Rabu, 01 Juli 2026

Poli RSUD Tarutung Ditutup Sementara, Masyarakat Toba Takut

Administrator - Rabu, 29 April 2020 16:22 WIB
Poli RSUD Tarutung Ditutup Sementara, Masyarakat Toba Takut

Poli RSUD Tarutung Ditutup Sementara, Masyarakat Toba Takut

Baca Juga:

Toba|SUMUT24.co Beredar informasi menyatakan Poli RSUD Tarutung untuk sementara ditutup, pelayanan terhadap pasien di daerah itu memungkinkan untuk beralih ke fasilitas kesehatan di Kabupaten Toba menjadi perbincangan masyarakat.

Menyikapi kekhawatiran masyarakat terhadap pandemi Covid-19 sekaligus informasi yang beredar, RN (57) warga Balige spontan menyatakan penolakan akan kemungkinan yang akan terjadi.

“Aduh, tentu saja kita takut, apalagi kita yang tinggal di jalinsum. Kalau bisa janganlah kemari, takut nanti kena pula orang disini”, sebutnya.

Direktur RS HKBP Balige dr Nelson Siburian saat dikonfirmasi SUMUT24 membenarkan informasi yang beredar namun menyatakan kesiapan pelayanan kesehatan sesuai SOP yang berlaku.

“Memang untuk sementara poli RSUD Tarutung informasinya ditutup namun itu untuk sementara saja. Jika memang ada pasien warga Tarutung sesuai KTP tentu kita layani juga, kita lakukan rapid test lebih dahulu dan ini berlaku bagi semua”, sebutnya, Rabu (29/5) malam sekitar pukul 20.00 wib.

Direktur RSUD Tarutung selanjutnya Juru bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Tapanuli Utara saat dikonfirmasi melalui aplikasi Whatsapp selulernya tidak memberikan jawaban. Sementara Kadis Kesehatan Tapanuli Utara (Taput) Taput Alexander Gultom mengarahkan kepada Jubir guna mendapat informasi yang akurat.

Tidak puas menunggu jawaban yang tak kunjung diperoleh, konfirmasi ditingkatkan langsung kepada Bupati Taput Nikson Nababan dan menyatakan Pemerintah Kabupaten Taput hingga kini tetap fokus dalam percepatan penanganan Covid-19.

“Kita lagi fokus penanganan covid, tanya ke Wadir ya”, sebut Bupati Nikson.

Wadir Pelayanan RSUD Tarutung Karen Tobing, menjelaskan, poli RSUD Tarutung ditutup selama 14 hari sejak 28 April guna antisipasi penyebaran Covid-19.

“Malam buk, untuk sementara selama 14 hari ke depan poliklinik kita tutup demi menjaga agar tidak melebar dan menjaga agar tidak semakin banyaknya lagi yang dapat terpapar covid 19”, terangnya.

Pelayanan gawat darurat, lanjutnya, tetap buka melalui IGD 24 jam dan bagi pasien yang membutuhkan perpanjangan obat akan tetap berjalan.

Ditanya apakah pasien dialihkan ke RS HKBP Balige akibat ditutupnya poli sementara waktu, Karen menekankan, pasien BPJS yang terdata di Kabupaten Taput tidak dapat berobat ke RS HKBP Balige tanpa ada rujukan.

“Kalau pasien BPJS dari Taput tidak bisa berobat ke HKBP Balige. Kalau pasien yang tidak memiliki BPJS atau istilahnya pasien umum boleh bebas berobat kemana saja”, sebutnya.

Ditambahkan, dikarenakan sebagian petugas medis sedang menjalani isolasi maka petugas medis yang bertugas di poli sesuai jadwal yang diatur membantu unit yanb kekurangan tenaga.

Menanggapi pertanyaan, Bupati Toba Darwin Siagian melalui ajudan menyatakan akan menindaklanjuti. “Sudah dilapor kadis kesehatan mengenai itu tadi ke pak bupati, besok akan dibicaran pak bupati dengan kadis kesehatan dan direktur RS HKBP. Kadis kesehatan juga sudah koordinasi dengan Kadis Kesehatan Taput”, jawabnya.(des)

 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bazar UMKM Ramaikan APEKSI XVIII Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
Polda Sumut Raih Nugraha Sakanti di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Terima Langsung dari Presiden
Mantan Ketua Ormas di Medan Ditangkap, Diduga Kelola Lokasi Judi Tembak Ikan
Refleksi HUT ke-436 Kota Medan 2026  Ahmad Afandi Harahap: Medan Harus Tumbuh Bukan Hanya Secara Fisik, Tapi Juga Meningkatkan Kualitas Hidup Warga
Dihadiri Wali Kota se- Indonesia, Peringatan Hari Jadi Kota Medan ke -436 Berlangsung Istimewa
Bank Sumut Gelar Pojok Sehat, Program Rutin Bagi Nasabah Pensiunan
komentar
beritaTerbaru