Sergai Peringati Waisak 2560 Momen Peringatan Waisak, Kebersamaan dan Kerukunan Akan Tetap Terjaga

0
869

SERGAI | SUMUT24
Pelaksanaan dan peringatan Waisak 2560 tahun 2016 ini merupakan bentuk upaya Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) dalam mengimplementasikan visinya yaitu menjadikan masyarakat yang religius serta bentuk nyata dukungan dari pemerintah terhadap kehidupan beragama.

Demikian dikemukakan Bupati Sergai Soekirman dalam sambutannya ketika menghadiri acara peringatan Waisak 2560, di Gedung Olah Raga (GOR) Nusantara Dusun IV Desa Kota Galuh Kecamatan Perbaungan, Senin (16/5).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati (Wabup) Sergai Darma Wijaya, Camat dan Muspika Perbaungan, Ketua IPHI Sergai, tokoh agama, tokoh masyarakat serta ratusan masyarakat etnis Tionghoa, para Biksu Bhante Titha Vamso, Bhante Canda Silo dan Bhante Abha ya Viro dari Vihara Borobudur.

Lebih lanjut dikemukakan Soekirman dengan diselenggarakannya kegiatan ini diharapkan hubungan antara Pemkab dengan umat Budha di Sergai khususnya dan di Sumut umumnya dapat terjalin semakin erat. Dengan hubungan yang harmonis kelangsungan pembangunan di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat dapat terus terjaga.

“Peringatan hari Waisak merupakan wujud syukur terhadap Budi Sang Buddha yang telah hadir kedunia sebagai penuntun jalan kebenaran bagi semua makhluk. Buddha telah menunjukkan jalan spiritual untuk menyeberangi lautan samsara menuju pembebasan. Pencapaian kesempurnaan merupakan proses transformasi secara bertahap yang dapat direalisasi oleh semua manusia,” ujar Soekirman.

Bupati Soekirman menuturkan Hari Raya Waisak juga ditujukan untuk mengenang budi luhur semua mahkluk. Di samping itu mengingatkan diri kita untuk lebih giat melatih diri, mengembangkan kebijaksanaan dijalan Budhisatwa serta memberikan inspirasi bahwa ajaran Budhha hendaknya menjadi bagian dari kehidupan.

“Oleh karena itu walaupun kita beragam etnis namun tetap satu. Melalui moment peringatan hari besar keagamaan seperti ini kebersamaan dan kerukunan kita tetap terjaga,”pungkas Bupati Sergai.

Sementara itu tokoh masyarakat Ahmat Tahjudin dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangganya kepada Bupati dan Wabup Sergai karena dapat hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan.

“Meskipun masyarakat Tionghoa merupakan minoritas di Sergai, akan tetapi kita tetap bersatu dan tidak dibeda-bedakan oleh masyarakat lainnya maupun Bupati,” ujar Ahmat Tahjudin.(Bdi)