Kabar Duka Peserta SPPI KNMP 2026, Kapolres Padangsidimpuan Datangi Rumah Duka Novia Rahmadhani Sihotang
Kabar Duka Peserta SPPI KNMP 2026, Kapolres Padangsidimpuan Datangi Rumah Duka Novia Rahmadhani Sihotang
kota
PAKAK BHARAT I SUMUT24.co Audit kasus stunting yang ke-ll di Kabupaten Pakpak Bharat yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pakpak bharat H. Mutsyuhito Solin, Dr, M. Pd. Wakil Bupati menyampaikan salah satu kegiatan prioritas dalam rencana aksi nasional percepatan dan penurunan stunting adalah kegiatan audit kasus stunting. Kegiatan ini mempunyai manfaat dan strategis untuk mengidentifikasi risiko dan penyebab terjadinya stunting pada kelompok sasaran yaitu calon pengantin ibu hamil, ibu nifas/pasca melahirkan, baduta, dan balita,” kata Wabup dalam kegiatan audit kasus stunting, di Aula BAPPEDA Kabupaten Pakpak Bharat. Menurutnya, pada audit stunting yang ke-ll ini ditemukan bahwa sebagian besar anak yang diaudit mengalami kekurangan nutrisi yang akut. Hal itu, lanjut Wabup, bukan hanya karena terbatasnya ekonomi keluarga tetapi lebih ke arah kurangnya pengetahuan orang tua dalam pola asuh dan pemberian nutrisi yang tepat, kurangnya pemberian protein menjadi salah satu penyumbang kekurangan nutrisi pada anak-anak. Lalu masalah sanitasi dan air bersih, penyediaan pangan di tingkat keluarga dan penggunaan alat kontrasepsi juga menjadi faktor yang terdeteksi pada audit kasus stunting ini,” katanya. Sementara Kepala Dinas PMD dan KB, Robincem Kabeakan dalam menyampaikan laporan kegiatan menuturkan menurut Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting disebutkan bahwa stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis, dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tingginya badan berada di bawah standar yang ditetapkan. Audit kasus stunting merupakan salah satu kegiatan prioritas sebagaimana dimaksud dalam peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 12 tahun 2021 tentang rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting Indonesia tahun 2021- 2024,” kata Robincem. Lanjutnya Identifikasi risiko pada audit ini adalah menemukan risiko potensial penyebab langsung asupan gizi tidak kuat, penyakit infeksi, penyakit penyerta dan penyebab langsung terjadinya stunting pada calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas baduta dan balita,” pungkasnya. Berdasarkan amanat Presiden Republik Indonesia bahwa pada 2024 penurunan stunting secara nasional ditargetkan mencapai angka 14 persen, sedangkan Kabupaten Pakpak Bharat angka Prevalensi Stunting 40,8 %, angka ini masih sangat tinggi jika dibandingkan dengan Provinsi Sumatera Utara sebesar 25,8 %. berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021. Kondisi ini merupakan tantangan yang cukup berat bagi Kabupaten Pakpak Bharat, sehingga semua pihak terkait harus bergerak searah secara serentak dengan tujuan yang sama memutuskan permasalahan yang menimbulkan risiko stunting.(rbm)
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Kabar Duka Peserta SPPI KNMP 2026, Kapolres Padangsidimpuan Datangi Rumah Duka Novia Rahmadhani Sihotang
kota
Era Baru Tata Kelola Data! Pemkab Madina Resmikan Portal SADATA MADINA
kota
Ketum PWI Pusat akan Hadiri FG PWI Sumut, Farianda Ingatkan Panitia Maksimalkan Pelayanan
kota
250 Guru Disaring Ketat, Bupati Gus Irawan Cari Kepala Sekolah yang Mampu Ubah Pendidikan Tapsel
kota
Kabar Besar untuk Warga MBG! Bupati Madina Pastikan Ganti Untung Berjalan Adil, PT SPMB Siapkan Ribuan Lapangan Kerja
kota
Keluarga Besar PB Pendawa Indonesia Ucapkan Selamat Atas Dilantiknya Putri Shafa Ramadhani, S.H. Sebagai Jaksa Pratama
kota
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dalam menjaga kelestarian lingkungan terus diperkuat melalui berbagai program s
News
Ketua DPRD Pakpak Bharat Elson Angkat Pimpin Sidang Paripurna Tentang LKPJ Tahun 2025
kota
sumut24.co MEDAN, Universitas Sumatera Utara (USU) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat global. Dalam pemeringkatan Times H
kota
sumut24.co ASAHAN, Sebanyak 120 anak mengikuti kegiatan Khitan Massal yang dirangkai dengan penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Triw
kota