Senin, 29 Juni 2026

Ian Singleton : Restorasi Orangutan Tapanuli Skala Prioritas

Administrator - Kamis, 20 Februari 2020 04:53 WIB
Ian Singleton : Restorasi Orangutan Tapanuli Skala Prioritas

Medan I SUMUT24.CO

Baca Juga:

Direktur Konservasi PanEco Foundation, Ian Singleton mengatakan, semua pihak harus ikut peduli atas kelangsungan hidup Orangutan Tapanuli. “Dampak atas proyek pembangkit listrik tenaga air PLTA Batangtoru yang dilakukan oleh PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) terhadap keberlangsungan masih dapat direstorasi,” demikian disampaikan Ian Singleton kepada wartawan usai berbicara pada Workshop “Collaboration On The Conservation of the Tapanuli Orangutan and Its Habitats in The Batangtoru” di Hotel Cambridge, Medan, Rabu (19/2).

“Program NSHE dampaknya tidak terlalu besar, sebagian besar lahan yang akan dibuka ataupun sudah dibuka dapat direstorasi. Maka jika NSHE melakukan mitigasi, kita bisa akui bahwa dampaknya secara fisik bagi orangutan bisa minimal,” katanya.

Ian Singleton menjelaskan beberapa persoalan yang dikhawatirkan terhadap keberlangsungan hidup Orangutan Tapanuli yakni adanya potensi terputusnya jalur migrasi mereka dari antar blok di Batangtoru. Padahal menurut Ian, hal ini dapat diatasi dengan beberapa program mulai pembuatan jalur penyeberangan dan menghindari adanya pembangunan jalan yang terlalu lebar.

“Harus dipastikan orangutan dapat menyeberang antar blok sehingga bisa berkembang biak. Saya senang bahwa tutupan hutan disana masih luas dan jalan tidak terlalu besar, sehingga orangutan bisa menyeberang,” ujar Ian Singleton.

Ian menambahkan, pelestarian Orangutan Tapanuli selaku jenis kera besar yang paling terancam punah harus dilakukan lintas kalangan. Pihak pemerintah, masyarakat maupun sektor-sektor private yang ada di Batangtoru.

“Harus dilakukan dengan kepedulian bersama. Kerjasama harus dimaksimalkan, saya harap workshop ini menjadi awal memfasilitasi untuk menggedor semua pihak untuk peduli Orangutan Tapanuli,” sebut Ian Singleton.

Herbeth Lubis: Pembangunan PLTA Batang Toru Berlanjut

PT North Sumatra Hydro Energy (NSHE) sebagai perusahaan yang akan membangun PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan, mengakui bahwa kawasan hutan Batang Toru, tempat mega proyek itu nantinya berdiri, adalah wilayah patahan atau sesar. Hal itu sesuai dengan hasil penelitian tim geologi yang telah dilakukan sebelumnya.

“Itu benar, memang ada tim peneliti yang menyebutkan itu adalah kawasan patahan,” aku Konsultan PT NSHE Herbeth Lubis.

Menurut Herbeth, karena itu, nanti akan dicari tahu jarak aman pembangunan PLTA itu dari lokasi patahan. Dikatakannya, pihaknya tentu juga akan mempertimbangkan potensi gempa.

“Tentu nanti ada jarak. Pastinya akan diteliti oleh para ahli, seberapa jauh jarak yang aman. Yang pasti pembangunan akan tetap berlangsung karena sudah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN. Pembangunan dimulai 2021,” kata Herbeth.

Herbeth juga menampik kemungkinan adanya pembelahan sungai maupun hutan untuk kebutuhan PLTA itu. Menurutnya prinsip PLTA Batang Toru menyesuaikan dengan aliran sungai yang ada.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan PLTA Batang Toru menuai pro dan kontra. Sejumlah pihak yang menolak pembangunan ini menyebut bahwa lokasi pembangunan tidak tepat. Selain berada di wilayah patahan juga mengancam populasi Orangutan Tapanuli yang saat ini terancam punah. (R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Optimalkan Pertumbuhan padi, Babinsa Ngembul Bantu Petani Bersihkan Rumput Liar
25 Wakil Menteri Masih Rangkap Jabatan Komisaris BUMN, Putusan MK Tegaskan Larangan
Bupati Solok dan Bupati Tanah Datar Sepakati Dukungan Pembangunan Batalyon TP 951
Menjaga Gerbang Negeri dari Siem Reap: Indonesia dan Politik Baru Perbatasan Keimigrasian
Silaturahmi Bulanan UNPAB Perkuat Kebersamaan dan Berikan Apresiasi bagi Dosen Berprestasi
Taekwondo Berastagi Juara Umum SNTC, Raih Piala DPR RI DR. H. Musa Rajekshah
komentar
beritaTerbaru