Polrestabes Medan, Jumat (1/5/2026) dinihari menggerebek sebuah apartemen di Kecamatan Medan Area, yang jad
Hukum
Ketua Umum PP TPI Prof Dr Ismed Daniel Nasution Keikhlasan dan Pendidikan Jadi Kunci Membangun Generasi
kota
H. Ikrom Helmi Nasution Serahkan Lagu &ldquoMars Medan untuk Semua&rdquo Kepada Walikota Medan pada Acara Tasyakuran TPI
kota
Kembangkan Kasus, Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan Tangkap 2 Pengedar dan 5 Pengguna Shabu
kota
Terduga Pelaku Begal dan Pencurian Tangkapan Pomal Dirawat di Rumah Sakit Komang Makes TNI AL Belawan
kota
UNPAB Resmi Buka Program Studi Teknik Industri, Terima SK Izin dari Kemendiktisaintek
kota
Ironi Transportasi Publik Menggugat Hak Hidup di Balik Tragedi Bekasi
kota