Jumat, 19 Juni 2026

BMKG : Ada 56 Titik Panas di Sumut

Administrator - Jumat, 20 Juli 2018 15:33 WIB

MEDAN|SUMUT24.Co

Baca Juga:

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 Medan mengungkapkan ada sekitar 56 titik panas (Hot Spot) yang terdeteksi di Sumatera Utara.

Kabid Informasi dan Data BMKG Wilayah I Medan Syahnan menyampaikan,bahwa titik panas yang terdeteksi itu tidak hanya ada di Sumut ,namun juga di beberapa provinsi lainnya, dan sampai dengan saat ini, pihaknya masih terus memantau titik panas tersebut.

Menurutnya, titik panas itu terdapat di dua wilayah, yakni Labuhanbatu dan Simalungun. Kendati demikian, untuk di daerah pegunungan tingkat curah hujan tinggi. Kemungkinan, titik hot spotnya kecil,tapi tetap waspada terhadap sebaran asap.

“Kepada masyarakat dihimbau agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan,terutama di tempat lahan yang kering,”ujarnya.

Diterangknya, perubahan cuaca yang terjadi di Sumut, disebabkan karena adanya gangguan cuaca yang terjadi di laut Cina Selatan dan Samudra Hindia. Kondisi ini juga menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di malam hari. Selain itu ada belokan angin dan dua massa udara tepat di Sumut.

“Pengaruhnya akibat fenomena ini tentu merasa gerah dan panas, oleh karena itu kita mewaspadai peningkatan suhu udara ini dan sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.(red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Menkomdigi Gandeng Anak Muda Medan Jadi Benteng Lawan Kejahatan Siber
Ratusan Massa Pendukung Program MBG Berkumpul di Aset Pemprov Sumut, Publik Pertanyakan Penggunaan Eks Medan Club
350 Ribu Lebih Postingan, Sihumas Polres Tapsel Tampil Terdepan di Rakernis Humas Polda Sumut
HUT Bhayangkara ke-80, Kepedulian Polsek Barumun Sentuh Hati Warga Padang Lawas
Sah! Panguhum Nasution Duduki Kursi Sekda Padang Lawas, Bupati PMA Tekankan Kinerja dan Integritas
Curi HP dan Puluhan Ikat Pinggang, Dua Pelaku Dicokok Tim Resmob Polres Padangsidimpuan
komentar
beritaTerbaru