Jumat, 16 Oktober 2026

Pemerintah Provinsi Sosialisasikan Aplikasi PRP2 ke 10 Kabupaten/Kota di Sumut.

Administrator - Kamis, 14 Juli 2022 03:59 WIB
Pemerintah Provinsi Sosialisasikan Aplikasi PRP2 ke 10 Kabupaten/Kota di Sumut.

 

Baca Juga:

BALIGE I SUMUT24.co

Pemerintah Kabupaten Toba mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang telah bersedia berbagi pemanfaatan aplikasi Progress Report Pelaksanaan Pembangunan (PRP2) Sumatra Utara (Sumut), untuk dipergunakan di seluruh Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Toba.

Hal tersebut disampaikan Bupati Toba Poltak Sitorus dalam sambutannya, pada acara serah terima dan penandatanganan berita acara penyerahan Source Code serta sosialisasi aplikasi PRP2 Sumut, sekaligus membuka kegiatan ini secara resmi.

10 Kabupaten/Kota yaitu, Kabupaten Toba, Tapanuli Utara, Samosir, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, Pakpak Bharat, Simalungun, Kota Tebing Tinggi, dan Pematang Siantar menandatangani berita acara penyerahan source code dan aplikasi PRP2 Sumut dengan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprovsu, Dr. Zulkifli, AP., S.IP, MM.

Penandatanganan dilakukan di Ruang Balai Data Lantai IV Kantor Bupati Toba, Rabu (13/7/2022).

Menurut Bupati Toba, Pengendalian dan evaluasi program pembangunan daerah, merupakan salah satu bagian penting dalam melaksanakan tahapan perencanaan pembangunan.

“Evaluasi dilakukan untuk dapat mengetahui dengan pasti apakah pencapaian hasil, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan rencana pembangunan dapat dinilai dan dipelajari untuk perbaikan rencana pembangunan di masa yang akan datang,” ujar Bupati Poltak Sitorus.

Selama ini kegiatan monitoring, pelaporan, dan pengendalian di Kabupaten Toba masih dilakukan dengan manual (dalam bentuk hard copy).

Kita berharap, sambung Bupati, dengan diterapkannya aplikasi tersebut, akan tersedia database, sebagai bahan evaluasi dalam perumusan kebijakan dan pengendalian di Kabupaten Toba.

Sementara Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprovsu menambahkan, dengan aplikasi ini, Pimpinan atau Pemerintah Provinsi nantinya akan bisa melihat progres pembangunan atau realisasi anggaran di setiap Kabupaten/Kota.

Apabila sudah dipetakan, studi banding dapat dilakukan ke daerah yang memiliki progres pembangunan le bih baik. Sehingga lebih banyak hal yang bisa di-counter (ditangani) secara bersama.( Wels)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kemnaker Latih 1.041 Penyandang Disabilitas, Sebagian Besar Sudah Bekerja dan Berwirausaha
Antisipasi Dampak Kabut Asap di Medan, DPRD Minta Sinergi Lintas Instansi dan Kesiapan PJJ
IHSG Anjlok 8 Persen, Bursa Efek Indonesia Lakukan Pembekuan Sementara Perdagangan
Bupati Klaten Hamenang Ditahan KPK, Uang Rp1,9 Miliar Disita
Dinas LHK Pastikan Tidak Ada Titik Api, Kabut Asap di Sumut Kiriman Luar Daerah
Kabar Gembira bagi Warga Pesisir Labuhanbatu, Bobby Nasution Targetkan Pengaspalan 16 Km Jalan pada 2027
komentar
beritaTerbaru