Penjelasan Pemerintah Kota Solok Mengenai Pemanfaatan Penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026
Penjelasan Pemerintah Kota Solok Mengenai Pemanfaatan Penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026
kota
Baca Juga:
MEDAN- Puluhan seniman yang tergabung dalam Art Community Collaboration (ACC) Sumut, Kamis (12/9/2024) langsung mencurahkan rasa hati mereka saat bertemu Hasan Basri Sagala, Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) di Joint Cafe, Jalan Pertahanan Medan.
"Tak bisa lagi kami ungkapkan dengan kata-kata nasib seniman pinggiran ini. Kami ada tapi tak dianggap ada," kata Anton Rusli, seniman Medan.
Penyanyi dan juga pemain perkusi terkenal ini mengaku sudah terlalu lama nasib seniman di Medan dan Sumatera Utara ini tak dianggap pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Seniman lainnya, Masdha Lusiana Silaban dari Art Community Colaboration Sumut (ACC Sumut) mengatakan, sejauh ini pemerintah belum berbuat banyak untuk perkembangan Seniman dan Pemusik di Sumut.
"Saya sedikit bercerita, saya ini ada undangan ke Bali acara Gondang Naposo Tortor se-Pulau Dewata. Karena susahnya mengundang dengan membawa Sumut, akhirnya saya diundang secara pribadi," kata Masdha.
Masdha mengungkap, untuk mengikuti kegiatan bergengsi itu ia mesti bersusah payah mencari sponsor. Meski akan mendapatkan honor dari acara tersebut, tapi tak bisa menutupi semua pembiayaan akomodasinya.
Padahal kata Masdha, dirinya membawa misi mengkampanyekan dan mengorbitkan budaya serta karya lokal Sumut di kancah Nasional maupun Internasional.
"Nanti di acara itu juga, akan diundang konsul-konsul dari Jakarta, dari negara lain juga. Kebetulan kita juga sudah ada undangan dari Korea Selatan. Saya sendiri prihatin, semoga nanti jika Pak Edy dan Bang Hasan terpilih, akomodir lah kami," katanya.
Menanggapi hal itu, Hasan mengatakan, baik pihak pemerintah maupun swasta sebenarnya memiliki anggaran pembinaan kemajuan pembangunan sumber daya manusia daerah lewat sektor seni dan budaya.
Ia menambahkan, para Seniman dan Pemusik yang berkarya secara independen saja bisa maju, apa lagi jika mendapatkan pembinaan dari berbagai pihak. Tentu hal itu berdampak baik bagi perkembangan budaya lokal.
"Anggaran ada untuk proses pemajuan kebudayaan daerah lewat sektor Seniman dan Pemusik. Apa lagi jika yang diangkat menjadi tema-tema karya tersebut merupakan identitas budaya lokal. Sehingga kita dikenal di dunia luar," ujar Hasan.
Lebih jauh Hasan menuturkan, penguatan kapasitas soal Seni dan Musik di Sumut juga bisa dilakukan lewat pendidikan di sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi. Bahkan, Seniman dan Pemusik juga bisa ikut nimbrung di ranah politik.
"Seperti pelajaran muatan lokal (mulok) di sekolah, itu juga bisa menjadi solusi. Ya, tentunya kita do'akan juga agar para Seniman dan Pemusik bisa berjuang lewat jalur politik agar saudara-saudara kita ini bisa berdaulat atas karyanya," ujarnya. (*)
Penjelasan Pemerintah Kota Solok Mengenai Pemanfaatan Penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026
kota
Pemasok Narkoba di Helen&rsquos Night Mart Diamankan Polrestabes Medan.
kota
Gelar Pra Rekontruksi di Helen&rsquos Night Mart Polisi Temukan Fakta Baru Dibalik Peredaran Vape Narkoba
kota
Satresnarkoba Polrestabes Medan Bongkar Modus Baru Peredaran Ganja Manfaatkan Pohon Bambu Jadi Gudang Penyimpanan
kota
Lima Pekerja Bangunan Dibunuh OPM, Komisi XIII Negara Harus Jamin Rasa Aman bagi Pekerja Sipil
kota
Rakercab JMSI Tabagsel 2026 Tetapkan Program Kerja, Perkuat Organisasi, Advokasi, dan Transformasi Digital Media
kota
250 Anak Meriahkan Lomba Mewarnai Hari Anak Nasional, Dandim 0212/Tapsel Mereka adalah Masa Depan Bangsa
kota
sumut24.co Labuhanbatu, Kisruh di internal Puskesmas Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara tentang
News
Resmi Kantongi SK DPP, Martinu Jaya Halawa Pimpin Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara
kota
Teguh Santosa Lantik Pengurus JMSI DKI Jakarta, Tekankan Organisasi Solid dan Pers sebagai Pencerah Bangsa
kota