Soal Mobil Internet, Jumsadi: Itu Urusan Pemerintah Pusat

MEDAN | SUMUT24

Kasus pengadaan mobil pelayanan internet desa sebanyak 61 unit yang teronggok di Komplek Perumahan Kawasan Kecamatan Medan Johor menjadi perhatian serius. Pasalnya, seyogiyanya mobil tersebut disalurkan kepada desa-desa terpencil untuk mendapat layanan internet, namun hingga kini tak jelas juntrungannya. Padahal, pengadaan mobil tersebut dilakukan saat Tifalul Sembiring selaku Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS,red) di masa pemerintahan Presiden SBY.

Tak jelas mengapa mobil tersebut ngangkrak dan tidak didistribusikan ke pada pemerintahan desa-desa. Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Infokom Sumut Drs H Jumsadi Damanik, mengaku bahwa itu kewenangan pemerintah pusat. Dinas Infokom Sumut hanya sebagai fasilitastor saja, tidak lebih dari itu.

” Proyek mobil jaringan layanan internet masuk desa adalah murni proyek pemerintah pusat. Dinas Infokom tak ada kepentingan dan gawean dalam pengadaan tersebut. Artinya tidak ada anggaran APBD Sumut dalam pengadaamn proyek tersebut, karena itu proyek yang diprogramkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). Dan kita hanya sebagai fasilitator saja, ” kata Jumsadi saat dihubung kemarin.

Masih kata Jumsadi yang kini ditunjuk sebagai PLt Walikota Siantar, sepanjang yang diketahuinya bahwa mobil yang berlogokan Dinas Infokom adalah milik PT Wira Eka Bakti (WEB). Dan pengadaan mobil tersebut dari Dana APBN dan kabarnya dana APBN  untuk membiaya alokasi tersebut tidak disetujui oleh DPR yang berujung pada kerugian PT WEB. Sehingga mobil tersebut akhirnya dibatalkan untuk di distribusikan, terangnya.

Begitupun kata Jumsadi untuk lebih jelasnya, tanyanyakan langsung kepada kontraktor PT WEB yang ada di Medan. Oleh karenanya, kegiatan yang dilakukan oleh PT WEB tak ada hubungannya dengan dinas infokom sumut,  hanya saja yang secara kebetulan adalah bagian tugas dinasnya untuk memfasilitasi. Berharap masalah ini bisa diselesaikan oleh pihak PT WEB dan kabarnya mereka akan menarik semua mobil layanan internet masuk Desa. Dimana, akibat masalah ini PT WEB sangat dirugikan, katanya lagi.

Sedang menyinggung masalah pelayanan internet masuk desa,lanjut Jumsadi saat ini memang desa-desa sudah sebagaian besar ada jaringan telekomunikasi sehingga masyarakat desa kini tak susah lagi untuk mengakses internet, pungkasnya mengakhiri. (red)