Unpab Terima Bantuan Bus dari Bank Syariah Mandiri

MEDAN | SUMUT24
Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan menerima bantuan satu unit bus operasional dari Bank Syariah Mandiri (BSM). Bantuan bus diserahkan langsung oleh Direktur Wholesale Banking BSM Kusman Yandi kepada Rektor Unpab Dr HM Isa Indrawan SE, MM di Kampus Unpab, Jalan Gatot Subroto km 4,5 Medan, Jumat .
Penyerahan bus Isuzu jenis Elf Microbus ini disaksikan Rektor I Unpab Ir Bhakti Alamsyah MT, PhD, para dekan, ketua program studi (prodi) dan kepala biro dan lembaga di lingkungan Unpab serta pejabat BSM.
Rektor Unpab HM Isa Indrawan dalam sambutannya menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada BSM atas bantuan bus yang sangat dibutuhkan Unpab dan Perguruan Panca Budi yang bernaung di bawah Yayasan Prof Dr H Kadirun Yahya.
“Bantuan bus ini sangat bermanfaat, karena selama ini Yayasan Prof Kadirun Yahya hanya memiliki satu unit bus, sehingga hampir tak pernah berhenti beroperasi.  Dengan bantuan bus ini, kami tak perlu lagi menyewa armada untuk membawa rombongan mahasiswa dan dosen ke desa binaan Unpab,” kata Isa.
Di samping bantuan bus, rektor juga berharap BSM membantu dunia pendidikan menghadapi problema dunia kerja. Pasalnya, dunia pendidikan dan dunia usaha atau dunia kerja selama ini belum matching. Ini terlihat ketika dunia usaha mencari tenaga kerja dari kampus acapkali tidak sesuai dengan syarat-syarat atau kriteria yang dibutuhkan dunia kerja.
Unpab sendiri, katanya, melalui Lembaga Pengembang Profesi (Lppro)  membuat modul-modul yang dibutuhkan lulusan nantinya menghadapi dunia kerja. Sayangnya, tak banyak dunia kerja yang bersedia memberikan materi-materi kepada mahasiswa.
“Kami berharap BSM membantu dunia pendidikan khusunya Lppro Unpab, baik soal dunia perbankan konvensional, perbankan syariah maupun lainnya, agar anak didik nantinya siap pakai ketika memasuki dunia kerja,” harap Isa.
Direktur Wholesale Banking BSM Kusman Yandi dalam sambutannya mengungkapkan, berdasarkan pengalaman selama ini memang ada ketidaknyambungan (match) antara pendidikan tinggi dengan dunia kerja. Selama ini masing-masing jalan sendiri-sendiri, padahal semua muaranya ke dunia kerja.
“Sesungguhnya dunia kerja membutuhkan tenaga kerja yang cukup besar setiap tahun. Tapi saat dunia kerja merekrut tenaga kerja dari kalangan kampus, masih sangat kecil yang lulus. Kuota lowongan kerja memang terbatas, tapi itupun tidak terpenuhi kalau mengacu ke kriteri dan kualitas yang dibutuhkan,” kata Kusman.
Di BSM sendiri, tambahnya, minimal membuka empat angkatan lowongan kerja dalam setiap tahun, dan setiap angkatan 75 orang.
Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan untuk pengembangan SDM kampus khususnya dalam pengembangan ekonomi syariah. Misalnya dia berharap, mata kuliah ekonomi syariah bukan hanya ada di fakultas ekonomi, tapi juga di setiap fakultas yang ada, sehingga misi untuk menumbuhkan ekonomi syariah lebih mudah diterima masyarakat. Sebab pemahaman ekonomi syariah sudah didapat sejak di dunia pendidikan.
“Karenanya, BSM siap kerja sama seusai dengan kebutuhan Unpab,” tandasnya. (R.05)