Rabu, 28 Oktober 2026

Uang Honor Tim TAPD Raib Rp 1,6 Miliar di Halaman Kangub

Administrator - Selasa, 10 September 2019 12:05 WIB
Uang Honor Tim TAPD Raib Rp 1,6 Miliar di Halaman Kangub

MEDAN I SUMUT24.co Sebanyak lebih kurang Rp1,6 miliar uang Pemprovsu yang merupakan uang tim honor Tim Penyusun Anggaran Daerah Provsu raib di halaman parkir depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Kota Medan, Senin (9/9) kemarin sore.

Baca Juga:

Kehilangan uang pemprovsu tersebut menjadi pembicaraan hangat masyarakat dan ASN Pemprovsu, sekarang kan jamannya sudah transaksi elektronik, mana ada lagi sekarang transaksi tunai semua sudah melalui transaksi online, ucap ASN Pemprovsu yang enggan disebutkan namanya, Selasa (10/9). Menurutnya, atau jangan-jangan ada sesuatu atau uang tersebut ke jalan imam bonjol terkait pengesahan PAPBD Sumut 2019, ucapnya. Apalagi uang sebanyak itu harusnya ada pengawalan dari aparat keamanan , makanya sepertinya banyak kejanggalan raibnya uang tersebut, katanya.

Sementara itu Plt Kepala BPKAD Provsu Raja Indra Saleh didampingi Kabag Humas M Ikhsan mengatakan, atas kejadian hilangnya uang Pemprovsu yang merupakan uang honor Tim TPAD Provsu sejumlah Rp 1.672.985.500 di halaman depan Kantor Gubsu, Kami sudah melapor ke Gubsu Edy Rahmayadi dan Sekdaprovsu. Begitujuga Aldi Budianto pembantu PPTK yang mengambil uang ke bank sumut sudah melaporkan ke Polrestabes Medan. Kita serahkan saja kepada aparat untuk menindaklanjuti hal tersebut. Kami juga akan menunggu hasil dari kepolisian, ucap Indra Saleh.

Pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov-Sumut) kini tengah melaporkan kejadian itu ke Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan.

Namun yang aneh dalam kasus ini, CCTV di seputaran lokasi tidak merekam kejadian raibnya uang miliaran itu.

“Kejadiannya persis di sini, rekamannya enggak ada tapi. Setelah kita periksa, (cctv) tidak ada merekam itu,” ungkap Kasubbag Hubungan Antar Lembaga, Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Sumatera Utara, Salman dengan raut wajah berkerut bak orang kebingungan ketika dikonfirmasi, Senin (10/9) siang.

Pihaknya membenarkan kejadian tersebut. Salman yang ditemui usai mediasi bersama aktivis agraria di halaman depan Kantor Gubernur Sumatera Utara mengatakan, belum mengetahui pasti jumlah total uang yang hilang bak ditelan bumi itu.

“Ya kita mendengar informasi tersebut, ada kejadian hilangnya uang,” katanya.

Salman juga tak tahu persis uang yang dikelola Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) Sumut akan dialokasikan untuk apa.

“Uangnya untuk apa, berapa jumlahnya, kita belum tahu persis. Pernyataan resmi dari BPKD juga belum ada. Simpang siur, ada yang bilang Rp1,7 miliar, ada lagi Rp1,8 miliar. Tapi yang jelas di atas Rp1 miliar,” akunya.

Mengenai kronologi, Salman menceritakan sedikit apa yang Ia ketahui. Menurutnya, kejadian terjadi pada Senin (9/9) sekitar pukul 16.00 WIB. Lalu, baru diketahui satu jam setelah raibnya uang. Pelaku melakukan aksinya dengan cara merusak pintu mobil.

“Semalam sore, jam 5 ketahuannya. Berarti kejadian sebelum itu. Tapi memang sudah dilaporkan ke Polrestabes Medan. Mobilnya sekarang di Polres, pintunya dirusak,” tutur pria berkacamata itu.

Sembari menunjuk ke arah lokasi kejadian, tepat di titik mobil terparkir, Salman menyebut uang itu langsung datang dari Bank Sumut yang dibawa menggunakan satu unit mobil yang dikendarai pegawai Pemprov Sumut.

Usai memarkirkan mobil, pegawai tersebut masuk ke dalam kantor. Berselang satu jam, barulah pegawai itu balik ke mobil, dan sontak terkejut mengetahui uang miliaran itu telah raib.

“Yang jelasnya begini, mobilnya datang dari Bank Sumut, pegawainya masuk ke dalam dan mobilnya ditinggal. Terus ketahuannya sekitar jam 5 pas pegawai itu balik ke mobil. Itu uang yang dikelola oleh BPKD. Uangnya langsung dari Bank Sumut, sampai di sini. Begitulah keterangan pegawai itu,” imbuhnya.

Salman membantah, uang miliaran itu merupakan gaji Apratur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Pemprov Sumut. “Kalau gaji sudah masuk ke rekening pegawai masing-masing,” sebutnya.

Atas kejadian ini, Salman meyakini Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi telah mengetahui informasi tersebut. Akan tetapi, dirinya belum mendengar pernyataan Edy secara langsung.

“Saya yakin sudah, tapi belum ada pernyataan resmi dari beliau,” tutupnya. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
DPW IMO Sumut Silaturahmi ke PB Pendawa Indonesia, H Ruslan Diminta Jadi Dewan Pembina
Biennale Jogja di Paris: Seni Indonesia, Gagasan Lokal, dan Jejak Global*
Kapolresta Deli Serdang Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Generasi Patriotik, Gigih, dan Berempati
Pemkab.Pakpak Bharat Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke 98 Tahun
Dorong Literasi dan Kepeserta Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palas Berpatisipasi di Forkom IJK
Kapolda Sumut Ajak Ulama dan Tokoh Lintas Agama Bersatu Perangi Narkoba
komentar
beritaTerbaru