Minggu, 14 Juni 2026

Polisi Merangkap Pemulung sejak 2006

Administrator - Jumat, 20 Mei 2016 08:09 WIB
Polisi Merangkap Pemulung sejak 2006

Rumah yang dijadikan tempat pengumpulan sampah oleh Seladi adalah rumah seorang karib yang dipinjamkan. Rumah itu mulai digunakan sejak 2008, tetapi Seladi sendiri mulai menjadi pemulung sejak 2006.

Baca Juga:

“Sejak 2008, rumah ini dipinjami teman. Kalau dulu langsung dijual ke pengepul karena tidak ada tempat, sekarang dikumpulkan baru kemudian dijual,” katanya.

Awal menjadi pemulung, kata Seladi, saat melihat sampah menumpuk di Polresta. Suatu saat, dirinya datang ke pengepul rongsokan dan ternyata laku dijual.

“Saya melirik, wah ini rezeki juga. Jangan dibuang-buang. Buat sampingan tambahan. Intinya, dari pada dibuang-buang,” katanya.

Seladi kemudian mengumpulkan sampah hanya di lingkungan Polresta Malang, tetapi setelah itu berkeliling-keliling kota. Setiap bak sampah ditengok untuk melihat barangkali ada barang yang masih digunakan. Kegiatan mencari sampah dilakukan di luar tugas, yaitu malam hari.

Seiring waktu, Seladi tidak lagi mencari-cari di bak sampah, tetapi bekerja sama dengan pihak lain yang bersedia mengantarkan sampahnya ke gudangnya. Seladi menggunakan waktu luangnya untuk memilah-milah sampah sebelum kemudian dijualnya.

“Kenapa harus malu, ini rezeki juga,” tegasnya pria kelahiran Dampit, Kabupaten Malang ini.

Sebagai polisi, Seladi bertugas di Satuan Lalu Lintas Polresta Malang. Dia berkantor di Unit Pelayanan SIM. Penampilannya pun sederhana dengan keseharian menggunakan sepeda onthel saat berangkat dan pulang. (int)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Sapi–Pisang di Garis Batas: Ketika Kedaulatan Bertemu Kemanusiaan
Jemaah Haji Kloter 09 di Jamu Wali Kota Solok dengan Masakan Minang di Asrama Haji
AI MENIPU SAYA, JANGAN PERCAYA BUTA!
Laporan Kajian Fiskal Alokasi Anggaran Urusan Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Medan Tahun Anggaran 2026
Anggaran LPJU Rp291 Miliar Dinilai Bisa Hasilkan PAD Lewat KPBU Lampu Surya
Wamenaker: Industri Kini Tak Lagi Hanya Bertanya Ijazah, tapi juga Kompetensi
komentar
beritaTerbaru