Menkomdigi Gandeng Anak Muda Medan Jadi Benteng Lawan Kejahatan Siber
sumut24.co MedanPemerintah secara terbuka mengakui memiliki keterbatasan dalam mengawasi pergerakan dunia maya yang kian liar. Sehebat apa
Umum
Tanah Karo| SUMUT24
Baca Juga:
Sejumlah pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dijajaran Pemerintah Kabupaten Karo diperkirakan akan ketar ketir pasca beredarnya issu KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) akan turun ke Tanah Karo. Apalagi pejabat yang disebut-sebut banyak mengemplang anggaran yang bersumber dari keuangan negara.
Beredar kabar bahwa yang menjadi sasaran dari lembaga anti rasuah yang lagi getolnya memberangus koruptor baik didaerah maupun dipusat adalah BPBD (Badan penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karo.
Sayangnya, informasi turunnya KPK yang secara mendadak itu belum diketahu pasti apakah terkait supervisi pencegahan korupsi atau mengusut kasus korupsi. Apalagi kantor BPBD selama ini menjadi langganan sorotan media terkait penggunaan anggaran yang cukup besar. Bahkan arus demonstrasi maupun unjuk rasa damai BPBD Karo selalu menjadi sasaran.
Salah seorang narasumber di Pemkab Karo yang mohon jatidirinya tidak dipublikasikan demi keselamatan nyawanya menyebutkan kedatangan KPK ingin memastikan bahwa semua pelayanan publik di Kabupaten Karo berjalan dengan baik. Juga untuk mencegah terjadinya praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi.
“Kedatangan KPK ke Karo untuk melakukan supervisi dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik terutama bagi masyarakat yang mengungsi maupun yang sudah dilokasi relokasi,â€seb ut sumber beberapa waktu lalu.
“Kabupaten Karo adalah salah satu kabupaten disamping beberapa daerah lainnya di Sumatera Utara yang jadi objek supervisi yang ditetapkan KPK. Ini mungkin tindak lanjut yang sudah di lakukan selama ini. Intinya, supervisi ini untuk mengecek pelayanan publik, kemudahan investasi, birokrasi agar mencegah praktik pungli dan korupsi,†tambah sumber.
Ketika disinggung bahwa, KPK ke daerah biasanya untuk pencegahan, kalau penindakan biasanya untuk pendalaman kasus. Atau, mengembangkan suatu kasus yang sudah dimonitor (di investigasi) sebelumnya? Atau memang karena banyaknya laporan pengaduan masyarakat yang sampai dimeja KPK,
Dia mengaku, tidak banyak referensi atas turunnya lembaga anti rasuah itu ke Kabupaten Karo, Selasa (22/5). Bisa jadi, kata dia, untuk pengembangan kasus korupsi. Namun, bisa pula kasus yang diselidiki adalah hal lain di luar kasus yang saya sendiri belum tahu pasti apa kasus korupsinya. “Saya hanya menduga. Bisa jadi kasusnya bukan hanya level biasa saja tapi bisa sudah kategori besar, puluhan milyar lah bahkan lebih,,†bebernya.
Beberapa waktu lalu, sejumlah media massa menyoroti penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) Rp 76 milyar di Siosar. Berbagai pihak saat itu mendesak KPK agar anggaran DSP di Siosar Rp 76 milyar di audit total penggunaanya.
Bahkan salah satu pegiat anti korupsi sudah pernah melaporkan hal itu ke KPK di Jakarta. Seperti diketahui, pengucuran DSP ini untuk percepatan penanganan darurat bencana bagi korban erupsi Sinabung yang direlokasi di kawasan Siosar tahun 2015 sebanyak 370 Kepala Keluarga (KK) dari 3 desa yakni Desa Sukameriah, Simacem dan Bekerah.
Total pagu anggaran DSP senilai Rp 76.576.423.500 ini bersumber dari APBN yang dialokasikan pada anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) TA 2015 dan dikelola oleh BPBD Karo.
