Rabu, 01 April 2026

Waspadai Virus Corona di Sumut, Pemerintah Harus Transparan

Administrator - Rabu, 04 Maret 2020 14:45 WIB
Waspadai Virus Corona di Sumut, Pemerintah Harus Transparan

Waspadai Virus Corona di Sumut, Pemerintah Harus Transparan

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24 Virus Corono COVID-19 terus mewabah di saentro dunia termasuk di Indonesia bahkan Sumut.seperti satu orang warga di Medan, harus menjalani pemantauan setelah diduga suspect terinfeksi virus corona (COVID-19) sehingga harus dirujuk dari Rumah Sakit Umum (RSU) Haji ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan.Namun setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu, warga tersebut dinyatakan sehat, meski harus tetap menjalani pemantauan, karena memiliki riwayat kontak dengan warga negara Singapura.Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) dr Alwi Mujahit Hasibuan melalui Sekretaris Dinas dr Aris Yudhariansyah menyampaikan, ada tiga kriteria yang ditetapkan terhadap kasus COVID-19. Pertama, adalah pemantauan terhadap orang sehat yang baru pulang dari negara terpapar, kedua orang dalam pemantauan (ODP) berupa orang yang sakit seperti pilek, dan ketiga pasien dalam pengawasan (PDP) yakni yang mendapatkan perawatan di ruang isolasi.”Untuk kasus pasien yang dirujuk dari RS Haji ke RS Adam Malik kemarin, ialah ODP. Sebab ia sudah dinyatakan sehat, tapi masih akan dilakukan pemantauan,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (4/3/2020).Aris menjelaskan, pemantauan itu dilakukan selama 14 hari terhitung sejak ia dipulangkan ke rumah. Nantinya, kata dia, yang bersangkutan akan di monitor setiap hari oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dimana ia berdomisili.”Jadi artinya, masyarakat tidak perlu panik. Karena pasien yamg dikirim tidak termasuk dalam kriteria yang terkonfirmasi corona,” tandasnya.

Sementara Itu Ketua Sumut Institute Osriel Limbong berpendapat, Bahwa dalam wabah virus corono di Dunia termasuk di Indonesia dan Sumut harus ama-sama diwaspadai, dalam hal ini pemerintah harus terbuka dan transparan adanya virus Corona, kalau memang sudah ada yang terjangkit dan diisolasi di salah satu di rumah sakit harus benar-benar terbuka jangan ditutup-tutupi sehingga masyarakat tidak dibuat bingung. sementara pendapat ada yang negatif dan positif. makanya disinilah peran pemerintah jangan sampai masyarakat panik karena banyak beredar info yang aneh-aneh tentang virus corona di Sumut, ungkapnya.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara masalah pembangunan dan juga persiapan PON 2024. Selain itu, Edy mendapat pesan dari Jokowi perihal virus corona COVID-19. “Pada beliau menyampaikan waspadai hati-hati dan jangan sampai kita ceroboh. Namun demikian masyarakat tidak boleh menjadi stres menjadikan gundah, menjadikan kesulitan,” ujar Edy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, kemarin.Apalagi, pemerintah baru saja mengumumkan 2 kasus virus corona. Untuk itu, Edy dan jajarannya sudah menyiapkan 15 ruangan di RS untuk keperluan isolasi.”Ada 15 ruangan untuk mengisolasi,” kata Edy.

