Selasa, 12 Mei 2026

Luas Danau Laut Tawar Menyusut , Sepadan Ditimbun

Administrator - Kamis, 31 Maret 2016 13:27 WIB
Luas Danau Laut Tawar Menyusut , Sepadan Ditimbun

TAKENGON | SUMUT24 Luas Danau Laut Tawar diperkirakan akan semakin menyusut dalam beberapa tahun mendatang, seiring adanya penimbunan jalan sepadan danau. Aksi itu dilakukan oleh sejumlah pihak di sekitar Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah oleh oknum masyarakat serta adanya aktivitas perusahaan pembangunan jalan di seputaran Danau Laut Tawar. Aktivitas penimbunan akhirnya menuai sorotan dari sejumlah kalangan pemerhati lingkungan serta dari sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah. Alhasil, pemerintah dinilai lalai dalam serta dianggap tidak tegas dalam mengantisipasi kerusakan sepadan danau dengan adanya penimbunan. Salah satunya, anggota Komisi B DPRK Aceh Tengah, Ikhwanusufa yang menyebutkan aktivitas penimbunan telah meresahkan karena sudah tidak terkontrol lagi. “Kelalaian pemerintah menjadi salah satu faktor semakin ramainya aktivitas penimbunan pinggiran Danau Laut Tawar,” kata Ikhwanusufa, kemarin. Dia yang didampingi anggota DPRK Aceh Tengah lainnya, Sastra Mahayadi saat meninjau kawasan danau menegaskan jika terus dibiarkan berlarut, maka dapat menyebabkan penyempitan dan perusakan parah bagi kelestarian ekositem danau. Menindak lanjuti kondisi itu, Komisi B DPRK Aceh Tengah akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mencari solusi penanganan danau dari ancaman kerusakan akibat adanya sejumlah aktivitas tersebut. “Kita sudah koordinasi dengan BLHKP Aceh Tengah dan sejauh ini, mereka sedang melakukan identifikasi dan nanti akan ditindaklanjuti pertemuan dengan Komisi B,” jelasnya. Menurut Ikhwanusufa, selain dengan BLHKP, dewan juga akan memanggil Dinas Bina Marga, PT Waskita Karya serta sejumlah pihak pihak lainnya yang dianggap bertanggung jawab atas aktivitas penimbunan sepadan danau. “Ada beberapat titik di seputaran danau yang sengaja ditimbun oknum rekanan, serta oknum yang membuka usaha objek wisata,” paparnya. Hal senada disampaikan Sastra Mahyadi yang menyatakan semua pihak yang melakukan aksi pengrusakan ekosistem dan sepadan danau dengan cara menimbun, baik individu harus bertanggungjawab. Tentunya aktivitas tersebut, ada konsekwensi serta sanksinya. “Dampak awal, terjadinya penyempitan sepadan danau dan bila dibiarkan, akan berakibat lebih luas,” ujar Sastra Mahyadi. Di sisi lain, lanjutnya, memperindah seputaran Danau Laut Tawar, untuk dijadikan objek wisata, telah menjadi keharusan agar bisa dinikmati para wisatawan lokal maupun luar. Namun demikian, dengan tidak mengabaikan kelestarian Danau Laut Tawar yang menjadi kebanggaan masyarakat di Dataran Tinggi Gayo (DTG). “Selain kondisi danau, kita harus memikirkan potensi yang ada di danau tersebut, seperti ikan depik. Kita khawatir, keberadaanya akan terancam bila aktivitas yang berpotensi merusak dibiarkan begitu saja. Bila dijaga kelestariannya sehingga tidak terjadi kepunahan dan kerusakanan ekositem,” tandasnya.(sic)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
DPRD Sumut Soroti Dugaan Dampak Pembangunan Perumahan terhadap Banjir
PLN UIP SBU Dan Kantor Pertanahan Kota Subulussalam Perkuat Sinergi Dukung Pembangunan PLTA Kumbih-3
Sat Narkoba Polres Asahan Gagalkan Edar 10 Kg Sabu Dan 1.500 Vape Berzat Berbahaya, 11.500 Jiwa Diselamatkan
Anggaran Rp1,5 Miliar Digelontorkan, Perbaikan Jalan di Tanjungbalai Baru Terealisasi Rp800 Juta
Air Bersih Kini Mengalir di Masjid Al Hikmah Kalangan, Terima Kasih pun Mengalir Untuk PLN
Pendidikan untuk Siapa? Shohibul Anshor Siregar Soroti Krisis Pengetahuan dan Nasib Tenaga Pengajar Indonesia
komentar
beritaTerbaru