Rabu, 24 Juni 2026

Pertamina Sebut Pakai Premium Banyak Ruginya

Administrator - Kamis, 04 April 2019 15:42 WIB
Pertamina Sebut Pakai Premium Banyak Ruginya

 

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24

Memakai Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium (RON 88), lebih banyak ruginya meskipun harganya relatif lebih murah daripada pertalite (RON 90) maupun pertamax (RON 92).

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, M Roby Hervindo, menjelaskan beberapa hal kerugian memakai premium. Dari sisi jarak tempuh, dengan 1 liter premium, hanya mampu menempuh 11 km.

Sementara dengan menggunakan pertalite, bisa menempuh jarak 13 km per liter dan pertamax 14 km per liter. “Dari sini ini jelas bahwa menggunakan premium sebenarnya lebih rugi meski harganya lebih murah,” kata Roby Hervindo di Medan, Kamis (4/4).

Kemudian menggunakan premium juga lebih boros,untuk menempuh jarak 20 km, harus mengeluarkan biaya Rp11.727. Dengan menggunakan pertalite biaya hampir sama Rp11.769. Kemudian dengan pertamax Rp14.071.

“Memang pertalite lebih mahal Rp42 dari premium untuk jarak tempuh 20 km. Namun dengan kualitas pertalite, sebenarnya telah menunjukkan lebih hematnya menggunakan pertalite daripada premium untuk jarak 20 km itu,” jelasnya.

Kemudian dengan menggunakan premium, harus menanggung beban yang lebih cepat karena kerusakan pada kendaraan bermotor. Rata-rata harga perawatan untuk pembersihan ruang mesin karena kerak Rp213.000. Kemudian untuk penggantian piston antara Rp5 juta hingga Rp10 juta.

Namun meski menggunakan premium banyak ruginya, konsumsi premium di Sumut meningkat. Pada triwulan I tahun 2019, konsumsi premium mencapai 108.100 kl, atau lebih besar dari triwulan I tahun 2018 yang hanya 97.200 kl.

Sebaliknya, konsumsi BBM non premium, seperti pertalite, pertamax, pertamax turbo dan lainnya pada triwulan I tahun 2019, justru menunjukkan penurunan yaitu 329.500 kl. Sedangkan konsumsi triwulan I tahun 2018 lebih besar yaitu 333.400 kl.

Di bagian lain, konsumsi solar subsidi pada triwulan I tahun 2019 naik menjadi 251.000 kl dibandingkan triwulan yang sama tahun 2018 yang hanya 226.100 kl. Kemudian solar non subsidi seperti dexlite dan pertamina dex pada triwulan I tahun 2019 justru menurun menjadi 6.500 kl dibandingkan triwulan yang sama 2018 sebesar 11.900 kl. (C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
PLN UP3 Binjai Perkuat Iklim Investasi Dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Penandatanganan SPJBTL 13,63 MVA
Pererat Ikatan, Dandim 0208/Asahan Sambut Audiensi Kajari Batu Bara
PT BI Jangan Giring Opini Sepihak, Humas PT SBP: Bila Terus Berlanjut Akan Segera Lakukan Upaya Hukum
Perkuat Sinergi, Kodam I/Bukit Barisan Rayakan HUT ke 76 Bersama Rakyat
56 Lokasi di Asahan Masuk Program P3-TGAI 2026, Perkuat Irigasi dan Ketahanan Pangan
Sederhana, Nyaman, Selalu Cocok: Mengapa T-Shirt Tak Pernah Tergantikan dalam Keseharian Pria Sebuah cerita dari Hector Souto, pelatih Tim Nasional Fu
komentar
beritaTerbaru