Jumat, 03 April 2026

Membasmi Pemiskinan Bukan Menghilangkan Orang Miskin

Administrator - Selasa, 07 April 2020 02:00 WIB
Membasmi Pemiskinan Bukan Menghilangkan Orang Miskin

Membasmi Pemiskinan Bukan Menghilangkan Orang Miskin

Baca Juga:

Oleh : Drs H Syahrir Nasution MM Wakil Ketua HIKMA Sumut

MEMBASMI PEMISKINAN bukan MENGHILANGKAN ORANG MISKIN. Pada hakikat nya, dasar tuntunan ajaran St. SYAHRIR (lebih dikenal dengan Bung Syahrir ) yang dulu sewaktu pasca kenerdekaan merupakan Perdana Menteri pertama dalam kabinet Parlementer, adalah moral. Ajarannya yang utama itu memihak kpd orang kebanyakan yg MISKIN dlm segala “ sendi sendi kehidupan. Bung Syahrir, sangat “ menentang” terhadap: Penindasan , Penghisapan ( Exploitaire ) tenaga manusia dan Kesewenang2 an dari Golongan KECIL yg sedang berkuasa thd Golongan BESAR yg lemah dantak berdaya. Keberpihakan ajaran Bung Syahrir tsb karena memandang KEMANUSIAAN ( Humanity ) adalah: kebanyakan . Jadi dasar dan jiwa ajaran nya tsb adalah Rasa Kemanusiaan nya yg dilandasi oleh Moralitas yg dimilikinya serta Kwalitas Integritas nya selaku anak bangsa di negeri tercinta ini. Hari ini sungguh aneh para Petinggi negeri ini membungkus kata2 nya dlm menghadapi wabah virus penyakit Corona , seolah2 rakyat miskin jdi tertuduh penyebab merebak nya wabah ini, hal ini lah yg menyebab kan golongan The Have Not ini tertanya2 dlm bathin nya yg sudah lama Ter Lock Down akibat dri pahit getir nya kehidupan yg dialami nya. Padahal kemiskinan yg dialami oleh bangsa ini bukan lah keinginan mereka mereka yg “ papa “ tpi lebih disebabkan oleh : sistem apa yg disebut dng KEMISKINAN STRUKTURAL . Sudah banyak orang miskin saat ini “ GAGAP “ utk menjadi KAYA , tapi mereka juga sudah benci thd Kemiskinan serta sistem yg membuat PEMISKINAN diri nya itu. Inilah effect dri suatu Negara yg meng” Adopsi” sistem Kapitalisme di mana Pemerintah nya gagal mengentaskan kemiskinan apalagi menjalankan distribusi ekonomi kpd rakyat miskin. Tanpa “ Pemihakan Sistem” , yg lebih memihak kpd rakyat miskin , penanggulangan kemiskinan akan tetap membenturkan batu karang di tengah lautan. Perlunya perobahan mendasar paradigma seperti apa yg diperjuangkan para Founding Fathers bangsa ini ( SUHATSYAH ) Sukarno , Hatta & Bung Syahrir. Pemerintah selama ini melihat rakyat miskin hanya sbg masalah, bukan sbg “ Sumber Solusi”. Selama ini juga rakyat miskin dilihat sbg “ Objek yg mesti di santuni”, agat tidak semakin parah atau mati. Kebijakan ini bukanlah menyelesaikan masalah, melainkan berpotensi” mematikan inisiatif dan membuatkan ketergantungan. Bagi orang yg mengerti akan Sistem Kapitalisme plus Capitalisme Global saat ini, pantas lah Bung Syahrir jauh hari setelah kemerdekaan memberikan petuah bahwa: Karena utk menyemai kan bibit2 Capitalisme itu, rakyat harus “ Di bodohkandan di bunuh “ KEMERDEKAAN BERPIKIR” nya. Padahal kita sering lupa bahwa: Kemerdekaan Berpikir itu “ melampaui harga” dari suatu harta benda yg kita miliki. Justru itu Bung Syahrir mengatakan jiwa Humanis ny: Kebahagiaan pribadi yg setinggi tinggi nya yg bisa kita raih, harus berbarengan dng kebahagiaan umum ummat manusia. Oleh karena, sistem Kapitalisme yg diterapkan di belahan muka bumi ini tak terkecuali di Indonesia merupakan “ PEMISKINAN SISTEMATIS. Be With Allah & Allah Will Protect You. Kata2 bijak utk merobah sistem Kapitalisme tsb. Dahulu kala, hiduplah seorang Raja terkenal dari Macedonia, yaitu Alexander the Great atau Iskandar Agung. Pada saat akan meninggal, dalam keadaan kritis, sang raja berkata pada para dokter yg merawatnya “Ambillah separuh dari kekayaanku, jika kamu dapat mengantarkan aku menemui -Ibuku” Dokter menjawab “Jangankan separuh, bahkan seluruh kekayaan Baginda diberikan kpd hamba, hamba pun tidak mampu menambah 1 tarikan nafas” Mendengar jawaban tsb, air mata pun berlinang di pipi sang Raja, sambil berkata “Seandainya saya tahu begitu berharganya 1 tarikan nafas, maka saya tdk akan sia2kan waktu hanya utk mengejar kekuasaan” Kemudian sang Raja pun berpesan, agar nanti sewaktu diarak dlm peti mati menuju peristirahatannya yg terakhir, ia minta agar kedua tangannya dikeluarkan, agar setiap rakyatnya dapat melihat bhw Alexander Agung yg menguasai wilayah terbesar sepanjang sejarah harus berpulang dgn tangan kosong.***

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Wakil Bupati Asahan Resmikan EduDay 2026, Dorong Integrasi AI dan Coding di Sekolah
Cerita dari Bukit Sinyonya: FIFGROUP Wujudkan Desa Sejahtera dan Sekolah  yang Lebih Layak
Manasik Haji Akbar Bank Sumut Diikuti 1.661 Jemaah,  Wagub Surya Tekankan Kesiapan Fisik dan Spiritual
PB Pendawa Indonesia Audiensi ke Kanwil Imigrasi Sumut, Dorong Komunikasi Dua Arah
Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia  Kian Bertumbuh di 2025
Kebakaran Gudang Mobil di Kisaran, Belasan Kendaraan Hangus Terbakar
komentar
beritaTerbaru