Baca Juga:
Pantai Labu I Sumut24
Air Bersih salah satu kebutuhan utama terlebih lebih masyarakat yang berdomisili sekitar pinggir pantai. Hal ini diungkapkan Asbiar Dalimunte (57) Tokoh Masyarakat Desa Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang kepada SUMUT24, Rabu (22/1).
Air yang ada disekitar pinggiran Pantai air tersebut biasa nya terasa payau bahasa melayu nya yang arti nya air tersebut tidak terasa apa pun.
“Inilah yang sering kami alami dan menjadi permasalahan ditengah tengah masyarakat umum nya masyarakat tepi pantai,” ungkapnya.
Tetapi untuk tahun 2019 ini kami masyarakat Desa Bagan Serdang ini sudah merasakan dan menikmati ada nya air bersih. Saat ini disetiap rumah kami sudah dialiri air bersih.
Yang mana Program air bersih ini adalah solusi yang telah diberikan Pemerintah Desa Bagan Serdang yang saat ini dipimpin oleh Imran AZ pada rakyatnya. Dan selayak nya selaku rakyat dari Desa bagan Serdang sudah selayak nya mengucap kan terima kasih atas kebijakan yang telah diambil Pemerintah untuk kepentingan orang banyak.
Kini jalan dari Desa Rantau Panjang menuju Desa Bagan Serdang pada malam hari sudah terang benderang dan telah menepis imejs seram bagi orang pendatang ke Desa ini.
Walaupun kami selaku warga dikenakan biaya pembayaran setiap bulan nya tetapi kami sebagai masyarakat tidak ada yang keberatan.
“Pada kesempatan ini saya salah seorang masyarakat yang ditua kan di Desa ini mengajak seluruh komponen masyarakat Desa untuk selalu mendukung Program yang di lakukan Pemerintah teristimewa Pemerintah Desa yang pro rakyat. Dan tetap akan melakukan kritik pada Pemerintah yang sifat nya kritik untuk membangun,” pungkasnya.
Kepala Desa Bagan Serdang Imran AZ yang ditemui Wartawan di Kantornya membenarkan dikenakan pembayaran untuk pemakaian air bersih pada masyarakat sebesar Rp.500/meter.
“Dana ini digunakan untuk pembayaran Rekening Listrik yang digunakan untuk pengoprasian air bersih tersebut. Untuk lampu jalan sebagai penerangan jalan menuju Desa ini yang telah di pasang 45 titik dan semua ini mengguna kan biaya dari ADD tahun 2019 yang lalu,” ujarnya. (ir)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News