Senin, 15 Juni 2026

Jalan Hotmix Mbal-mbal Petarum Lau baleng Rusak Bahkan Tertimbun Tanah Pegunungan

Administrator - Selasa, 19 Juli 2016 08:59 WIB
Jalan Hotmix Mbal-mbal Petarum Lau baleng Rusak Bahkan Tertimbun Tanah Pegunungan
Lau Baleng / SUMUT24              Jalan ke Desa Mbal-mbal Petarum Kecamatan Lau Baleng Karo rusak bahkan sebagian jalan tersebut telah tertimbun tanah dari pegunungan sehingga pada saat hujan jalan menjadi  berlumpur bahkan menjadi Licin. Sementara ruas badan jalan Mbal mbal  Petarum persisnya 1 Km dari jalan nasional di Desa Perbulan  yang baru beberapa tahun lalu di hotmix kini telah mengalami kerusakan akibat sungai Lau Perbulan sering meluap sehingga badan jalan sudah amat  rusak lebih kurang  sepanjang 1 Km. Menurut pantauan Wartawan, Minggu (17/7) di sepanjang Jalan ke Mbal-mbal Petarum mulai dari jalan sisi sungai Lau Perbulan hingga Desa Petarum Kecamatan Lau Baleng kondisinya sangat memprihatinkan, jalan yang sudah di hotmix sudah rusak akibat sungai Lau Perbulan telah mengalami pendangkalan sehingga setiap kali hujan turun air sungai meluap ke bahu jalan membawa batu-batuan dan lumpur dan diduga perencanaan proyek jalan ini sangat dangkal dari segi tehnisnya. . Selain itu kondisi jalan banyak yang tertutup tanah sehingga keadaan jalan bergelombang. Saat musim kering berdebu dan saat musim penghujan jalan penuh lumpur. seperti yang disampaikan Sukat Milala (46) warga Desa Mbal-Mba Petarum Lau Baleng kepada wartawan saat ditemui disela-sela pemantauan, “hampir disepanjang jalan di depan pekarangan rumah warga jalan tertutup tanah yang dating dari pegunungan yang tidak jauh dari pemukiman warga, sehingga apabila hujan datang jalan licin dan berkubangan”, ujar Sukat dgn miris.  Hal senada juga disampaikan Pengamat social masyarakat Karo dari Kompak Pers Karo, B Kurnia Pargaulan P kepada wartawan ditempat terpisah, sangat menyayangkan adanya kwalitas proyek dari Pemkab Karo yang sangat rendah mutu atau kwalitasnya, atau hal ini bisa saja disebut perencanaan yang tidak matang dari segi tehniskonstruksi, sehingga hal ini diharapkan menjadi perhatian Bupati Karo atau wakil Bupati Karo dalam komitmennya membangun Bumi Turang Tanah Karo Simalem ini. Hal ini disebabkan lereng gunung yang persisnya dibelakang pemukiman warga dulunya ditanami pohon kemiri namun sekarang dilakukan rotasi tanaman dengan jagung sehingga apabila hujan turun terjadi erosi yang membawa lumpur sampai ke arah jalan. “Kami sangat khawatir jalan ke Mbal-mbal Petarum ini akan terputus apabila sungai Lau Perbulan tidak dinormalisasi kembali, sebab sungai Lau Perbulan sudah dangkal sehingga pada saat hujan tiba air sungai meluap sampai ke badan jalan”, ujarnya. Untuk itu Pemkab Karo harus segera mengatasi kondisi jalan tersebut dengan melakukan upaya pengorekan sungai hingga ke parik Lau Rambong dan membersihkan ruas badan jalan yang tertimbunan tanah, harap Sukat(LIN)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Perkumpulan Raja Parhata SeDunia Resmi Dibentuk, Dorong Pelestarian Adat dan Regenerasi Budaya untuk Nusantara
Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Ibunda Almarhum Jaka Malau yang Tewas Dalam Pengeroyokan Bermohon Atensi Komisi 3 DPR RI Ungkap Keadilan
Fraksi DPRD Medan Soroti LPJ APBD 2025, Wawali Zakiyuddin Harahap Dengarkan Pandangan di Paripurna
Polres Asahan Musnahkan Lebih Dari 14 Kg Sabu Dan 1.400 Lebih Cartridge Vape Narkotika, Diperkirakan Selamatkan 16.000 Jiwa
Lily MBA Soroti Kebocoran PAD dan Pengelolaan Aset dalam Pemandangan Umum Fraksi PDIP DPRD Medan3
komentar
beritaTerbaru