Sutrisno Pangaribuan Minta Bobby-Surya Hentikan Rencana Berkantor di Nias: Hanya Pencitraan dan Berpotensi Boros APBD
Sutrisno Pangaribuan Minta BobbySurya Hentikan Rencana Berkantor di Nias Hanya Pencitraan dan Berpotensi Boros APBD
kota
Jakarta I Sumut24.co
Baca Juga:
- Sutrisno Pangaribuan Minta Bobby-Surya Hentikan Rencana Berkantor di Nias: Hanya Pencitraan dan Berpotensi Boros APBD
- Bupati Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Deli Serdang, 419 Siswa Mulai Masuk Asrama
- Proyek Jalan Rp164,97 Juta di Patumbak Disorot, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi dan Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan
Danau Toba menerima peringatan berupa “kartu kuning” dan terancam kehilangan statusnya sebagai UNESCO Global Geopark.
Hal ini disebabkan oleh kurangnya tindakan yang diambil oleh Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TCUGGp) Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (30/9).
Lebih lanjut, jika dalam dua tahun tidak ada tindakan konkret yang diambil maka UNESCO dapat memberikan peringatan lebih serius dengan “kartu merah,” yang akan mengakibatkan pencabutan status Global Geopark Danau Toba.
Isu ini menjadi fokus pembicaraan dalam pertemuan Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) yang berlangsung di Hotel Sultan Jakarta pada tanggal 30 September 2023.
Muhammad Nuh, anggota DPD RI asal Sumatera Utara, turut hadir dalam acara tersebut dan menyatakan bahwa Danau Toba adalah karunia Ilahi bagi Sumatera Utara.
“Danau Toba itu sebuah anugerah patut kita pertahankan maka mari kita semua baik Pemerintah Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta delapan daerah kabupaten di sekitar Danau Toba untuk bersatu dan bekerja sama demi kemajuan destinasi wisata yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara,” ajaknya.
Dalam acara tersebut, Profesor Dr. M. Suyanto MM, Rektor Amikom Yogyakarta, yang dikenal sebagai ahli ekonomi kreatif, memberikan saran agar masyarakat sekitar Danau Toba dilatih dalam pengembangan ekonomi kreatif.
“Itu menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi daerah,” ucapnya.
Profesor Suyanto juga menyatakan bahwa ini adalah jawaban yang konkret terhadap peringatan dari UNESCO.
Disamping itu Muhammad Nuh juga turut menegaskan pentingnya bersyukur atas nikmat dan karunia Ilahi yang luar biasa ini dengan mengelolanya dengan baik.
“Bukankah Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa mengingatkan kita dengan firman-Nya: Jika kamu mensyukuri (nikmat dan karunia Allah SWT), maka akan ditambah dengan nikmat dan keberkahan yang lain. Tetapi jika kamu kufur (tidak bersyukur secara benar), sesungguhnya siksa-Ku (Allah SWT) betul-betul keras. Semoga Allah SWT membimbing kita semua,” tukasnya.(red)
Sutrisno Pangaribuan Minta BobbySurya Hentikan Rencana Berkantor di Nias Hanya Pencitraan dan Berpotensi Boros APBD
kota
Bupati Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Deli Serdang, 419 Siswa Mulai Masuk Asrama
kota
Proyek Jalan Rp164,97 Juta di Patumbak Disorot, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi dan Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan
kota
Selayang Pandang K.H. Rivai Abdul Manap Nasution Ulama, Pejuang, dan Pelopor Pendidikan Islam
kota
Perkuat Kualitas SDM Akademik, UNPAB Gelar Pelatihan On Boarding Dosen Tetap Baru TA 2026/2027
kota
Ketua Umum PP TPI Ajak Alumni dan Keluarga Besar Lanjutkan Perjuangan KH Rivai Abdul Manap Nasution
kota
Budi Yanto SH Dilantik Jadi Ketua Forum Wartawan Kejaksaan Belawan, Forwaka Sumut Tingkat Profesionalisme, Pendampingan Hukum dan Ekomoni
kota
Ketika Loungewear dan Underwear Bertransformasi Menjadi Elemen Gaya Leticia Joseph, Mima Shafa dan berbagai Selebriti lainnya Berbagi Persp
Umum
Teater Koma Hadirkan Kembali Rumah Sakit Jiwa, Refleksi tentang Kemanusiaan yang Terus Relevan di Setiap Zaman Jakartasumut24.coSetelah 35
Umum
SMAN 1 Air Joman Salurkan Donasi Palestina Melalui Roadshow Dongeng KemanusiaanKabupaten Asahansumut24.co Dompet Dhuafa Waspada kembali mel
News