PW IPQAH Sumut Apresiasi Kesungguhan Pemprov Sumut Sukseskan MTQ ke-40
PW IPQAH Sumut Apresiasi Kesungguhan Pemprov Sumut Sukseskan MTQ ke40
kota
Baca Juga:
Dalam pengambilan keputusan keputusan pastinya membuat beberapa pilihan dari sejumlah cara untuk dapat mencapai hasil yang diinginkan. Proses ini bisa saja berlangsung lama, karena didalam prosesnya menetapkan tujuan, menetapkan kriteria pilihan keputusan, dan memilih pilihan yang terbaik. Biasanya dalam pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan keputusan yang sudah valid. Filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu kata philos berarti sahabat atau kekasih dan kata shopia berarti atau guru. Filsafat ini sendiri diartikan sebagai yang cinta desa atau sahabat pengetahuan. Filsafat memiliki beberapa aliran yaitu rasionalisme, empirisme, idealisme, positivisme, pragmatisme, fenomenologi, dan eksistensialisme.
Pengambilan Keputusan Dalam Rasionalisme
Rasionalisme berasa dari kata bahasa inggris yaitu rasionalisme yang berarti akal. Jadi, rasionalisme menegaskan akal sebagai sumber utama yang bersumber dari pembenaran dan pengetahuan. Rasionalisme sebuah aliran pengetahuan yang mencukupi dan tidak dapat dipercaya yaitu (akal). Pengetahuan yang berasal dari akal yang biasanya sesuai dengan pengetahuan ilmiah. Biasanya tidak perlu diperlukan karena akal yang bisa mewujudkan kebenaran atas dirinya sendiri, pengalaman hanya digunakan untuk pengalaman yang pengetahuan yang diperoleh dari akal. Membuat sebuah pilihan didalam keputusan dihadapkan pada masalah-masalah tertentu, yang membedakan masalah tersebut dari penilaian dan perbandingan satu sama lain. Biasanya biaya dan manfaat yang dihasilkan dari setiap pilihan harus diteliti, setiap pilihan dapat dibandingkan dengan pilihan-pilihan satu sama lainnya. Setiap keputusan akan memilih pilihan yang bisa memaksimalkan agar tercapainya nilai, manfaat, dan tujuan. Rasionalisme ini sendiri, suatu dasar pemikiran yang rasional, dimana pola pikir rasional tersebut bisa diterima oleh semua orang / pihak. Rasional juga didasari oleh prinsip-prinsip yang logis bukan hanya mengedepankan tebak-menebak dan emosi. Jadi, yang paling penting dalam menyelesaikan suatu keputusan yang membutuhkan pemikiran dasar yang bisa disetujui oleh semua orang / pihak. Lalu bagaimana dengan akal dan hati nurani? apa bedanya? Dalam masalah masalah, masalah permasalahan dalam pemerintahan dunia, bisa lewat akal atau hati. Diantara kekurangan pasti berbeda, karena akal pasti hanya jawaban antara untung atau rugi, cepat atau lambat. Sedangkan hati nurani pasti akan baik atau buruk, adil atau tidak, jujur ​​atau tidak, dan lain-lain. Setiap manusia pasti memiliki akal dan hati nurani, orang-orang yang lebih mengedepankan akal maka hasilnya akan berbda dapat mengedepankan hati. Dan tentunya bila menggunakan baterai yang akal dan hati nurani maka seimbang dan menjadi sempurna. Misalkan saja dalam menyelesaikan masalah masalah ekonomi yang sedang menurun selama covid-19 ini, jika yang digunakan hanya akal saja maka bisa saja kebijakan-kebijakan dari permasalahan pandemi ini segera selesai, tetapi pilihan yang diambil bisa jadi sebagian orang akan mengalami kerugian dan merusak bangsa Indonesia. Karena akal selalu yang terpenting usaha yang segera cepat selesai, mudah, dan menguntungkan. Sedangkan hati, pasti selalu mengedepankan kejujuran, keadilan, keselamatan, dan lain sebagainya.
Secara Pragmatisme Kata pragmatisme berasal dari bahaya yunani pragma yang berarti tindakan atau aksi. Berarti pragmatisme iala filsafat tentang tindakan. Pragmatisme salah satu aliran filsafat yang menggunakan akibat-akibat yang praktis dari kepercayaan dan pikiran sebagai tolak ukur dalam penentuan nilai kebenaran. Dipandang dari sudut pragmatis yang dikatakan benar-benar dapat diuji dengan pengalaman empiris yang bersifat publik. Selain itu, manusia hidup dalam pengalaman dunia yang terus menerus berubah. Oleh karena itu, kebenaran bersifat relatif, apa yang benar dihari ini tentu belum pasti bisa benar di waktu yang mendatang. Pragmatisme dalam pemilihan pemilu legislatif 2009 lalu, pada saat pemilu tidak ada yang melihat bagaimana memanfaatkan masa lalu politik untuk bisa memperbaiki keterpurukan bangsa indonesia pada umumnya. Tetapi pemilih meyakinkan bahwa aktor politik dalam calon anggota legislatif ini tidak jauh berbeda dengan pemain judi, keberuntungan akan datang jika terpilih menjadi wakil rakyat dan kerugian menjadi risiko dalam mengikuti kompetisi sebagai calon wakil rakyat. Menggunakan hak pilih pada masyarakat yang memberikan informasi kepada calon untuk kepentingan rakyat, hak pilih haruslah cermat dan teliti karena bisa berdampak dalam pengabaian kepentingan rakyat. Pembeli yang kecewa dengan perilaku calon anggota legislatif yang mengabaikan perilaku yang sudah diberikan. Sikap pragmatisme yang melayani dalam pemilihan legislatif 2009 ekspresi kekecewaan mereka terhadap calon legislatif.
Penulis : Mega Suri Novianti Mahasiswa Prodi / Jurusan: Ilmu Pemerintahan Fakultas: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Univ: Universitas Syiah Kuala
PW IPQAH Sumut Apresiasi Kesungguhan Pemprov Sumut Sukseskan MTQ ke40
kota
Patroli Blue Light Brimob Sumut, Respons Cepat Laporan Warga dan Cegah Balap Liar di Kota Medan
kota
SapiPisang di Garis Batas Ketika Kedaulatan Bertemu Kemanusiaan Oleh Abdullah RasyidStaf Khusus Menteri Imigrasi dan PemasyarakatanMaha
Politik
Jemaah Haji Kloter 09 di JamuWali Kota Solok dengan Masakan Minang di Asrama Haji
kota
AI MENIPU SAYA, JANGAN PERCAYA BUTA!
kota
Laporan Kajian Fiskal Alokasi Anggaran Urusan Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Medan Tahun Anggaran 2026
kota
MEDAN Terungkapnya paket Belanja Tagihan Listrik Penerangan Lampu Jalan Umum (LPJU) Pemerintah Kota Medan senilai Rp291.064.084.500 seba
Ekbis
Bekasi Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa ijazah perguruan tinggi tidak lagi menjadi satusa tun
News
sumut24.co JAKARTA, Gelombang penyampaian aspirasi dari kalangan mahasiswa yang menolak kebijakan kenaikan harga BBM kembali menyita perhat
News
Medan Sumut24.co Anggaran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Cikataru) Kota Medan untuk Tahun Anggara
News