Senin, 29 Juni 2026

Masker Langka dan Mahal, KPPU Sidak Distributor

Administrator - Kamis, 05 Maret 2020 15:04 WIB
Masker Langka dan Mahal, KPPU Sidak Distributor

Masker Langka dan Mahal, KPPU Sidak Distributor

Baca Juga:

Medan | sumut24

Akibat jadi barang langka dan harganya mahal, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I Medan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke gudang distributor alat kesehatan di Jalan Mojopahit Medan, Kamis (5/3/2020).

Dalam sidak itu KPPU Medan mendapatkan kenaikan harga masker drastis yang 3 bulan lalu hanya Rp35 Ribu per kotak sekarang naik menjadi Rp125 Ribu per kotak.

Kepala Kepala KPPU Kanwil I Medan Ramli Simanjuntak juga sempat berdebat dengan Direktur PT Dimas Andalas Makmur Meliana Manurung terkait harga jual masker yang jomplang.

“Dulu dari pabrik harga Rp35 Ribu dijual kembali Rp40 Ribu mengapa sekarang dari pabrik Rp100 Ribu dijual ke rumah sakit Rp125 Ribu, dulu hanya Rp5 Ribu naiknya,” kata Ramli.

Menjawab itu, Meliana menyebutkan kenaikan disebabkan ongkos kirim dan mengantisipasi rush (pembelian besar-besaran).

Menanggapi hal itu, Ramli menegaskan supaya distributor tidak bermain harga dan jangan sampai mengambil keuntungan berlebih.

Menurut Ramli apabila hal tersebut terjadi, KPPU pun siap mengambil tindakan hukum jika ada pengusaha yang melakukan pelanggaran. Pelanggar terancam denda maksimal Rp 25 miliar, hingga pencabutan izin usaha.

Dalam sidak tersebut, KPPU menemukan adanya kenaikan harga masker hingga 1.000 persen, pihaknya sudah memastikan saat ini harga masker di tingkat pabrikan ke distributor berada di angka Rp100 ribu per kotak. Sedangkan di tingkat distributor ke pengecer dijual di angka tertinggi Rp150 ribu.

“Jangan karena permintaannya tinggi, sehingga menjadi alasan pengusaha untuk menaikkan harga. KPPU belum menemukan ada kartel masker. Ini kami cari integrasi partikalnya. Indikasinya, kalau saya sebagai investigator. Saya mengatakan itu tetap ada,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur PT Dimas Andalas Makmur Meliana Manurung menjelaskan bahwa, stok masker di gudang mereka masih ada. Pihaknya juga masih melayani permintaan dari rumah sakit dan masyarakat. Namun dia tidak menampik ada penurunan pasokan dari pabrik.

“Ada penurunan dibanding yang sebelum-sebelumnya. Tapi kita pastikan bahwa, secara continue dari pabrik masih pasok ke kita. Penurunannya sekitar 50 persen semanjak Corona,” jelasnya.

Sejauh ini, permintaan masker dari rumah sakit masih normal. Peningkatan permintaan terjadi pada masyarakat.

“Kami tidak pernah menimbun stok. Kami tetap supply seperti biasa. Harga nya naik. Kalau dulu dulu itu Rp 35 ribu. Sekarang Rp125 ribu dan kami melayani untuk Sumut dan Aceh,” tambah Meliana. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Di Forum Pangan Nasional APEKSI, Wali Kota Medan Dorong Kerja Sama Antardaerah Atasi Keterbatasan Lahan
Dasco Terima Audiensi DPP FAGAR, Aspirasi Guru Honorer Disampaikan ke DPR RI
Wakil Bupati Pakpak Bharat Pimpin Upacara Peringatan Harganas Ke 33
Bupati Asri Ludin Hadiri Peresmian Gedung Universitas ST Bhinneka, Dorong SDM Unggul dan Inovatif
Bank Sumut Salurkan Zakat Pegawai, 100 Anak Ikuti Khitan Massal
Dosen UNPAB Raih Gelar Doktor di Universitas Indonesia, Perkuat Komitmen pada Inovasi dan Riset
komentar
beritaTerbaru