Puskesmas Pijorkoling Skrining HIV/AIDS Kepada WBP Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Kanwil Kemenkumham Sumut

P Sidempuan,Sumut24.co
Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan melalui Puskesmas Pijorkoling bekerjasama dengan Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan melakukan skrining Human immunodeficiency virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) serta Penyakit Tidak Menular (PTM) kepada 100 orang narapidana di Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan, Kamis (24/02/22).

Kepala Lapas Padangsidimpuan Indra Kesuma, A.Md.IP,SH,MH mengatakan, diselenggarakannya skrining , HIV dan AIDS bagi para warga binaan pemasyarakatan (WBP) ini adalah upaya untuk mendeteksi dan mencegah penularannya di lingkungan lapas.

Kalapas Indra Kesuma menyebut, penyakit HIV/AIDS sangat rentan tertular di lingkungan lapas. Sehingga, skrining ini sebagai langkah awal yang bekelanjutan untuk mencegahnya.

“Kita lakukan skrining sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi WBP. Sehingga kita bisa melakukan rencana tindak lanjut dengan Puskesmas,” ucapnya.

Kasubsi Perawatan Lapas Padangsidimpuan, M. Zulkaply Siregar didampingi Staf Perawatan, Mara Bintang, menegaskan bahwa kegiatan Skrining ini tujukan kepada seluruh tahanan maupun narapidana secara bergilir dengan tujuan sebagai salah satu upaya deteksi dini dan wujud kesiagaan terhadap penyakit menular seperti HIV/AIDS

Sementara itu, salah seorang petugas kesehatan, Richa Maya Sari, AM.Keb, mengatakan, ada sebanyak 100 WBP yang dilakukan skrining hari ini dan merupakan agenda rutin kami atas kerjasama selama ini untuk mendeteksi dan mengantisipasi kemungkinan penularan HIV/AIDS serta waspada penyakit lainnya.

“Memang di sini sangat rentan ya karena kita lihat situasi dan kondisi mungkin karena satu blok padat penularan bisa dari udara dan batuk. Sekarang kita skrining ingin melihat bagaimana kondisi di sini bisa kita tanggulangi dengan baik,” ucap Richa.

Selain melakukan skrining, Richa juga menuturkan, pihaknya juga memberikan penyuluhan terkait pencegahan HIV/AIDS kepada para WBP.

“Kami sampaikan pencegahannya saat pandemi tetap menjaga jarak, memakai masker dan bagaimana etika batuk. Jadi, saat batuk bagaimana tidak terjadi penularan. Jangan sampai sembarangan,” imbuhnya.Zal