PW IPQAH Sumut Apresiasi Kesungguhan Pemprov Sumut Sukseskan MTQ ke-40
PW IPQAH Sumut Apresiasi Kesungguhan Pemprov Sumut Sukseskan MTQ ke40
kota
Oleh : H Syahrir Nasution
Baca Juga:
Bencana terus bencana melanda Kabupaten Madina, Jangan sampai anak-anak dan cucu-cucu generasi penerus Madina di luluhlantakkan oleh oknum yang ingin kaya dari alam semesta sehingga menggunakan berbagai macam cara untuk mencari keuntungan. Sementara masyarakat yang merasakan dampaknya. Hal ini harus menjadi perhatian para stakeholder Madina secara menyeluruh.
Artinya, masa depan mereka ditentukan oleh kondisi dan situasi sekarang. Pertanyaannya jika masa depan MADINA hari ini maupun sejak adanya “ pemekaran†dari Tapsel, alam dan bumi Gordang Sambilan tersebut tiada henti hentinya dirundung malapetaka , dalam artian “ bencana Alam†yang disebabkan oleh : Banjir , Gempa maupun Longsor. Sudah 3 Bupati KDH yang menakhodai bumi yang kaya akan Sumber Daya Alam nya ini (dalam hal ini Bupati saat ini ) yang baru menjabat beberapa bulan, namun malapetaka tiada juga hentinya.
Apa yang salah dengan Masyarakat MADINA dan Para Elite Madina ?.
Hal ini perlu dipertanyakan dalam diri masing-masing Stake Holders (Ahlil Baits ) dari rakyat Madina itu sendiri.
Selaku anak perantauan dari Kecamatan Batang Natal , secara pribadi saya sedih melihat nasib Madina hari ini, apalagi untuk berbicara masa depan nya.
Kemana perginya anak-anak Madina yang Cerdas dan Pintar pintar tersebut dengan melihat keadaan Madina saat ini?. Saya rasa perlu kiranya sudah masyarakat MADINA untuk bangkit dalam hal “ TELL THE TRUTH “ , sebagai menunujukkan bahwa etnis Mandailing itu sejak dari “ Nenek Moyangnya†selalu berani menyuarakan “ Kebenaran “ yang hakiki.
Dari kaca mata saya, persoalan bangsa maupun rakyat Mandailing hari ini adalah : “ ENGGAN BERBICARA APA ADANYAâ€.
Banyak orang di Indonesia ini terkhusus di Bumi Gordang Sambilan yang CERDAS dan PISTAR “ (pintar & bisuk ), namun “ SUARANYA HILANG†tidak berani bicara “ blak blakanâ€. Sebagai contoh , selama ini banyak orang yang kerap memberikan “ pernyataan berbeda†saat berkomentar dalam percakapan private ( pribadi ) dengan saat memberikan “ testimoni “ kepada publik.
Jika lagi “ ngomong†in private (secara pribadi ) biasanya “ TELL The TRUHT†( bicara nya Kebenaran ) , namun kalau memberikan “ PUBLIC TESTIMONI†kok beda ya?.Alasannya beribu alasan2 klasik yang berbau feodalistic seperti takut ditegur , dipecat , takut enggak enak didengar oleh atasannya dan takut takut lainnya . Justeru itu menurut saya, selama masih adanya ; “ Kesenjangan antara Percakapan Pribadi dengan Testimoni Publik “ ini masih jauh maka Bangsa ini Sulit untuk “ berbenahâ€. Inilah yang disebutkan oleh seorang Sastrawan asal Mandailing Mochtar Lubis dalam bukunya yang “ Best Seller†itu MANUSIA INDONESIAâ€, dikatakannya bahwa dalam bukunya itu bangsa HIPOKRIT alias MUNAFIK. Bahkan Kemunafikan itu “ dibungkus “ oleh : alasan alasan tadi tersebut. Saya selaku Wkil Ketua HIKMA Sumut mengajak rakyat Madina untuk bangkit menatap masa depan untuk anak2 dan Cucu Cucu kita yang lebih gemilang dan lebih cemerlang agar jangan meninggalkan “ HOPE LESS†bagi generasi penerus Madina yang Madani ini. Pemimpin pemimpin Dunia yang besar yang berhasil membawa Negara dan Rakyatnya menjadi sejahtera dan berkeadilan justeru mereka yang berani bicara “ blak blakanâ€. Artinya: “ gaya bicaranya itu secara langsung†atau sering disebut dengan gaya bicara “ Open Baarâ€. Sejalan dengan ajaran Agama Islam yang mayoritas dianut rakyat Mandailing bahwa “ katakan yang benar itu sekalipun PAHIT “ didengar. Agar jangan kita disebut dengan masyarakat yang Hipokrit tersebut.***
• H. Syahrir Nasution Gelar Sutan Kumala Bulan
PW IPQAH Sumut Apresiasi Kesungguhan Pemprov Sumut Sukseskan MTQ ke40
kota
Patroli Blue Light Brimob Sumut, Respons Cepat Laporan Warga dan Cegah Balap Liar di Kota Medan
kota
SapiPisang di Garis Batas Ketika Kedaulatan Bertemu Kemanusiaan Oleh Abdullah RasyidStaf Khusus Menteri Imigrasi dan PemasyarakatanMaha
Politik
Jemaah Haji Kloter 09 di JamuWali Kota Solok dengan Masakan Minang di Asrama Haji
kota
AI MENIPU SAYA, JANGAN PERCAYA BUTA!
kota
Laporan Kajian Fiskal Alokasi Anggaran Urusan Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Medan Tahun Anggaran 2026
kota
MEDAN Terungkapnya paket Belanja Tagihan Listrik Penerangan Lampu Jalan Umum (LPJU) Pemerintah Kota Medan senilai Rp291.064.084.500 seba
Ekbis
Bekasi Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa ijazah perguruan tinggi tidak lagi menjadi satusa tun
News
sumut24.co JAKARTA, Gelombang penyampaian aspirasi dari kalangan mahasiswa yang menolak kebijakan kenaikan harga BBM kembali menyita perhat
News
Medan Sumut24.co Anggaran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Cikataru) Kota Medan untuk Tahun Anggara
News