SPPG Aek Marian Dibuka! Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution: Jangan Sampai Gizi Anak Terabaikan
SPPG Aek Marian Dibuka! Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution Jangan Sampai Gizi Anak Terabaikan
kota
Pemkab Solok gelar intervensi penurunan Stunting terintegrasi
Baca Juga:
- SPPG Aek Marian Dibuka! Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution: Jangan Sampai Gizi Anak Terabaikan
- Wabup Madina Sidak Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah, Atika: Jangan Bagus Hanya Saat Dikunjungi!
- Wabup Atika Lepas 133 Jamaah Manasik Haji Bank Sumut, Pesan Tegas: Fokus Ibadah, Bukan Media Sosial!
Aro Suka I Sumut24
Untuk mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan Stunting terintegrasi serta membangun komitmen publik dalam kegiatan penurunan Stunting,Pemerintah Kabupaten Solok menggelar acara Rembuk Stunting dan Strategi Konvergensi Penanggulangan serta Pencegahan Stunting.
Kepala Barenlitbang Kabupaten Solok Erizal sekaligus Panitia Pelaksana mengatakan bahwa kegiatan ini berdasarkan pada surat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor B.198/M.PPN/D.5/PP.01.01/04/2019 tanggal 5 April 2019 perihal penyampaian kab/kota lokasi pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi dan Kabupaten Solok ditetapkan sebagai daerah prioritas penanganan stunting nasional.
Kegiatan ini diikuti oleh 150 orang yang terdiri dari Wali nagari, Camat, Kepala SKPD dan jajaran serta lembaga pemerintah dan non pemerintah, akademisi, pihak swasta, organisasi profesi dan perwakilan masyarakat, tambah Erizal.
Kepala Barenlitbang Erizal menjelakan bahwa tujuan kegiatan ini ialah untuk mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan Stunting terintegrasi serta membangun komitmen publik dalam kegiatan penurunan Stunting.
Bupati Solok H. Gusmal, SE, MM dalam sambutannya mengatakan bahwa generasi penerus bangsa saat ini harus sehat, cerdas dan kreatif serta produktif karna anak bangsa yang terlahir sehat dan tumbuh dengan baik didukung oleh pendidikan yang berkualitas maka akan menjadi generasi yang dapat menunjang kesuksesan pembangunan bangsa.
“Stunting yang terdapat pada anak akan membuat dan mencerminkan kondisi gagal tumbuh anak balita, sehingga anak menjadi lebih pendek dari usianya, hal ini disebabkan karena kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak bayi yang masih berada dalam kandungan hingga usia dua tahun dan demikian juga dengan gold periode di 1000 hari pertama kelahiran seyogyanya mendapat perhatian khusus,†ungkap Bupati.
H. Gusmal menjelaskan sesuai dengan arahan Presiden bahwa penanganan permasalahan stunting dilakukan secara terintegrasi melalui pelaksanaan lima pilar pencegahan stunting yang terdiri atas, Komitmen dan visi pemimpin, Kampanye yang berfokus pada pemahaman perubahan perilaku, komitmen publik dan akuntabilitas, Konvergensi, koordinasi dan konsilidasi program nasional, daerah dan masyarakat, Mendorong kebijakan nutritional food security dan Pemantauan dan evaluasi.
Bupati dalam kesempatan rembuk Stantin tersebut berpesan kepada pihak-pihak terkait agar calon pengantin serta ibu hamil hendaknya diberikan sosialisasi dan pengetahuan mengenai persiapan mental dan pemahaman mengenai berkeluarga dan pengasuhan anak yang baik.
“Serta lakukan pembinaan intens terhadap keluarga, terutama keluarga yang memiliki bayi dan balita yang berkaitan dengan pemenuhan gizi yang baik,†tambah Bupati.
‘Konfirmasi dan sinkronisasi serta sinergisme kegiatan dari SKPD penanggung jawab layanan di kabupaten hingga ketingkat kecamatan dan nagari merupakan hasil yang diharapkan nantinya,†lanjutnya.
Bupati mengajak semua yang hadir pada acara Rembuk Stanting tersebut untuk secara bersama-sama menurunkan angka Stunting di Kabupaten Solok, dengan begitu kedepannya kita akan memiliki anak-anak yang sehat, cerdas dan mampu bersaing di era globalisasi untuk membangun daerah Kabupaten Solok di segala bidang dimasa yang akan datang.
Terakhir Bupati Solok H. Gusmal, SE, MM berkeyakinan dengan keseriusan kita semua dalam menangani masalah stunting ini, maka angka stuntig di daerah kita akan jauh berkurang dari data yang ada saat ini.
Tampak hadir pada acara tersebut bupati Solok H. Gusmal, SE, MM dan Sekda Kab. Solok H. Aswirman, SE, MM serta Asisten dan Staf Ahli Bupati, hadir juga Kadis Kesehatan Dr. Maryeti Marwazi, Mars dan Kepala SKPD, Camat serta Wali Nagari di lingkup Pemkab. Solok.(Yose)
SPPG Aek Marian Dibuka! Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution Jangan Sampai Gizi Anak Terabaikan
kota
Wabup Madina Sidak Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah, Atika Jangan Bagus Hanya Saat Dikunjungi!
kota
Wabup Atika Lepas 133 Jamaah Manasik Haji Bank Sumut, Pesan Tegas Fokus Ibadah, Bukan Media Sosial!
kota
Bupati Padang Lawas Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan
kota
Pasien RSH Terpaksa Amputasi, Direktur RS Permata Madina Fokus Hadapi Somasi
kota
Respons Cepat! Polres Padangsidimpuan Dalami Kasus Penemuan Mayat &ldquoBoru Limbong&rdquo di Aek Tampang
kota
Gaspol Transparansi! Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Serahkan LKPD 2025 ke BPK
kota
LPA Sumut Kecam Dugaan Malapraktik di RS Permata Madina, Tangan Bocah Diamputasi &ldquoPasien Datang untuk Sembuh, Bukan Cacat!&rdquo
kota
Kapolres Tapsel Bersinergi dengan JMSI Tabagsel, AKBP Yon Edi Winara Media Mitra Strategis Jaga Kamtibmas
kota
Kisah Pilu Dimas di Barumun, Niat Merantau Berakhir Tragis di Kamar Mandi Rumah Makan
kota