Selasa, 31 Maret 2026

Prof. Dr. Nawir Yuslin MA Ajak Kebaikan dan Menolak Kemungakaran

Administrator - Senin, 20 Januari 2020 14:18 WIB
Prof. Dr. Nawir Yuslin MA Ajak Kebaikan dan Menolak Kemungakaran

 

Baca Juga:

LANGKAT | SUMUT24

Untuk mengisi pengajian rutin pimpinan cabang muhammadiyah pekan Tanjung Pura kali ini menghadirkan penceramah bapak Prof. Dr Nawir Yuslim MA dari medan yang dihadiri oleh seluruh pimpinan ranting serta simpatisan muhammadiyah di kecamatan Tanjung Pura, Minggu (19/1/2020).

Yusrizal selaku ketua PCM Tanjung Pura dalam kata sambutanya sangat mengucapkan terimakasih kepada bapak Prof Dr Nawir yuslim yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi pengajian pekan tanjung pura ini demikian juga terimaksih beliau kepada seluruh pimpinan ranting kecamatan tanjung pura dan simpatisan yang telah sudi memadati mesjid taqwa pekan tanjung pura ini selanjuntnya dikatakan pula bahwa salah satu bukti dakwah muhammadiyah ialah melalui pengajian oleh sebab itu organisasi muhammadiyah tidak bisa dipisahkan dengan pengajian ibarat pengajian adalah ruh nya muhamadiyah jika apabila ruh nya tidak ada maka muhammadiyah itu so pasti akan mati oleh sebab itu kita hadiri terus menerus pengajian baik ditingkat ranting maupun tingkat cabang di daerah,” jelasnya

Nawir Yuslim MA dalam ceramahnya mengemukakan surat ali imran ayat 3 yang berbunyi hendaklah sebagian dari kamu mengajak kepada kebaikan dan menolak segala kemungakaran oleh sebab itu dimana – mana ayat tersebut sudah pasti merupakan acuan organisasi muhammadiyah untuk melaksanakan dakwah dimana dan kapan saja pun sehingga organisasi muhammadiyah sangat mengutamakan kesejahteraan umat melalui pendidikan, kesehatan dan perekonomian secara baik dan benar.

Selain daripada itu Rasulullah SAW sangat mengkhawatirkan akan umatnya yang beliau katakan akan datang suatu masa nanti kepada umatku tidak lagi memikirkan mana yang halal dan mana yang haram tetapi mereka melakukan sesuai kehendak hatinya oleh sebab itu marilah kita berpegang teguh kepada sunnah dan perlu diingat bahwa sunnah itu ada dua macam yaitu sunnah makbul dan sunnah mardut, sunnah makbul ialah apa yang dicontohkan Rasulullah SAW sementara sunnah mardut ialah yang tidak dicontohkan Rasulullah SAW.

Selanjuntya Rasulullah juga menyampaikan kepada para sahabat bahwa akan datang kepada umatku nanti yang mereka memikirkan dan beranggapan bahwa setiap keberhasilan itu tidak terlepas dari kemaksiatan dan hal ini banyak kita lihat saat ini banyak orang yang memperoleh jabatan melalui kemaksiatan dengan melakukan sogok menyogok padahal cara seperi itu tidak dibenarkan dalam islam oleh sebab itu mari kita perbaiki cara berfikir melalui hati nurani ibarat timbangan apabila baik dan bersih ia pasti akan mengeluarkan jarum yang tepat tetapi apabil timbangan itu berkarat sudah pasti sulit untuk menunnjukkan jarum kebenaran ibarat lampu jalan warna merah ia terobos langsung karena fikiran dan hatinya sudah rusak dan pada saat ini sudah banyak manusia berfikir seperti zaman jahiliyah apabila sudah mati, ya tamat itulah sebabnya Rasulullah SAW diutus kepermukaan bumi ini untuk melakukan dakwah untuk pertama kali ialah aqidah karena apabila aqidah nya baik niscaya akan menghasilkan yang baik pula maka Rasulullah menawarkan kepada zaman jahiliyah untuk mengesakan allah sekaligus menjelaskan bahwa apabila sudah mati pasti akan ada hari berbangkit yaitu hari pembalasan.” Tandasnya. (wit)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Menaker Tekankan Peningkatan Layanan Kemnaker agar Lebih Mudah Diakses
Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa Amankan Pelaku Pencurian dengan Pemberatan
GARUDA 08, SYAMSUL RIZAL : MENGECAM SIKAP AGRESIF TENTARA ISRAEL ATAS KEMATIAN ANGGOTA TNI DI LIBANON
DPRD Padangsidimpuan Bedah Kinerja Pemko 2025, LKPJ dan Pasar Sangkumpal Bonang Disorot Tajam
Musrenbang RKPD 2027 Tapsel Digelar, Kapolres Yon Edi Winara: Stabilitas Keamanan Kunci Sukses Pembangunan
Resmi! Bupati Putra Mahkota Alam Hasibuan Resmikan Kantor Bupati Padang Lawas yang Baru, Era Pelayanan Publik Lebih Modern Dimulai
komentar
beritaTerbaru