Baca Juga:
MEDAN I SUMUT24
Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Dharma Bakti MS mengusulkan kepada Pemerintah dan para pemangku pendidikan agar memasukkan keterampilan Berternak Lebah ke dalam Kurikulum Pendidikan Nasional.
Hal itu dikemukakan Prof Dharma Bakti kepada wartawan terkait kurang respeknya kalangan generasi muda untuk terjun menekuni dunia peternakan lebah madu sebagai lapangan pekerjaan.
Padahal, kata Dharma Bakti pada acara silaturahmi Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di kediamannya, beberawa waktu lalu, potensi berternak lebah madu sebagai usaha untuk memenuhi permintaan madu murni sebagai sumber nutrisi kesehatan dan pengobatan cukup menjanjikan.
Di Thailand, katanya, peternakan lebah madu langsung dikelola kerajaan (negara) dan pekerjanya banyak didatangkan dari Jawa Timur. “Ini perlu diperhatikan Pemerintah Indonesia,” tuturnya.
Sementara Prof. Dr. Ir. Hj. Rosmayati MS yang juga ahli di bidang pertanian menyarankan kepada masyarakat untuk menanam pohon Kaliandra sebagai pakan yang disukai lebah dan berbunga sepanjang tahun.
Pohon Kaliandra ini, kata Prof Rosmayati, cocok ditanam di dataran atau di tebing bersuhu di bawah 30 derajat Celcius.
“Bila ditanam di dataran rendah bersuhu panas, usahakan ada pohon pelindung untuk menurunkan suhu panas,” saran Rosmayati yang juga Wakil Rektor I Universitas Sumatera Utara.
Terpisah Ketua Iptek Lebah Madu Provinsi Sumatera Utara Drs. M. Achir Lubis mengatakan, potensi peternakan lebah madu di Sumatera Utara masih prospektif untuk ditekuni para pencari kerja. Pasalnya dengan berternak lebah madu bisa menghasilkan jutaan rupiah per bulannya.
“Dengan berternak lebah kelestarian lingkungan juga ikut terjaga,” pungkas Lubis sembari menyatakan kesiapan dirinya mendidik generasi muda atau siapa saja yang mau belajar ternak lebah bisa datang langsung ke Sekolah Bina Bersaudara Titikuning Medan setiap hari kerja. (red)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News