SPPG Aek Marian Dibuka! Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution: Jangan Sampai Gizi Anak Terabaikan
SPPG Aek Marian Dibuka! Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution Jangan Sampai Gizi Anak Terabaikan
kota
Truk Tangki CPO Dipaksa Masuk Gudang Penampungan Ilegal
Baca Juga:
- SPPG Aek Marian Dibuka! Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution: Jangan Sampai Gizi Anak Terabaikan
- Wabup Madina Sidak Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah, Atika: Jangan Bagus Hanya Saat Dikunjungi!
- Wabup Atika Lepas 133 Jamaah Manasik Haji Bank Sumut, Pesan Tegas: Fokus Ibadah, Bukan Media Sosial!
Langkat|SUMUT24 Truk-truk tangki pengangkut crude palm oil (CPO) yang melintasi Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) malai dari Kecamatan Besitang – Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara rentan pemaksaan untuk masuk ke gudang – gudang penampungan tanpa izin/ilegal yang ada di beberapa titik ruas Jalinsum Langkat. Jika tidak mau masuk, supir truk dipukuli oleh pekerja gudang, setelah truk mereka dihentikan secara paksa.
Para sopir tak berdaya, karena pengelola gudang-gudang penampungan truk tangki ‘kencing’ itu merupakan oknum – oknum aparat dari kesatuan tertentu. Sehingga pekerja gudang berani melakukan aksinya dengan cara paksa terhadap truk – truk tangki CPO.
Terjadi di salah satu gudang penampungan CPO ilegal di pinggiran Jalinsum Dusun IX Tangkahan Pinang, Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Langkat. Tak tahan dengan pemaksaan dan penganiayaan yang dilakukan oknum – oknum pekerja gudang penampungan, seorang sopir mengadu ke polisi.
“Rabu (4/3/2020), Suwito (28) seorang supir truk tangki CPO penduduk Dusun I, Desa Keramat Hajah, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke Polsek Gebang, Langkat,” sebut beberapa warga di sekitar gudang di Tangkahan Pinang yang tidak mau disebutkan identitasnya, Kamis (5/3).
Atas kejadian itu, Polsek Gebang Rabu malam meringkus 2 orang laki-laki yang diduga telah melakukan penganiyaan terhadap supir/korban, sesuai dengan LP/15/III/2020/SU/LKT SEK-GEBANG. tanggal 04 Maret 2020.
“Identitas tersangka yakni Junaidi (47), warga Dusun V, Desa Teluk Hulu, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, dan M Asmul (28) warga Desa Pematang Tengah, Dusun Kusuma, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat,” kata Kapolsek Gebang, AKP Ricson Sinaga.
Dikatakan Kapolsek, penganiayaan itu bermula, truk tangki pelapor/korban yang bermuatan CPO melintas di Jalinsum Dusun IX Tangkahan Pinang, Desa Air Hitam, Gebang, diberhentikan oleh pelaku Junaidi bersama rekan-rekannya yang berjumlah 6 orang. Truk korban disuruh mundur dan masuk ke dalam lokasi tempat penampungan minyak CPO.
Setelah korban turun dari truknya, korban mengatakan kepada pelaku Junaidi, dengan ucapan “bang kemarin itu banyak kali susutnya bang”. Namun pelaku Junaidi langsung memukuli korban bersama teman – temannya. Dan CPO yang dibawa truk tangki korban tetap diambil secara paksa oleh pelaku dan rekan – rekannya sebanyak 1 gelang, atau seberat 80 kg, dan dibayar oleh pelaku Rp 300.000.
“Atas kejadian itu, korban merasa keberatan dan melaporkan ke Polsek Gebang guna proses hukum,” katanya lagi.(Red)
SPPG Aek Marian Dibuka! Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution Jangan Sampai Gizi Anak Terabaikan
kota
Wabup Madina Sidak Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah, Atika Jangan Bagus Hanya Saat Dikunjungi!
kota
Wabup Atika Lepas 133 Jamaah Manasik Haji Bank Sumut, Pesan Tegas Fokus Ibadah, Bukan Media Sosial!
kota
Bupati Padang Lawas Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan
kota
Pasien RSH Terpaksa Amputasi, Direktur RS Permata Madina Fokus Hadapi Somasi
kota
Respons Cepat! Polres Padangsidimpuan Dalami Kasus Penemuan Mayat &ldquoBoru Limbong&rdquo di Aek Tampang
kota
Gaspol Transparansi! Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Serahkan LKPD 2025 ke BPK
kota
LPA Sumut Kecam Dugaan Malapraktik di RS Permata Madina, Tangan Bocah Diamputasi &ldquoPasien Datang untuk Sembuh, Bukan Cacat!&rdquo
kota
Kapolres Tapsel Bersinergi dengan JMSI Tabagsel, AKBP Yon Edi Winara Media Mitra Strategis Jaga Kamtibmas
kota
Kisah Pilu Dimas di Barumun, Niat Merantau Berakhir Tragis di Kamar Mandi Rumah Makan
kota