Kamis, 15 Oktober 2026

Bupati Madina Buka Kegiatan Desiminasi Integrasi IMUT

Administrator - Senin, 08 Agustus 2022 13:02 WIB
Bupati Madina Buka Kegiatan Desiminasi Integrasi IMUT

 

Baca Juga:

Panyabungan,Sumut24.co

Bupati Mandailing Natal (Madina) membuka Desiminasi Integrasi IMUT (Ikan, Manggot, Unggas dan Tanaman) dalam mengatasi masalah kerawanan pangan untuk pencegahan stunting di Aula Kantor Bupati, Desa Parbangunan, Panyabungan, Senin (8/8/22).

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Madina Eli Mahrani Jafar Sukhairi Nasution, Asisten II Sekdakab Madina, Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unimed, Ketua Satgas Stunting Madina, Ketua PD IBI Sumut dan Ketua PD IBI Madina.

Sukhairi menyampaiman berdasarkan data hasil dari SSGBI (Study Status Gizi Balita Indonesia) pada tahun 2019 prevalensi stunting di Sumut menduduki urutan ke-13 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia yaitu 30.11%, lebih tinggi dari cakupan Nasional (27.67%)

Lebih lanjut,Sukhairi mengatakan stunting tahun 2021 berdasarkan hasil SSGI terjadi penurunan revalensi balita stunting di Sumut yang menduduki urutan ke-17 yaitu 25.8% akan tetapi masih lebih tinggi dari cakupan Nasional sebesar 24. 4%, Kabupaten Madina adalah daerah yang prevalensi stunting tertinggi sekitar 47.7%.

Gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, menurut Sukhairi, merupakan kondisi yang tidak bisa dibiarkan, pemerintah lebih memfokuskan kegiatan untuk menurunkan angka stunting.

Untuk itu, Sukhairi mengatakan Pemkab Madina bekerja sama dengan Poltekkes Kemenkes dan FKM USU melaksanakan penelitian ADB.

“Kita harus bisa menggandeng banyak pihak, yang akan bekerja sama untuk saling bersinergi titik di Tahun 2022 ini,” lanjutnya.

Sukhairi mengatakan TP PKK Madina juga telah memiliki program yang turun langsung ke masyarakat untuk menurunkan angka stunting.

“Stunting ini akibat dari pada pola hidup terutama kurangnya sarana prasarana penjaga yang kurang memadai,” kata Sukhairi.

Kabupaten Madina, kata Sukhairi selain fokus pada pembangunan, fokus juga pada kebersihan lingkungan, kebersihan sungai, dan pembuangan limbah.

“Kita diluar infrastruktur untuk mengatasi lingkungan hidup yang menghawatirkan, kebersihan lingkungan, aliran sungai dan pembuangan limbah yang tidak teratur ini menjadikan Madina di posisi angka stunting yang tinggi,” lanjutnya.

Lebih lanjur, Sukhairi menyampaikan ada 17 OPD yang ikut berperan aktif untuk menurunkan angka stunting. #MadinaBersyukurMadinaBerbenah

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Rp20 Miliar Disebut Telan Dana, Stadion Sangnaualuh Kembali Disuntik Rp7,39 Miliar: Manson Purba Desak APH Usut Dugaan Korupsi
KPK Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas dalam OTT di BNPB, Sekretaris Utama Ikut Diamankan
Dr. Ramces Pandiangan Bersuara Keras, Dugaan Pengerusakan oleh Satpol PP Deli Serdang Kini Dilaporkan ke Polisi
FABEM SUMUT DAN MASKER PRAGI UCAPKAN SELAMAT BERTUGAS DIRUT PT.PLN SUROSO ISNANDAR
D’Legends Sumut Serahkan Sertifikat Touring Medan–Banda Aceh, Kurniawan Tekankan Semangat Persaudaraan*
232 Dapur SPPG Diresmikan di Sumut, Wagub Dorong Pemerataan Layanan Gizi hingga ke Daerah
komentar
beritaTerbaru