Wagubsu Musa Rajekshah mengatakan, Dengan adanya Call Center yang telah kita buka adalah bentuk kesigapsiagaan kita dalam menghadapi Virus Corona yang dikabarkan sudah masuk di Indonesia. Kita harus siap siaga dari awal, bukan karena kita di sini merasa panik, tidak. Kita siapkan semua yang diperlukan, mulai dari peralatan peralatan pencegahan seperti thermal scanner, ruangan-ruang di rumah sakit, call center corona, dan semuanya yang diperlukan untuk pencegahan.Koordinasi lintas sektor/instansi telah kita lakukan, mulai dari BIN, Otoritas Bandara Kualanamu, PT Angkasa Pura II, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I, rumah sakit pemerintah dan swasta, Kepolisian, TNI dan instansi lainnya. Pemerintah Provinsi Sumatra Utara memastikan fasilitas-fasilitas kesehatan telah siap jika menemukan pasien positif Covid-19.Untuk masyarakat, tak perlu panik, sehingga tak perlu melakukan hal hal seperti membeli sembako berlebihan, terlebih masker. Sampai sampai masker saat ini harganya melonjak berlipat-lipat ganda. Ini tadi kami juga sudah koordinasikan dengan pihak terkait. Saya rasa ini berlebihan dan kami juga meminta kepada Polda Sumut bekerja sama dengan Dinas Perindustrian untuk melacak pedagang-pedagang yang menaikkan harga masker secara tidak masuk akal atau bahan-bahan makanan.

Hingga saat ini, ada dua orang yang terjangkit corona. Dua orang itu berasal dari Depok Jawa Barat, merupakan perempuan dewasa ibu (64) dan putrinya (31). Saat ini keduanya dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Tanjung Priok, Jakarta Utara.Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto membantah pemerintah kecolongan terhadap masuknya virus corona ke Indonesia. Terawan menegaskan semuanya sudah bekerja keras menjaga ketahanan kesehatan nasional. “Bukan masalah ada-tidaknya virus, tetapi ketahanan kesehatan nasional itu menunjukkan kesiapan kita, ini nggak ada istilah kecolongan, nggak ada. Kita sudah berjuang sudah berapa bulan, luar biasa, terima kasih semuanya,” kata Terawan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta. Diberitakan sebelumnya, diduga karena terinfeksi COVID-19, sebanyak 4 orang warga di Sumatera Utara (Sumut) sempat harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, dalam kurun waktu beberapa hari terakhir. Keempatnya, masing-masing satu pasien dirujuk dari Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan, satu pasien dari RSU Murni Teguh, satu pasien dari Klinik di Medan, dan satu lagi dari RS di Padangsidimpuan.PIC Tim Penyakit Infeksi New-Emerging (PINERE) RSUP Haji Adam Malik dr Ade Rahmaini SpP menegaskan, dari keempat pasien tersebut tidak ada satu pun pasien yang suspect ataupun positif COVID-19. Adapun pasien dari RSU Haji dan RSU Murni Teguh dirujuk kemarin, pasien dari Padangsidimpuan pada dinihari tadi, dan pasien dari klinik datang karena keinginan sendiri.”Saat ini keempatnya sudah di pulangkan. Namun satu pasien yang dirujuk dari RS Haji masih dilakukan pemantauan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumut,” ungkapnya.Ade menjelaskan, dari hasil pemeriksaan gejala klinis maupun foto thorax yang sudah dilakukan, keempatnya dalam kondisi sehat (tidak suspect (COVID-19). Adapun diagnosanya hanya infeksi saluran pernafasan saja.”Untuk satu pasien kenapa dilakukan pemantauan, karena dia memiliki riwayat kontak dengan warga asal Singapura,” jelasnya.(Red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
SPPG Aek Marian Dibuka! Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution: Jangan Sampai Gizi Anak Terabaikan
Wabup Madina Sidak Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah, Atika: Jangan Bagus Hanya Saat Dikunjungi!
Wabup Atika Lepas 133 Jamaah Manasik Haji Bank Sumut, Pesan Tegas: Fokus Ibadah, Bukan Media Sosial!
Bupati Padang Lawas Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan
Pasien RSH Terpaksa Amputasi, Direktur RS Permata Madina Fokus Hadapi Somasi
Respons Cepat! Polres Padangsidimpuan Dalami Kasus Penemuan Mayat “Boru Limbong” di Aek Tampang
komentar
beritaTerbaru