Titik Kawasan Unjuk Rasa Buruh Jelang May Day

MEDAN|SUMUT24
Sekitar 5.000 buruh yang berasal dari sejumlah federasi atau serikat buruh di Sumatera Utara yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Buruh Daerah Sumatera Utara (APBD-SU) akan melakukan aksi unjuk rasa mulai besok, Kamis (28/4) dalam peringatan Hari Buruh atau May Day.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut, Willy Agus Utomo mengatakan, unjuk rasa digelar lebih awal karena Hari Buruh jatuh pada hari Minggu. Unjuk rasa, kata dia, akan digelar selama beberapa hari hingga tanggal 1 Mei.

Dikatakan Willy, unjuk rasa kali ini dipusatkan di beberapa titik di Kota Medan, seperti Kantor Gubernur Sumut, Kantor DPRD Sumut, Bundaran SIB, Gelanggang Olahraga Medan, Kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Medan, dan Kantor Wali Kota Medan.
“Elemen yang tergabung yakni FSPMI, SBMI, SBMI Mandiri, SPSI Kahut, Serbundo, SPI, dan OPPUK,” ujar Willy, Rabu (27/4).

Dalam unjuk rasa besok, kata Willy, massa buruh akan menyampaikan delapan tuntutan, di antaranya menolak PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, menolak kenaikan iuran BPJS, meminta perumahan dan transportasi massal gratis bagi buruh, dan meminta revisi Upah Minimum Provinsi (UMP).

Selain itu, lanjut Willy, buruh juga akan mendesak Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan mundur. Desakan mundur dikemukakan karena adanya dugaan penyelewengan penggunaan uang APBD Pemko Medan sebesar Rp 300 juta untuk Hari Buruh.

“Perlu dicatat juga untuk Wali Kota Medan. Kami mendengar, untuk merayakan May Day sudah dianggarkan di APBD Kota Medan. Mereka bilang semua buruh akan diakomodir. Tetapi nyatanya hanya elemen buruh tertentu. Itu anggaran APBD yang harus dipertanggungjawabkan. Kami akan menuntut itu. Itu tidak untuk buruh, hanya untuk elite tertentu saja itu,” katanya.

“Kami juga tetap akan melakukan aksi pas tanggal 1 Mei walaupun hari Minggu,” Willy menambahkan.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Serikat Buruh Sosial Demokrat (SBSD) Kota Medan, Samuel Nababan. Pihaknya sendiri akan mengerahkan 150 massa buruh.

“Ada pengkotak-kotakan yang dilakukan oleh Pemko Medan terhadap buruh. Mereka menganggarkan uang 300 juta (rupiah) untuk buruh. Mereka bilang semua buruh difasilitasi. Kenyataannya mereka pilih-pilih. Nanti buruh-buruh yang mereka gandeng akan joget-joget di GOR,” katanya mengakhiri.(R02)