Baca Juga:
Balige | SUMUT24.co
Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Toba dengan Prodi pariwisata budaya dan keagamaan Fakultas sosial dan humaniora Kristen Institut Agama Kristen Negeri Tarutung melaksanakan penandatanganan kerjasama (MoA) di sekretariat DPC HPI Toba, di Hotel Bahagia, Balige, Kabupaten Toba, Rabu (22/7).
Kerjasama yang disepakati bertujuan untuk peningkatan akademik, kompetensi tenaga kepariwisataan serta pengembangan fungsi dan tugas kelembagaan masing-masing.
Yulia Sitepu selaku ketua prodi pariwisata budaya dan keagamaan FISHK IAKN, dalam sambutannya menyampaikan harapan melalui kesepakatan yang terbentuk dapat membangkitkan industri pariwisata melalui peningkatan kompetensi bidang pariwisata.
“Kerjasama ini kiranya dapat membangkitkan semangat dalam upaya meningkatkan industri pariwisata, kami berkomitmen untuk bersama sama melakukan kegiatan di sektor pariwisata”, sebutnya.
Senada disampaikan Ketua DPC HPI Toba Sabaruddin Tambunan, menyampaikan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada HPI sebagai wadah himpunan profesi pemandu wisata yang diakui secara nasional. Kerjasama dengan IAKN, disebutkan, dapat berdampak ke arah yang lebih luas utamanya dalam peningkatan sumber daya manusia bidang pariwisata khususnya di kawasan Danau Toba.
Sejumlah program yang diinisiasi HPI, lanjutnya, telah terlaksana diantaranya pelatihan bahasa Jerman melalui program Ausbildung dan auffair.
Kegiatan yang dihadiri ketua DPD HPI Sumut Kus Endro didampingi sektlretaris Sarlen Damanik dan wakil Sekretaris Antonio Limbeng, pada kesempatan itu menjelaskan sejarah terbentuknya HPI. Banyaknya asosiasi yang mengaku sebagai asosisasi pariwisata hingga pada tanggal 5 Oktober 1988 negara mengukuhkan HPI dan seluruh asosialisi dilebur menjadi satu dalam HPI untuk mewakili Indonesia.
Pariwisata Indonesia terutama Sumut, diakui tidak selalu mulus dalam perjalanan kepariwisataan, pemandu wisata ditegaskan harus mampu mengikuti gelombang perubahan bahan di masa pandemi Covid-19 saat ini.
“Pariwisata kita khususnya Sumut memang naik turun, masa keemasan itu tahun 80 hingga 90 an. Namun dimasa sulit saat ini pun kita tetap ada jalan keluar, dimasa covid ini pun kita lakukan dengan virtual tour.
Dengan kemampuan IT yang dimiliki teman2 ini kita lakukan virtual tour”, tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Kus Endro menyatakan kesiapan HPI dalam mendukung kemajuan pendidikan di IAKN dan kemajuan pariwisata di kawasan Danau Toba.
Turut hadir mengikuti kegiatan, Fernando Sirait, Iskandar, Tio RJ Nadeak dan Herlina Saragih meakili IAKN, Patar Marpaung dan Barmin Sianipar dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba, Desima Gultom, Patrick Lumbanraja dan Santhy Saragih dari DPC HPI Toba. (des)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News