Baca Juga:
MEDAN I SUMUT24.co
Permainan pengangkatan 13 tenaga honorer di RS Haji Medan mulai terkuak, tidak ada pengumuman, tidak ada panitia seleksi, namun tiba-tiba 13 honorer sudah ada dan bekerja di RS Haji Medan sehingga penerimaan tenaga honor tersebut diduga sarat KKN serta jelas melanggar Pergubsu No 50 Tahun 2017. Begitu juga karena sudah sempat heboh dan untuk menutupi permainan kotor tersebut diam-diam 13 honorer tersebut dirumahkan sementara, sambil para oknum tersebut membentuk panitian seleksi honor dan sebagainya untuk menutupi kebusukannya. Masa lebih dulu terpilih honorer sementara pengumuman dan panitia seleksi tidak pernah ada,ucap sumber.
Kita berharap Gubsu membatalkan semua pengangkatan 13 tenaga honorer tersebut selain cacat hukum juga aroma KKN sangat kental, ucap Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi Hendra Hutagalung kepada Wartawan, Minggu (15/12). Menurut Hendra, Kami mendapat kabar bahwa pengelolaan RS Haji Medan bukan semakin baik semenjak dipimpin oleh Khainir, malah sebaliknya makin amburadul. Makanya dalam hal ini Gubsu segera bertindak tegas, bagaimana RS haji Medan mau bertaraf internasional kalau mental para pejabatnya belum benar-benar ikhlas mengelola rumah sakit, ucapnya.
Apalagi semenjak kepemimpinan Khainir suka hati merobak jabatan. Bisa-bisanya dokter spesialis dibuat distruktural. Begitu juga kabarnya anak dan menantu mulai main proyek. kalau memang itu yang terjadi sangat kita sesalkan, makanya Gubsu segera bertindak dengan tegas sebelum Rumah sakit tersebut hancur berantakan, ungkapnya. ironisnya lagi disaat RSU Haji Medan dlm keadaan kesulitan keuangan Direktur mengangkat pegawai honor. Aneh, menggaji pegawai yang ada sekarang ini sempat telambat. Kalau alasannya kekurangan pegawai justru tenaga yang kurang adalah perawat. Ini yang diangkat tenaga umum, ucapnya.
Lebihlanjut Hendra, yang lebih aneh lagi, dalam waktu singkat 13 Honorer itu sudah menerima SK pengangkatan sebagai honorer, namun kabarnya para Honorer tersebut tidak memiliki sarat STR sehingga semuanya serba bersalahan dan rancu. Demi perbaikan dan peningkatan kualitas rumah sakit haji, sudah saatnya Gubsu harus turun tangan membenahi semua manajemen rumah sakit agar dapat profesional dan tidak KKN, Ucapnya.
Sementara itu Bagian Kepegawaian RS Haji Medan Alamsyah belum dapat dikonfirmasi baik melalui WA dan telepon selulernya. (W03)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News