Wali Kota Medan Ajak Masyarakat Menjaga Kerukunan Agama

MEDAN | SUMUT24

Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan masyarakatnya untuk hidup rukun. Sebab kerukunan merupakan salah satu pilar penting dalam memelihara persatuan rakyat dan bangsa Indonesia. Tanpa terwujudnya kerukunan diantara berbagai suku, agama, ras dan antar golongan, bangsa Indonesia akan mudah terancam oleh perpecahan dengan segala akibatnya yang tidak diinginkan.

Untuk itu, agar tidak terjadinya hal seperti itu, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin MSi, meminta dan menghimbau agar seluruh masyarakat Kota Medan selalu menjaga kerukunan dalam beragama. Haran ini dikatakannya, Minggu (24/4).

Menurut Eldin, kerukunan dapat diartikan sebagai kondisi hidup dan kehidupan yang mencerminkan suasana damai, tertib, tentram, sejahtera, hormat menghormati, harga menghargai, tenggang rasa, gotong-royong sesuai dengan ajaran agama dan kepribadian pancasila.

“Kerukunan  antar agama yang dimaksudkan ialah mengupayakan agar terciptanya suatu keadaan yang tidak ada pertentangan intern dalam masing-masing umat beragama, antar golongan-golongan agama yang berbeda satu sama lain, antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lainnya, antara umat-umat beragama dengan pemerintah,” imbuh Eldin.

Salah satu upaya Wali Kota dalam menyatukan kerukunan umat beragama ini, juga dapat dilihat saat dirinya meresmikan Gereja Katolik Stasi Santo Paulus Pasar Baru di Jalan Pasar Baru, Kelurahan Titi Rante, Kecamatan Medan Baru, Sabtu (16/4).

Peresmian gereja ini turut dihadiri Bupati Pakpak Barat, Drs Remigo Yolanda Brutu MM, Ketua DPRD Medan, HenryJhon Hutagalung, anggota DPRD Medan, Drs Maruli Tarigan, Uskup Agung Medan, Monsinyur Anicetus B Sinaga, Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonic, serta Lurah Titi Rante, Bona Manuel Tarigan serta seluruh jemaat gereja.

Dihadapan seluruh jemaat dan undangan yang hadir, Eldin menyampaikan apresiasi dan memberikan dukungan dalam pengembangan gereja ini, sebagai bagian dari terwujudnya kerukunan umat beragama di Kota Medan. Selain itu kehadiran gereja ini menandakan Kota Medan memiliki tingkat kereligiusan yang tinggi.

“Hal ini sesuai dengan visi Kota Medan yakni menjadi kota masa depan yang multikultural, berdaya saing, humanis, sejahtera dan religius. Saya juga berharap gereja ini nantinya akan selalu terbuka terhadap generasi muda dan melakukan pembinaan karakter agar generasi muda Kota Medan, khususnya yang beragama Kristiani tumbuh dalam pilar keimanan yang kokoh dan terhindar dari perbuatan tercela seperti narkoba,” kata Wali Kota.

Kemudian Eldin pun berharap kepada seluruh pastor agar selalu memberikan pencerahan kepada  para jemaatnya, terutama generasi muda dalam setiap kotbah agar mereka terproteksi sehingga menjauhi narkoba.

“Narkoba adalah musuh, marilah kita jauhi dan hindari,” pesannya seraya mengajak seluruh jemaat untuk selalu berkontribusi aktif dalam pembangunan.

Tutup kata, Eldin berpesan dan berharap, demi terwujudnya kerukunan beragama mulailah saling hormat-menghormati dan bekerjasama intern pemeluk agama, antar berbagai golongan agama dan umat-umat beragama dengan pemerintah yang sama-sama bertanggung jawab membangun bangsa dan negara. Tak hanya itu, Eldin juga menambahkan sikap saling tenggang rasa dan toleransi dengan tidak memaksa agama kepada orang lain itu juga hal yang sangat penting. (W07)