Sudah 370 Rumah Pengungsi Sinabung Dibangun, Warga Relokasi Siosar Merek Ramah Tamah Natal dan Tahun Baru

0
1699

KABANJAHE | SUMUT24

Akhirnya terjawab sudah atas pertanyaan dan harapan dari warga masyarakat sekitar lingkaran Gunung berapi Sinabung yang harus direlokasi pemerintah sesuai dengan ancaman dari erupsi gunung Sinabung khususnya daerah pemukiman yang menjadi areal lahar lava gunung atau menjadi zona merah radius 3 km.

Dengan kerja keras Pemerintah secara terpadu antar lembaga dengan TNI dan BNPB serta komando lapangan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dipimpin Pangdam I/BB dan Satgas pembangunan rumah tinggal dan Gereja Oikumene Bahtera Kasih di relokasi Siosar Merek, Kolonel TNI Josua Ginting.

Hal ini disampaikan Ketua Panitia Kolonel TNI Josua Ginting didampingi Sekretaris Pdt Andi Sastra Ginting, Bendahara Dk Kristiani br Ginting, Ketua Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba, Ketua PHT Karo Pdt Sadrah Brahmana, Pastor Gundo F Saragih, Ketua Yayasan Semua Pasti Baik Kabanjahe, Jepta Sembiring dan Ester Tarigan, Sekretaris Grace Felloship Kabanjahe, Corodiol Medog Surbakti dan lainnya kepada wartawan, Senin (11/1) di Aula Kantor Moderamen GBKP, Jalan Pala Bangun 66 Kabanjahe.
Disebutkannya, ada sebanyak 370 rumah tinggal warga berserta bangunan pendukung lainnya yang telah berhasil dibangun, dan saat ini dengan kerja keras semua pihak terkait khususnya bantuan tenaga prajurit TNI dalam kurun waktu satu tahun telah dimasuki tiga warga desa zona merah radius 3 km yakni Desa Bekerah, Sukameriah dan Simacem (Bekasi) pada akhir tahun 2015 lalu.

Seiring dengan hal ini, sebagai insan beragama yang Pancasilais dan berbudaya timur dalam Tatanan Merga silima, direncanakan pelaksanaan acara ibadah Syukuran Natal dan Tahun Baru 2016 bagi warga masyarakat penghuni pemukiman baru relokasi Siosar Merek pada Jumat (22/1) mendatang di lokasi Kompleks Gereja Oikumene Bahtera Kasih relokasi Siosar Merek.

Lanjut Josua dan Agustinus Purba, pelaksanaan acara Syukuran dan Ramah Tamah Tahun baru 2016 di lokasi Siosar merek sebagai ucapan syukur insan manusia kepada Tuhan sang Pencipta Khalik Langit dan Bumi beserta isinya, di mana kita sebagai penghuni wilayah Tanah Karo dalam perlindungan-Nya dalam kurun waktu satu tahun 2015 lalu berjalan dengan damai sejahtera dan penuh sukacita.

Walau ada problem atau tantangan dalam hari yang dijalani itu adalah sebagai kerikil-kerikil untuk tetap taat, setia, semangat, kuat dan sabar dalam interaksi aktivitas yang dilakukan seturut dengan level yang lebih tinggi menuju kekudusan yang di Firman kan Tuhan bagi orang percaya yang tetap mengandalkan Tuhan dalam segala hal perkara maupun waktu sampai akhir.

Lanjut Josua, pelaksanaan syukuran natal dan tahun baru ini diharapkan dapat di padukan dengan Peresmian Gereja Oikumene oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantio. yang telah rampung dibangun di sekitar lokasi atas karya bakti pihak TNI sebagai Persembahan Kasih melalui Panglima TNI kepada warga masyarakat yang mengalami musibah bencana alam di seantero nusantara.

“Pelaksanaan acara syukuran Natal dan Tahun Baru serta ramah tamah warga Relokasi Siosar dengan semua elemen masyarakat Karo dari jajaran Pemkab Karo, Polres, Kodim, BPBD, Moderamen GBKP dan gereja lainnya serta Relawan Kemanusiaan adalah perwujudan persaudaran kita sebangsa dan se tanah air Indonesia serta perwujudan iman percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan sehari-hari pribadi maupun komunitas terkecil keluarga ditengah-tengah masyarakat Karo tetap dalam perlindungan Kasih karunia-Nya,” ujar Josua dengan yakin diamin para peserta rapat.

Pada kesempatan ini, pihaknya memohon dukungan doa seluruh elemen masyarakat Karo atas rencana pelaksanaan Acara syukuran Natal dan tahun baru warga masyarakat tiga desa di relokasi Siosar dapat berjalan lancar dan warga Siosar menjadi keluarga yang penuh sukacita dalam ketaatan pada Firman Tuhan dan peraturan hukum di Indonesia yang kita cintai ini, ujar Perwira tinggi TNI yang dikenal punya integritas tinggi dalam tugas dan tanggung jawab yang diberikan pimpinan sesuai harapan Bangsa Indonesia, mengakhiri. (lin)