sumut24.co - Medan
Baca Juga:
Di tengah dunia yang terus berubah dengan tantangan yang semakin kompleks, pendidikan dituntut untuk melahirkan lebih dari sekadar penghafal teori. Menjawab tantangan tersebut,
Sampoerna Academy, pionir pendidikan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, & Mathematics) di Indonesia, kembali menggelar STEAM
Expo 2026 bertajuk "Inventing Tomorrow".
Acara yang berlangsung serentak di seluruh kampus pada 30-31 Januari 2026 ini terasa istimewa berkat kolaborasi strategis dengan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI). Sinergi ini bertujuan memperkuat ekosistem riset di sekolah sekaligus menyiapkan siswa menjadi inovator yang mampu menjawab masalah nyata.
Kelly M. Wailes, Principal of
Sampoerna Academy Citra Medan, menekankan bahwa di era disrupsi, solusi masa depan tidak bisa hanya mengandalkan instruksi pengajar.
"Melalui pembelajaran berbasis proyek, kami memberi siswa 'kepemilikan' atas proses belajar mereka. Mereka mengidentifikasi masalah, bereksperimen, hingga belajar dari kegagalan. Ini bukan sekadar tugas sekolah, melainkan pembentukan pola pikir solutif dan tangguh," jelas Kelly.
Sinergi Sains: Membumikan Ilmu Pengetahuan bersama ALMI

Kolaborasi dengan ALMI hadir sebagai jembatan antara dunia pendidikan menengah dengan komunitas peneliti profesional. Selain terlibat sebagai dewan juri, ALMI juga menghadirkan program Scientist Goes to School bertema "Vaccines & Vaccination: Facts and Myths" bersama dr. Harapan, PhD, untuk melatih nalar kritis siswa terhadap isu kesehatan global.Prof. Dr.phil. Saiful Akmal, M.A., perwakilan ALMI, menyatakan bahwa pendidikan interdisipliner seperti STEAM adalah keharusan untuk mengimbangi kemajuan teknologi dengan etika humanis. "Kolaborasi ini adalah langkah konkret untuk membangun budaya ilmiah unggul sejak usia dini, agar sains dapat digunakan untuk mengatasi krisis lingkungan dan sosial secara berkeadilan," ungkapnya.
Tahun ini, sebanyak 707 proyek STEAM dipamerkan di seluruh cabang
Sampoerna Academy, dengan 183 proyek lahir dari tangan dingin siswa-siswi di Medan. Beberapa inovasi yang mencuri perhatian antara lain:

- The Anti-Sleep Alarm: Karya Nalin Baghel (Grade 8), sebuah perangkat berbasis teknologi untuk mencegah kecelakaan akibat kantuk.- Smart Irrigation System: Karya Phildarren Dominic Woo (Grade 6), sistem penyiraman otomatis berbasis sensor kelembapan tanah untuk efisiensi pertanian.
- Jimmy Ujung, orang tua dari Phildarren, mengapresiasi pendekatan sekolah yang menekankan proses. "Sebagai orang tua, kami melihat anak belajar untuk berani gagal dan beriterasi. Resiliensi inilah yang paling berharga bagi masa depan mereka," ujarnya.
Semangat "Inventing Tomorrow" tidak berhenti di sini.
Sampoerna Academy mengundang talenta muda dari berbagai sekolah di Indonesia untuk berpartisipasi dalam STEAM Competition 2026 yang akan digelar pada 7 Maret 2026 di Kampus L'Avenue, Jakarta.Melalui ajang ini, diharapkan lahir lebih banyak solusi kreatif yang berawal dari ide-ide segar siswa untuk kemajuan bangsa. Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian kegiatan ini dapat diakses melalui tautan resmi STEAM
Expo. (Rel)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News