Tahun 2022, Dinas TPH Sumut Targetkan Surplus Bawang Merah

Medan I Sumut24.co
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Bahruddin Siregar mengatakan, Pada tahun 2022 ini, Dinas TPH Sumut akan menargetkan dan memprioritaskan Surplus produksi bawang merah di provinsi Sumatera Utara, ucap Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Bahruddin Siregar dalam konpresi pers di kantornya, Jumat (1/4).

Menurutnya, Sesuai arahan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, pada tahun 2022 akan difokuskan penanaman cabe merah dengan pemberian bibit cabe kepada petani secara maksimal sehingga nantinya Sumut dapat Surplus, ucapnya.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, realisasi produksi komoditas tanaman pangan strategis Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tahun 2021 tercapai bahkan mengalami surplus kecuali untuk komoditas kedelai dan bawang merah.

Untuk padi misalnya, realisasi yang tercapai berkisar 3.925.505 ton atau naik dari target yang ditetapkan sebelumnya sebesar 3.906.872 ton gabah kering giling (GKG) atau 2.317.279 ton setara beras.

“Kalau dilihat dari kebutuhan beras di Sumut sebanyak 1.707.311 ton maka tahun 2021 Sumut surplus beras sebanyak 609.968 ton,” kata Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Bahruddin Siregar.

Menurut Bahruddin, prakiraan produksi padi yang diperoleh tersebut diperoleh dari luas panen berkisar 754.501 hektare dengan rata-rata produktivitas berkisar 52,03 kwintal per hektare.

Kemudian, untuk jagung, perkiraan produksi yang diperoleh berkisar 1.701.235 ton atau meningkat dari target yang ditetapkan sebelumnya sebesar 1.597.073 ton jagung pipilan kering.

“Untuk jagung kita surplus berkisar 36.709 ton dengan estimasi kebutuhan berkisar 1.664.526 ton,” jelasnya.

Perolehan produksi jagung tersebut menurut Bahruddin, diperoleh dari luas panen jagung berkisar 267.416 hektare dengan rata-rata produktivitas berkisar 63,62 kwintal per hektare.

Sedangkan untuk kedelai, Bahruddin mengaku masih belum memenuhi target. Tahun 2021, target produksi kedelai Sumut ditetapkan berkisar 4.052 ton namun yang terealisasi hanya berkisar 1.613 ton. Produksi itu diperoleh dari luas panen berkisar 949 hektare dengan rata-rata produktivitas berkisar 16,99 kwintal per hektare.

“Target produksi kedelai Sumut tahun 2021 tidak tercapai. Hal ini disebabkan luas pertanaman masih rendah. Petani kurang bersemangat menanan kedelai karena harga kedelai yang tidak sebanding dengan biaya produksi,” kata Bahruddin.

Namun tidak demikian dengan cabai. Produksi cabai merah Sumut tahun 2021 menurut Bahruddin, mencapai 204.425 ton dari luas panen berkisar 15.323 hektare atau rata-rata produktivitas berkisar 133,41 kwintal per hektare.

“Untuk cabai merah Sumut mengalami surplus berkisar 80.443 ton dengan tingkat kebutuhan berkisar 123.982 ton. Atas surplus itu, harga cabai sepanjang tahun 2021 bisa dibilang stabil. Tidak ada lonjakan harga yang signifikan” jelas Bahruddin.

Berbeda dengan prakiraan produksi bawang merah yang sejauh ini masih mengalami kekurangan. Produksi panen bawang merah Sumut tahun 2021 berkisar 51.655 ton (umbi basah) atau berkisar 33.059 ton umbi kering.

Produksi tersebut diperoleh dari luas panen berkisar 4.190 hektare dengan rata-rata produktivitas berkisar 123,28 kwintal per hektare.

“Produksi bawang merah yang kita peroleh belum mampu memenuhi kebutuhan bawang merah masyarakat Sumut yang mencapai 46.065 ton atau masih berkisar 71,77 persen saja yang baru terpenuhi. Artinya, kita masih kekurangan 13.006 ton bawang merah,” kata Bahruddin.

Begitupun, harga bawang merah sepanjang tahun 2021 menurut Bahruddin, terbilang stabil. Kalau pun ada lonjakan namun masih terkendali.red