Wakil Bupati Asahan Resmikan EduDay 2026, Dorong Integrasi AI dan Coding di Sekolah
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan melalui Dinas Pendidikan resmi membuka kegiatan Seminar EduDay 2026 pada Kamis (2/4
News
Bupati Ashari Diduga Takut Dengan Camat Percut Sei Tuan
Baca Juga:
DELISERDANG I SUMUT24.co Adanya berbagai persoalan di Kecamatan Percut Sei Tuan yang diduga melibatkan Camat setempat, baik itu masalah sampah, penanganan pasar yang semraut, masalah pungli parkir dan seakan menganggap Wartawan sebagai musuh. Sepertinya sedikitpun oknum Camat Percut Sei Tuan tak ambil pusing. Ditambahlagi santernya pemberitaan terhadap sang camat.
Camat itu adalah Pamong atau pelayan masyarakat, jadi kalau Media atau wartawan dianggap musuh. Itu artinya sang camat perlu sekolah lagi mencontoh para seniornya yang menganggap wartawan adalah mitra yang tak terpisahkan. Sepertinya Bupati Ashari Tambunan diduga takut dengan sang Camat karena tak pernah menegornya, ucap Wakil Sekretaris Forum Eksponen Pemuda Deliserdang Hasan Basri Siregar kepada Wartawan, Kamis (9/4). Menurutnya, seperti Camat Percut Seituan Drs Khairul Azman Harahap MAP. Dan Sekcam Nasib Solichin yang diduga tidak akur dengan wartawan, sampai-sampai memblokir No Hp Wartawan adalah memang haknya, akan tetapi perlu diingat Wartawan adalah mitra sehingga wartawan perlu keterbukaan informasi publik sesuai UU No 14 tahun 2008. Makanya kalau sang Bupati juga tak pernah menegor atau menindaknya sah-sah saja kalau sang Camat kita sebut anak emas Bupati, ucapnya.
Sehingga dugaan masyarakat Deli Serdang selama ini, kalau Camat Percut Sei Tuan Khairul Azman itu anak emas Bupati Ansahri semangkin nyata. Apalagi Hal itu dapat ditandai, baik diberitakan maupun dikritik dia selalu bersikap ” anjing menggonggong kafilah berlalu”. Dan dia selalu berprinsip, yang penting aku masih dipercaya menjadi Camat Percut Sei Tuan oleh Bupati, mungkin begitu yang ada dibenaknya.
Ungkap Basri lagi, Saya katakan demikian bukan tanpa alasan, mari kita lihat hasil realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Deliserdang menjelang akhir tahun 2019 ternyata masih masih rendah.
Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) banyak yang belum mencapai target. Selain itu beberapa Kecamatan bahkan realisasi penerimaan retribusi daerah sampai 31 Oktober 2019 masih ada yang di bawah 50 persen.
Artinya kinerja Pemerintah Kecamatan Percut SeinTuan untuk peningkatan penerimaan PAD dapat nilai merah. Sesuai tolak ukur dibawah capaian target 67 persen masuk merah, di bawah 80 persen kuning dan di atas 80 persen hijau.
Dari data yang dihimpun di Badan Pendapatan Asli Daerah (Bapenda) Deliserdang, Selain Tanjungmorawa, Kecamatan yang kinerjanya buruk namun masuk kategori besar adalah Kecamatan Percut Seituan karena baru tercapai 49,77 persen, Lubukpakam 38,28 persen, Beringin 36,83 persen dan Patumbak 35,40 persen. Untuk Kecamatan Galang dan Pancurbatu berhasil memberikan kontribusi yang baik karena sudah diatas 80 persen dari target.
Atas kondisi ini, ketika itu Anggota DPRD Deliserdang, Misnan Al Jawi pun menyarankan agar Bupati Ashari Tambunan dapat mengganti pejabat-pejabat yang memang dianggapnya tidak serius untuk mencapai target PAD.
“Untuk apa dipertahankan kalau memang tidak bisa meningkatkan PAD. Sebab dalam hal ini APBD tidak mungkin bisa naik kalau PAD itu tidak mencapai target.
“Kalau enggak serius pejabatnya Bupati harus menggantnya dengan orang yang serius bekerja.
Ngapain payah-payah, masih banyak yang berpotensi SDM nya PNS ini. PNS yang mau menggali PAD itu masih banyak,” tutur Misnan ketika itu menyikapi buruknya pendapatan asli daerah ( Pad) Percut Sei Tuan.
Oleh karenanya kalau kita katakan seorang Camat Percut Sei Tuan Drs Khairul Azman itu anak emas Bupati Ashari kan tidak berlebihan, hingga ia sampai sekarang masih dipertahankan, tegasnya
Secara terpisah salah seorang Kades aktif di Percut Sei Tuan yang enggan namanya dicantumkan mengatakan, Kamis? (9/4 ) mengatakan, wartawan itu adalah mitra Pemerintah tidak hanya dalam hal publikasi berita, tetapi bisa juga sebagai penggali informasi di masyarakat, sehingga jika komunikasinya baik maka hal hal negatif/berita yang ada di masyarakat dapat segera diatasi/di perbaiki (jika berupa kesalahan) sebelum jadi santapan publik di media massa, atau sekarang media sosial.
Ditambahkannya lagi, Sebab Pemerintah(Pamong) tidak hanya butuh berita sanjungan, pujian tapi juga butuh berita Negatif(pandangan negatif warga) agar dapat segera melakukan evaluasi ke arah yang lebih baik, atau setidaknya pemerintah bisa menjelaskan jika ada salah informasi/komunikasi ditengah-tengah masyarakat, tegasnya. (Hari’S).
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan melalui Dinas Pendidikan resmi membuka kegiatan Seminar EduDay 2026 pada Kamis (2/4
News
Jakarta PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan Astra danbagian dari Astra Financial, terus berupaya mewujudkan komit
News
MEDAN Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menghadiri pembukaan Manasik Haji Akbar 1447 H/2026 M yang digelar PT Bank Sum
News
MEDAN, Dalam upaya memperkuat hubungan kelembagaan dan membangun komunikasi yang konstruktif, PB Pendawa Indonesia melaksanakan audiensi den
kota
Jakarta, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia atau Bank) mencatat akselerasi mobilisasi pembiayaan berkelanjutan yang melonj
Ekbis
sumut24.co ASAHAN, Sebuah peristiwa menghebohkan terjadi di Jalan Sisingamangaraja, Kisaran, Kabupaten Asahan, pada Kamis siang, 2 April 20
News
sumut24.co LANGKAT, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN kembali menghadirkan
News
sumut24.co MEDAN, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melaksanakan kunjungan kerja spesifik ke Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan yan
kota
Realisasi Pajak Deli Serdang TW I Tumbuh 34,7 Persen
kota
Bupati Solok Dampingi Wamenko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Ground Breaking Jembatan Gantung Saniang Baka
kota