350 Ribu Lebih Postingan, Sihumas Polres Tapsel Tampil Terdepan di Rakernis Humas Polda Sumut
350 Ribu Lebih Postingan, Sihumas Polres Tapsel Tampil Terdepan di Rakernis Humas Polda Sumut
kota
MEDAN | SUMUT24 Penyelenggaraan Pilgubsu 2018 oleh KPUD Sumut dan Bawaslu Sumut akan menghabiskan anggaran fantastis mencapai lebih kurang Rp 1,2 Triliun, yang dananya bersumber dari APBD Sumut 2017, 2018. Untuk KPUD Sumut mendekati angka Rp 1 Triliun dan Bawaslu lebih kurang Rp 300 Miliar. Hal itu disampaikan Sekdaprovsu Hasban Ritonga kepada Wartawan, Senin (3/10).
Baca Juga:
Menurutnya, dalam Pilkada 2018 ini selain Pilgubsu juga diikuti delapan Kab/Kota sehingga dengan serentaknya Pilkada akan membuahkan efisiensi dana dari pemerintah. Dana yang besar tersebut termasuk untuk dana kampanye calon, alat peraga, Sosialisasi dan lain sebagainya. di APBD 2017 akan digelontrokan sebesar 20 persen dari anggaran yang diminta, di P- APBD 30 persen dan puncaknya di 2018 akan diberikan seluruhnya demi terselenggarannya Pilgubsu.
Lebih lanjut Sekda, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menggunakan pendekatan kehati-hatian dalam menyikapi usulan anggaran yang diajukan KPU Sumatera Utara untuk pelaksanaan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) tahun 2018.
Selain pendekatan dengan keuangan dan kewenangan, kata Sekda Provinsi Sumut Hasban Ritonga, pendekatan kehati-hatian juga akan dilakukan dalam pembahasan anggraan Pilkada tersebut. “Karena anggaran Pilkada itu hibah, tentu ada SKPD yang akan melakukan verifikasi. Selain itu perlu ada fatwa dari BPKP juga,” katanya.
Disampaikan Hasban, bahwa KPU Sumatera Utara mengusulkan anggaran sebesar Rp900 miliar lebih untuk pelaksanaan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara tahun 2018 pada Pilkada serentak di tahun 2018 nanti. Namun anggaran tersebut belum serta merta disetujui, kata Hasban, karena masih perlu dilakukan evaluasi terhadap item-item dari penggunaan anggaran tersebut. “Item-item nya sudah terinventarisir dan pihak KPU sudah bertemu dengan jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” ujar Hasban.
Menurut Hasban, Pemilihan Gubernur Sumatera Utara dilaksanakan pada tahun 2018, namun ada item yang sudah mulai dilaksanakan di tahun 2017 dan memerlukan anggaran.
Seperti, sebut Hasban Ritonga, dimulainya sosialisasi, pengadaan perangkat lunak dan keras, pengadaan kertas suara, pengangkutan dan honorarium penyelenggara.
Namun untuk item-item yang telah diinventarisasi itu, tegas Hasban, bisa saja dievaluasi, mana yang prioritas dan yang tidak prioritas, bahkan mungkin saja ada kegiatan yang tereliminir.? Karena pada Pilkada serentak 2018 ini, sebut Hasban, bukan hanya pelaksanaan Pilgubsu saja, tapi ada 8 kabupaten dan kota di Sumatera Utara ini yang melaksanakan pilkada juga. “Oleh karena itu Pemprov Sumut mengajak ke 8 pemerintah kabupaten dan kota untuk sharing, sehingga tidak ada kegiatan sama yang dibelanjai,” kata Hasban. “Karena dengan Pilkada serentak ini, ungkap Hasban, harus ada menghasilkan efisiensi anggaran.? Dan untuk menjaga keamanan penggunaan anggaran,” kata Hasban, pihaknya akan minta pendampingan dari BPKP tentang kewajarannya. (W03)
350 Ribu Lebih Postingan, Sihumas Polres Tapsel Tampil Terdepan di Rakernis Humas Polda Sumut
kota
HUT Bhayangkara ke80, Kepedulian Polsek Barumun Sentuh Hati Warga Padang Lawas
kota
Sah! Panguhum Nasution Duduki Kursi Sekda Padang Lawas, Bupati PMA Tekankan Kinerja dan Integritas
kota
Curi HP dan Puluhan Ikat Pinggang, Dua Pelaku Dicokok Tim Resmob Polres Padangsidimpuan
kota
Resmob Polres Padangsidimpuan Ringkus Pelaku Pencurian dengan Pemberatan, Motor dan HP Sempat Digasak dari Kantor PNM Mekar
kota
Wali Kota Padangsidimpuan Turun Tangan! Konflik TPA Batu Bola & Irigasi Batunadua Akhirnya Ada Titik Terang
kota
Sekda Padangsidimpuan Pimpin Rapat Strategis Penetapan Cagar Budaya, Dorong Pelestarian Warisan Sejarah Daerah
kota
Di Balik Proyek Fasade Stadion Teladan Rp64,13 Miliar, Publik Pertanyakan Profil PT ASP
kota
sumut24.co MedanPenjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Harahap meminta seluruh Pemerintah Ka
kota
DARI BALI, IPHI LEPAS LANDAS,Dari Organisasi penuh indah Menuju Organisasi Peradaban Modern
kota