Jumat, 03 April 2026

Bayek: Modal Paling Besar Tangani Covid-19 Adalah Modal Sosial

Administrator - Minggu, 12 April 2020 14:30 WIB
Bayek: Modal Paling Besar Tangani Covid-19 Adalah Modal Sosial

Bayek: Modal Paling Besar Tangani Covid-19 Adalah Modal Sosial Medan|SUMUT24 Anggota Komisi I DPRD Kota Medan, Mulia Asri Rambe, mengatakan modal yang paling besar dalam menangani wabah virus corona (Covid-19) ini adalah dengan melakukan modal sosial.

Baca Juga:

“Maksudnya, setiap warga yang mampu secara ekonomi, harus turun membantu masyarakat yang kurang mampu akibat dari penyebaran wabah virus ini,” kata Mulia Asri Rambe dalam rapat koordinasi Komisi I DPRD Kota Medan dengan Kabag Tapem, Camat, Lurah dan Kepling, Kamis (9/4) yang dipimpin Ketua Komisi I, Rudiyanto Simangunsong.

Caranya, kata pria yang akrab disapa, Bayek, ini masyarakat yang ekonominya mampu secara bersama mengumpulkan uang atau bentuk tim sendiri di lingkungan. “Makanya, Kepling harus dapat mendata orang kaya di lingkungannya,” katanya.

Menurut Bayek, modal sosial ini cara yang paling gampang kali untuk memutus mata rantai Covid-19. “Jadi, masyarakat yang kurang mampu bisa stay at home, sementara pemerintah bisa lebih fokus melakukan penanganan kepada orang yang terpapar Covid-19. Cara paralel kita bikin. Pemko Medan memutusnya dengan cara sendiri, tinggal fokus ke kesehatan, fokus beli APD untuk tenaga medis dan penyembuhan orang yang terinfeksi. Jangan semuanya rapid test, itu tak murah, seluruh dunia butuh itu, dimana mau mencarinya, adapun uangnya, barangnya tak ada,” ungkap Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar ini.

Jika semua dibebankan kepada pemerintah, sebut Bayek, tidak akan selesai dalam waktu dekat. “Makanya, semua pihak harus bekerjasama membantu pemerintah,” pintanya.

Memang, sambung Bayek, APBD Kota Medan 2020 Rp6 triliun lebih, mungkin itu hanya diatas kertas. “Kas Pemko Medan belum tentu ada, apa lagi ini masih bulan April. Beda kalau ini Nopember, mungkin kas berisi,” ujarnya.

Dalam antisipasi penyebaran Covid-19 ini, tambah Bayek, memang masyarakat ingin berada di rumah saja. Namun, karena desakan bertahan hidup membuat warga nekat keluar rumah, sehingga pemutusan rantai Covid-19 menjadi terhambat.

“Orang yang ekonominya mampu, jangan tanggung membntu. Jika kondisi ini terus terjadi, orang kaya juga bakal miskin. Kalau sudah miskin semua, kita jadi individual. Rakyat Indonesia ini dikenal dengan semangat gotong-royongnya,” bilangnya. (R02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Wakil Bupati Asahan Resmikan EduDay 2026, Dorong Integrasi AI dan Coding di Sekolah
Cerita dari Bukit Sinyonya: FIFGROUP Wujudkan Desa Sejahtera dan Sekolah  yang Lebih Layak
Manasik Haji Akbar Bank Sumut Diikuti 1.661 Jemaah,  Wagub Surya Tekankan Kesiapan Fisik dan Spiritual
PB Pendawa Indonesia Audiensi ke Kanwil Imigrasi Sumut, Dorong Komunikasi Dua Arah
Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia  Kian Bertumbuh di 2025
Kebakaran Gudang Mobil di Kisaran, Belasan Kendaraan Hangus Terbakar
komentar
beritaTerbaru