MEDAN|SUMUT24.Co
Baca Juga:
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 Medan mengungkapkan ada sekitar 56 titik panas (Hot Spot) yang terdeteksi di Sumatera Utara.
Kabid Informasi dan Data BMKG Wilayah I Medan Syahnan menyampaikan,bahwa titik panas yang terdeteksi itu tidak hanya ada di Sumut ,namun juga di beberapa provinsi lainnya, dan sampai dengan saat ini, pihaknya masih terus memantau titik panas tersebut.
Menurutnya, titik panas itu terdapat di dua wilayah, yakni Labuhanbatu dan Simalungun. Kendati demikian, untuk di daerah pegunungan tingkat curah hujan tinggi. Kemungkinan, titik hot spotnya kecil,tapi tetap waspada terhadap sebaran asap.
“Kepada masyarakat dihimbau agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan,terutama di tempat lahan yang kering,”ujarnya.
Diterangknya, perubahan cuaca yang terjadi di Sumut, disebabkan karena adanya gangguan cuaca yang terjadi di laut Cina Selatan dan Samudra Hindia. Kondisi ini juga menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di malam hari. Selain itu ada belokan angin dan dua massa udara tepat di Sumut.
“Pengaruhnya akibat fenomena ini tentu merasa gerah dan panas, oleh karena itu kita mewaspadai peningkatan suhu udara ini dan sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan,†pungkasnya.(red)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News