Disclaimer Dua Kali Beruturt Turut
Narasumber lainnya mengaku, turunnya KPK ke Kabupaten Karo mungkin menindaklanjuti atau pendalaman temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara Nomor 11.C/LHP/XVIII.MDN/05/2017 terbit 19 Mei 2017 dugaan penyimpangan bantuan untuk pengungsi Sinabung terkait program ReloÂkasi ManÂdiri (RM) tahap II yang nilainya secara total mencapai Rp190,6 miliar yang kini ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara.
“Namun Kejatisu terkesan tertutup dan lambat, hingga memaksa KPK turun tangan,” ujarnya.
Dikatakannya, bantuan untuk pengungsi Sinabung di PemÂkab Karo sebesar Rp190,6 miliar dan berÂkisar Rp180 miliar dinyatakan disclaimer. Bantuan Rp190,6 miliar itu, akhir 2015 ditransfer ke APBD Karo untuk banÂtuan pembangunan hunian tetap (HunÂtap) sebanyak 1.864 KK (setelah ada penambahan 181 KK. Dengan rincian masing-maÂsing Rp110 juta/KK unÂtuk maÂsyarakat Desa Berastepu, desa GamÂber, Desa Kuta Tonggal Kecamatan SimÂpang Empat dan Desa GurukiÂnaÂyan, Kecamatan Payung.
“Secara total bantuan Relokasi ManÂdiri (RM) tahap II sebesar Rp190,6 miliar dari BNPB sudah ditangani pihak Kejatisu. Sejumlah peÂngungsi, rekanan dan staf BPBD Karo sudah diperiksa di Medan,†bebernya.
Pemerintah Kabupaten Karo memperoleh Disclaimer dari BPK RI atas laporan keuangan tahun anggaran 2016. Salah satu temuan yang menyebabkan opini tersebut, yakni karena adanya anggaran hibah senilai Rp183 miliar untuk pengungsi Sinabung yang belum dibelanjakan seluruhnya.
“Hal lainnya akibat aset Pemkab Karo yang belum terdata dan dikelola dengan baik sesuai aturan yang berlaku. Informasi terbaru, laporan keungan Pemkab Karo TA 2017 juga disebut-sebut disclaimer, sehingga KPK harus “turun gunung” disamping masalah DSP di BPBD,” tutupnya. (Joh)
sumut24.co MedanPemerintah secara terbuka mengakui memiliki keterbatasan dalam mengawasi pergerakan dunia maya yang kian liar. Sehebat apa
Umum
Ratusan Massa Pendukung Program MBG Berkumpul di Aset Pemprov Sumut, Publik Pertanyakan Penggunaan Eks Medan Club
kota
350 Ribu Lebih Postingan, Sihumas Polres Tapsel Tampil Terdepan di Rakernis Humas Polda Sumut
kota
HUT Bhayangkara ke80, Kepedulian Polsek Barumun Sentuh Hati Warga Padang Lawas
kota
Sah! Panguhum Nasution Duduki Kursi Sekda Padang Lawas, Bupati PMA Tekankan Kinerja dan Integritas
kota
Curi HP dan Puluhan Ikat Pinggang, Dua Pelaku Dicokok Tim Resmob Polres Padangsidimpuan
kota
Resmob Polres Padangsidimpuan Ringkus Pelaku Pencurian dengan Pemberatan, Motor dan HP Sempat Digasak dari Kantor PNM Mekar
kota
Wali Kota Padangsidimpuan Turun Tangan! Konflik TPA Batu Bola & Irigasi Batunadua Akhirnya Ada Titik Terang
kota
Sekda Padangsidimpuan Pimpin Rapat Strategis Penetapan Cagar Budaya, Dorong Pelestarian Warisan Sejarah Daerah
kota
Di Balik Proyek Fasade Stadion Teladan Rp64,13 Miliar, Publik Pertanyakan Profil PT ASP
kota