Rabu, 01 Juli 2026

Dana Refocusing Sebesar Rp 15 Milyar Belum Terealisasi, Penyerahan Bantuan Rentan Dijadikan Pencitraan

Administrator - Jumat, 01 Mei 2020 14:12 WIB
Dana Refocusing Sebesar Rp 15 Milyar Belum Terealisasi, Penyerahan Bantuan Rentan Dijadikan Pencitraan
Dana Refocusing Sebesar Rp 15 Milyar Belum Terealisasi, Penyerahan Bantuan Rentan Dijadikan Pencitraan SERDANG BEDAGAI | SUMUT24 Hingga saat ini, dana Refocusing sebesar 15 Milyar yang dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) untuk percepatan penanganan corona virus desease atau covid- 19 belum juga terealisasi untuk peruntukannya. Padahal, Pemkab Sergai terus memangkas anggaran di berbagai dinas maupun kegiatan untuk refocusing tahap dua yang diperuntukan untuk defisit anggaran. Sedangkan pembahasan recofusing untuk tahap pertama, hingga kini peruntukan belum jelas kemana arahnya. Bupati Sergai Ir. H. Soekirman selaku ketua gugus tugas percepatan penanganan covid- 19 kepada wartawan di posko gugus tugas, senin (27/4/2020) mengatakan, bahwa anggaran refocusing tahap pertama sebesar 15 M masih dalam pembahasan dengan alasan anggaran tersebut harus digunakan sesuai peruntukannya tanpa memberi kejelasan kapan akan di salurkan dan kemana saja akan di gunakan. Menyikapi hal ini, Kadis Kominfo Sergai Drs Akmal M.Si selaku juru bicara gugus tugas kepada wartawan membenarkan akan adanya pemotongan anggaran di dinas Kominfo tersebut termasuk anggaran Publikasi untuk media dengan alasan dana tersebut digunakan untuk Refocusing tahap kedua. Tidak hanya itu, Akmal juga menjelaskan, pemotongan tersebut tidak hanya kepada dana publikasi untuk media, namun dana safari ramadhan yang setiap tahunnya diadakan juga dialih ke Refocusing tersebut. Terpisah, terkait banyaknya dana yang dialihkan tersebut, Bupati LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Sergai Benhard Sihotang kepada Sumut24, kamis (30/4/2020) mengatakan, mencium aroma politis dari anggaran refocusing sebesar 15 M tersebut. Hal itu disebabkan lambannya terealisasi anggaran 15 Milyar tersebut. Apalagi hingga saat ini, Pemkab masih terus melakukan pembahasan pembahasan dari tahap I hingga tahap II namun belum juga ada kejelasan peruntukannya. “Jangan jadikan ajang ini sebagai pencitraan. Rakyat sudah lapar, himbauan pemerintah itu membuat ekonomi di Sergai kian lemah,” ujar Benhard Sihotang. Dikatakan Benhard, aksi-aksi Pemkab Sergai dengan memberikan sembako itu menjadi hal menakutkan bagi masyarakat bahwa Sergai yang mungkin dalam terancam krisis pangan. Padahal bantuan itu dari pengusaha bukan dari Pemkab Sergai. “Kemana anggaran 15 Milyar itu. Dampak covid-19 ini bukan baru satu atau dua hari, namun sudah tiga bulan lebih. Seharusnya Pemkab Sergai sudah menginformasikan kemana arah anggaran 15 M itu, jangan di tutupi, apa harus menunggu rakyat mati, “tegas Benhard.(Bdi)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bazar UMKM Ramaikan APEKSI XVIII Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
Polda Sumut Raih Nugraha Sakanti di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Terima Langsung dari Presiden
Mantan Ketua Ormas di Medan Ditangkap, Diduga Kelola Lokasi Judi Tembak Ikan
Refleksi HUT ke-436 Kota Medan 2026  Ahmad Afandi Harahap: Medan Harus Tumbuh Bukan Hanya Secara Fisik, Tapi Juga Meningkatkan Kualitas Hidup Warga
Dihadiri Wali Kota se- Indonesia, Peringatan Hari Jadi Kota Medan ke -436 Berlangsung Istimewa
Bank Sumut Gelar Pojok Sehat, Program Rutin Bagi Nasabah Pensiunan
komentar
beritaTerbaru