Baca Juga:
Oleh : Hasan Basri Siregar Wartawan Harian SUMUT24
Satu kalimat “Brilian”. Saya menyebutnya demikian, karena Ketua Umum Musa Rajekshah yang juga wakil Gubernur Sumut itu mampu melihat bagaimana cara menghimpun partikel di dunia Beladiri dengan membangun Padepokan. Hal itu di ungkapnya ketika memberikan kata sambutan acara kejuaraan daerah ( Kejurda) karate-do Tako Indonesia di gelanggang remaja jalan Sutomo Medan (13/12/2019).
Sebelumnya saya ada menulis terkait menghimpun kekuatan, kekuatan didalam kepengurusan itu perumpamaan, lima jemari tangan yang membentuk ‘ kepalan’. Satu saja jemari tak ikut mengepal, maka akan terjadi “kepincangan” untuk melepas pukulan.
Kelima jemari itu yakni, Murid, Pelatih, Dojo,Pengurus, dan Guru .Semuanya harus bisa menyatu, bagaimana mendorong murid yang memiliki nilai tarung untuk beraksi di setiap even pertandingan.
Ada murid, tak ada pelatih, apa bekal murid untuk bertarung? Sebaliknya ada pelatih,tak ada murid. apa yang mau dilatih. Ada murid, ada pelatih, tak ada Dojo.bagaimana cara latihannya.ada murid, ada pelatih ada Dojo, tak ada pengurus, terkait administrasi, mau di bawa kemana muridnya? Ada murid, ada pelatih, ada Dojo,ada juga pengurus, tapi tak ada “Guru” sebagai sosial kontrol, apa jadinya bila terjadi keributan di internal Tako?.
Artinya kelima pondasi tersebut, bisa berjalan harus sesuai dengan bagiannya (spesialis) nya masing masing. Dengan catatan: ” menyatu” bukan berarti sama. Sebagaimana jemari tangan tetap memiliki nama yakni,Jempol, Telunjuk, Jari tengah, Jari manis dan Kelingking. Sekalipun mereka berlainan nama, numun menyatu untuk menyempurnakan “kekuatan” Tuk melepas pukulan. Semoga ada manfaat.***
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News